Pentingkah Seorang Produser Untuk Sebuah Band Papan Bawah ?

  • By: Satria N.B
  • Senin, 24 August 2015
  • 6407 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

“Mencari partner tangguh untuk pembuatan sebuah album”

Tidak seorang pun ada yang pernah tahu kalau satu album akan meledak/sukses atau tidak, karena jika memang ada satu ramuan pasti atau jaminan sukses, sudah pasti setiap musisi akan mendulang kesuksesan dan meraup keuntungan.

Dalam karir sebuah band, sebuah album baru bisa jadi sebuah keharusan, teka teki , gairah baru atau mungkin kadang menjadi beban tersendiri, dan dalam proses pembuatan album pun biasanya banyak ditemui kendala kendala dan berbagai tanda tanya tentang segala macam tentang teknis, ataupun bentukan konten dari album tersebut.

Mungkinkah sebuah band yang tidak punya banyak uang memiliki seorang produser?

Bagi para musisi papan atas atau penyanyi solo mungkin saja sudah disiapkan tim khusus atau peran-peran pendukung untuk membantu proses kerja si musisi dalam pembentukan sebuah album, tim khusus yang memang kompeten di bidang nya misal bidang olah vokal, aransemen musik, tata suara, sampai pebisnis industri musik, dan yang pastinya mereka juga dibayar tidak murah, katakan saja di daerah kota Bandung satu lagu bagi seorang produser bisa mencapai tarif 5 sampai 20 juta rupiah, dan itupun belum jaminan pasti untuk bisa menjadi hits.

Membuat sebuah album, berarti mengandung banyak tanda tanya besar didalam nya, yang harus di urai satu persatu untuk dipecahkan.

Lalu apa kontribusi seorang produser bagi sebuah pembuatan album? Jika memang semua materi lagunya memang berasal dari band nya sendiri. Se vital itukah peran seorang produser bagi kebutuhan sebuah pembuatan album? Adakah kategori produser handal ? apakah kita memang harus mengeluarkan uang yang banyak dalam pembuatan sebuah album ?

Dilematik dari pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan hal yang sering terlitas bagi para musisi, kadang memang kita pun mengacuhkannya atau merasa tidak butuh, lantas apakah kita memang perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memiliki seorang produser dalam proses rekaman?

Budaya berdiskusi adalah kunci.

Pada prinsip nya memilih seorang produser adalah memilih seseorang yang tepat dan dapat dipercaya oleh seluruh anggota band, memilih seorang produser adalah memilih seorang teman berdiskusi yang didukung oleh kemampuan musikalitas nya.

Ya! Budaya berdiskusi ini yang memang harus dibangun dalam sebuah pembuatan album, mulai dari awal sampai akhir rekaman. Berdiskusi bukan berarti kita di kendalikan oleh partner diskusi kita, tapi kita memang butuh orang diluar anggota band untuk bisa secara objektif memberi pandangan yang lain yang mungkin tidak terpikirkan oleh anggota band. Untuk band yang berada ditatanan industri musik skala kecil mungkin akan kesulitan menemukan orang yang kompeten atau orang yang berprofesi sebagai produser, tetapi mungkin bisa mensisatinya dengan menggaet seorang musisi disekitar kita yang mempunyai jam terbang lebih lama atau wawasan dan kemampuan musikalitas yang cukup. Apakah orang itu ada disekitar kita? Pasti ada! Bagaimana kita bisa dengan ‘enak’ menyampaikan maksud tersebut, dan nyaman bagi kedua belah pihak.

Dan bagaimana jika di tengah jalan orang itu tidak cocok ? kita cari lagi orang yang lain tentunya.. ketidak cocokan bukan berarti kita harus kapok.

Berhadapan dan berinteraksi dengan orang di pihak luar band adalah satu proses berkarya dan proses pencarian ilmu dari orang lain, proses karir seorang musisi, karena memang tidak ada juga satu sekolah musik pun yang memberikan kursus untuk membuat sebuah album rekaman untuk siap jual, dan hampir sebagian besar musisi di Indonesia adalah otodidak. Berinteraksi dan berdiskusi bersama seorang partner musisi adalah sebuah proses pembelajaran, kedua pihak sama-sama bereksperimen untuk belajar mengolah musik, dan tidak ada yang dirugikan.

Membuka diri dan menyiapkan persepsi yang baik untuk bekerja sama adalah hal yang mungkin perlu disepakati terlebih dahulu oleh semua anggota band atau kedua belah pihak, untuk bisa bekerja sama dan satu sama lain tidak mempunyai perasaan digurui atau menggurui. Kalaupun itu terjadi, kita anggap saja sebuah proses dan bersabar untuk sebuah hasil yang lebih baik.

Dari proses ini juga memang belum tentu jaminan album kita akan sukses atau laku, tapi setidaknya kita dapat meminimalisir sedikit demi sedikit pertanyaan-pertanyaan atau keraguan-keraguan yang mengganjal atau kebuntuan dalam sebuah pembuatan album.

Misi pencarian partner tangguh berdiskusi juga adalah bagian dari proses karir sebuah band, dan pembelajaran dari pengembangan musikalitas individunya.

0 COMMENTS

Info Terkait