IT’S JUST ACTING: Musician Turned Actor Turned Musician

  • By: Eka Annash
  • Rabu, 21 September 2016
  • 2487 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Sudah lihat akting Jared Leto sebagai The Joker di film Batman Vs Superman? Terlepas dari pro dan kontra, Leto mengemban beban berat untuk merepresentasikan sosok Joker terbaru setelah nama besar seperti Jack Nicholson dan almarhum Heath Ledger dengan standar tinggi untuk karakter musuh bebuyutan Batman paling gila. Ada yang berpendapat Leto gagal berperan sebagai Joker baru, ada juga yang bilang ia cukup berhasil. Tapi apapun pendapatnya, buat saya pribadi, Jared Leto should’ve stick to what he’s good at: Acting!

Selain akting, kita tahu Leto punya band 30 Second to Mars, dengan merilis 4 album yang terjual total hampir 15 juta kopi, menjalani tur dunia ke berbagai negara serta sukses menyabet berbagai penghargaan. Tapi di balik itu semua, ada satu ganjalan setiap saya melihat mata Jared Leto di setiap video klip-nya : This guys is acting. It might be convincing, but I couldn’t shake that feeling that what I see is not the real Jared Leto. Berbeda dengan Iggy Pop atau Kurt Cobain atau Eddie Vedder menatap balik intens di layar TV. Kita bisa merasakan kemarahan atau ledakan terdalam emosi mereka. But looking at Leto’s blue-hazel eyes staring back at me, all I can see is vanity.

Sulit memang mentransformasikan emosional ekspresi ke musik sebagai medium artistik. Proses menciptakan lagu menuntut letupan momentum kreatifitas yang jujur dan spontan. Apa yang tertuang dalam sebuah lagu adalah refleksi emosi terdalam seorang musisi.  Berbeda dengan proses akting yang lebih terstruktur, terencana dan mekanik. Seorang aktor/aktris beroperasi berdasarkan komando seorang sutradara juga berdasarkan skenario yang ada.

Seorang musisi hanya mempunyai beberapa jam momen di panggung untuk menumpahkan dirinya. Musisi terbiasa memerankan satu karakter di panggung dan bertransformasi dari lagu ke lagu mengikuti muatan emosi. Karena itu musisi biasanya lebih fleksibel ketika menyusup ke dalam sebuah peran saat menjadi aktor. Lain halnya dengan aktor yang mencoba berkespresi lewat medium musik. Tidak semua aktor bisa berdapatasi dengan ritme spontanitas membuat musik. Mungkin proses mekanisme kerja kreatif yang terbiasa terstruktur dam berpola, membuat aktor agak kesulitan untuk menumpahkan diri mereka dalam melodi dan nada selama 3-4 menit.

Mau bukti? Mick Jagger sukses memerankan seniman di film cult Performance (1970), sebagai perampok legendaris asal Australia Ned Kelly (1970) dan seorang kriminil cyber di film FreeJack (1992). David Bowie yang sudah terbiasa menjadi bunglon dalam karir bermusiknya tidak kesusahan saat berperan di berbagai film seperti jadi tahanan perang di Merry Christmas Mr. Lawrence (1983), seorang raja pemimpin monster di film anak-anak The Labyrinth (1986), Andy Warhol di Basquiat (1996) serta Nikolai Tesla di film The Prestige (2006). Sementara Iggy Pop mulai ikut berakting di dekade 90an lewat Cry Baby (1990), The Crow: City of Angels (1996), Coffee and Cigarettes (2003) dan masih banyak lagi. Vokalis The Who juga berhasil berperan di film Tommy dan Lizstomania tahun 1975, Mc Vicar (1980), Vampirella (1996) dan Chasing Destiny (2000).

Terus bagaimana dengan aktor yang mencoba peruntungan nya sebagai musisi? Let’s see… Ingat Keanu Reeves dengan band Dogstar di tahun 90an? Atau Russel Crowe yang punya band 30 Odd Foot of Grunt? Ngga ada yang ingat? Bruce Willis, Eddie Murphy, Ryan Gossling, Kevin Costner, semuanya pernah mencicipi karir di musik yang singkat. Namun ada beberapa nama yang ‘lumayan’ berhasil, Juliette Lewis yang aktif dengan band nya The Licks dengan beberapa album sepanjang dekade 2000an (sekarang bubar) atau Tenacious D dengan Jack Black yang menggabungkan Heavy Metal/komedi. Di luar itu, nyaris tidak ada aktor/ aktris yang sukses berkarir dalam industri musik.

Di dalam negeri, kita punya Rhoma Irama dengan koleksi film nge-hits sepanjang dekade 70’an-80’an, (alm.) Gito Rollies dengan beberapa judul film dan sineetron, sang legendaris Benyamin S, sampai band The Changcuters dengan film Tarix Jabrix. Sementara aktor yang mencoba menjadi musisi? Ada Fedi Nuril dengan Garasi yang menelurkan dua album, sementara band The Cash yand dibentuk Tora Sudiro dan duo Desta – Vincent merilis single di tahun 2010 yang (sayangnya) menguap begitu saja.

Tanggal 17 Oktober nanti akan dirilis Ordinary World, di mana vokalis Green Day Billie Joe Armstrong berperan sebagai Perry, musisi Punk Rock yang berjuang untuk karirnya. Kita lihat apakah Billy Joe akan sukses menjadi aktor utama dan menambah panjang daftar musisi yang sukses menjadi aktor.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
2422 views
superbuzz
1211 views
superbuzz
3224 views
supernoize
6175 views
supernoize
3956 views