Octavia 'Heals': My Bloody Valentine Melekat di Ingatan

Masih terasa seperti mimpi ketika mengingat momen beberapa minggu lalu, tepatnya minggu ketiga di bulan Agustus. Aku berkesempatan mengunjungi negeri Sakura untuk menonton salah satu band favoritku, My Bloody Valentine. Terhitung sudah hampir lima tahun semenjak panggung terakhir mereka, tiba-tiba di awal tahun 2018 band shoegaze asal Dublin ini akhirnya kembali mengumumkan jadwal tur dan Tokyo adalah salah satu kota yang akan mereka singgahi di pertengahan Agustus. Bersama dengan Nine Inch Nails, Cornelius, Flying Lotus dan lainnya, mereka menjadi headliner Sonic Mania yang merupakan pra-festival dari salah satu festival musik paling bergengsi di Jepang, Summer Sonic.

Aku dan beberapa teman yang juga menyukai mereka tentu sangat senang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menonton mereka. Kami pun mengurus segala kebutuhan bersama. Namun, tepat di pertengahan bulan Juni, tiba-tiba mereka mengumumkan akan menggelar konser solonya di kota yang sama tepat tiga hari sebelum Sonic Mania. Tidak berpikir lama, akhirnya kami memutuskan untuk melukai telinga kami sebanyak dua kali minggu itu.

(Toyosu Pit, Photo by Octavia Variana)

Hingga tiba malam di tanggal 15 Agustus. Kami sudah sampai di depan sebuah aula konser berkapasitas ±3000 orang, Toyosu Pit. Terlihat, di depan pintu masuk sudah dipenuhi oleh para penonton yang mengantre lebih awal. Perasaan saat itu tidak bisa dijelaskan, entah kenapa hati terasa berdebar saking senangnya karena sebentar lagi akan merasakan hal yang sudah ku tunggu selama berbulan-bulan.

Sampai saat di pintu masuk, penjaga tiket memberikanku sepasang earplugs. Memang di setiap konsernya, mereka selalu memberikannya secara cuma-cuma untuk para penonton. Mengingat kebisingan sudah menjadi ciri khas performa mereka yang tentu jauh dari sound normal konser lainnya. Sempat meremehkan dan berniat untuk tidak memakainya, ketika memasuki ruangan konser aku melihat tumpukan ampli-ampli gitar yang berjumlah melebihi standar band-band yang biasa aku lihat. Hal itu membuatku mengambil lagi earplugs yang sudah ditaruh dalam tas. Haha!

(Toyosu Pit, Photo by Octavia Variana)

Aku hanya berdua dengan seorang teman dan terpisah dengan rombongan karena berbedanya nomer tiket. Sempat panik ketika pandangan ke arah panggung sudah tertutup oleh orang-orang di depan, akhirnya kami berdua memutuskan untuk nekat berdiri di tangga FOH. Beruntungnya, security dan crew sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan kami berdua saat itu.

(Toyosu Pit, Photo by Anida Sabrina)

Tak berapa lama, lampu tiba-tiba padam dan para personel pun memasuki panggung. Tanpa basa-basi, mereka langsung membuka set dengan dua lagu dari album masterpiece mereka, Loveless. Mereka membawakan “I Only Said” lalu “When You Sleep” yang berhasil membuatku meneteskan air mata. Wajar saja, akhirnya bisa merasakan nuansa atmospheric itu secara langsung.

Setelah itu, mereka membawakan “New You” salah satu lagu dari album m b v. Debbie Googe terlihat sedikit lebih kalem sambil mengisi backing vokal di lagu ini. Di lagu lain, apa lagi yang temponya lebih cepat, dia selalu asik sendiri dengan bassnya mengikuti ketukannya Colm Ó Cíosóig dengan garangnya, berbeda dengan Bilinda Butcher dan Kevin Shields yang tampak selalu kalem bernyanyi di depan.

(New You at Toyosu Pit, Photo by Anida Sabrina)

Aku sengaja tidak memakai earplugs, karena penasaran ingin mengetahui setinggi apa tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mereka. Ternyata benar, baru lagu ketiga saja sudah membuat telinga terasa berdengung. Sound-nya memang sekeras itu, benar-benar membuat kuping ngilu dan seakan isi tubuh bergetar. Namun, kata keras disini bukanlah tidak bagus, melainkan sangat megah dan nyaris persis dengan lagu aslinya menurutku. Hingga akhirnya memutuskan untuk menyerah memakai earplugs di lagu ke empat.

(Kevin Shields at Sonic Mania. Photo by Satria Ramadhan)

(Debbie Googe & Colm Ó Cíosóig at Sonic Mania, Photo by Satria Ramadhan)

Lagu baru yang terselip di antara setlist malam itu tentu sangatlah memukau dan entah kenapa, tidak terasa asing bagiku. Visual di setiap lagu terasa sangat tepat, juga ketika lagu “Wonder 2” yang menjadi salah satu highlight malam itu. Tiba-tiba, semua personel memainkan gitar dan membuat kebisingan yang luar biasa. Benar-benar tidak diberikan jeda untuk bosan.

Banyak sekali momen yang tak terlupakan. Sekitar di lagu ke lima/enam kami diusir oleh crew. Ternyata, sudah banyak penonton yang mengikuti untuk diam di tangga FOH. Akhirnya kami turun dan langsung nekat menerobos ke depan hingga bertemu dengan salah satu teman dari rombongan kami tepat di tengah ruangan konser.

(Toyosu Pit, Photo by Octavia Variana)

Permainan mereka sempat tiba-tiba terhenti saat sudah memasuki pertengahan intro “Cigarette In Your Bed” karena kesalahan Colm Ó Cíosóig. Melihat ke belakang, Kevin Shields hanya merespon “crazy” lewat mic dan membuat tawa penonton. Mereka pun mengulang dengan santai lagu tersebut dengan mulus.

(Video by Haya Hiro from Youtube)

Dan momen paling mengharukan ketika mereka membawakan “You Made Me Realise”. Lagu yang pernah aku bawakan bersama Heals sebelum rilisnya Spectrum. Senang sekali, akhirnya bisa merasakan “sesi holocaust”. Sesi kebisingan luar biasa berdurasi kurang lebih 10 menit itu adalah bagian yang tidak bisa dideskripsikan. Entah harus memilih kata apa yang tepat untuk menjelaskannya, yang jelas rasanya seperti akan terjadi sebuah ledakan yang entah dihasilkan oleh efek apa saja. Saking kerasnya hingga bisa membuat orang di sebelahku muntah. Luar biasa!

(Toyosu Pit, Photo by Octavia Variana)

(Sonic Mania, Photo by Octavia Variana)

Penampilan mereka di Sonic Mania pun tidak kalah memukaunya. Nine Inch Nails bermain tepat sebelum mereka dan perbedaannya sungguh sangat terasa. Sempat berpikir kalau sound mereka tidak akan sekeras di konser sebelumnya, tetapi ternyata memang benar kalau sound yang keras sudah bagian dari karakter live mereka.

Dan satu hal lagi yang ku ingat, selain performa mereka, Bilinda Butcher di sini terlihat sangat anggun dengan dress cantiknya. Ketika memasuki panggung, membuatku dan semua penonton terpana.

(Bilinda Butcher at Sonic Mania, Photo by Satria Ramadhan)

Tentunya, melihat mereka dua kali dalam satu minggu merupakan pengalaman yang menyenangkan. Rasanya sangat puas sekali menonton pertunjukan bagus setelah menabung. Namun, kalau harus disuruh memilih, aku akan memilih konser solonya di Toyosu Pit.

(Toyosu Pit, Photo by Octavia Variana)

Mungkin karena saat itu adalah pertama kalinya. Dua puluh lagu dan hampir semua lagu yang aku harapkan ternyata dimainkan. Sedihnya, baru ku sadari kalau ternyata saat konser aku sama sekali tidak sempat untuk memotret mereka. Tapi, foto setlist ini cukup membuat tenang, walaupun fotonya kurang bagus akibat berdesak-desakan dengan penonton lainnya, aku tetap senang!

Menonton konser My Bloody Valentine merupakan sebuah pengalaman yang sangat emosional dan tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Mungkin akan terdengar sedikit berlebihan, namun konser ini menjadi konser terbaik yang pernah ku alami dalam hidup dan tentu tidak akan terlupa. Semoga suatu saat nanti bisa menonton pertunjukan mereka lagi, front row!

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
503 views
superbuzz
354 views
superbuzz
548 views
supershow
364 views
superbuzz
753 views
superbuzz
837 views