SO CALLED ROAD MOMANGER: Perjalanan Menjadi “IBU” nya Band Rock

  • By: Ade Putri
  • Rabu, 28 September 2016
  • 9163 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Entah karena memang enggak ada lagi road manager perempuan atau nama Ade yang unisex, sampai sekarang seringkali saya dipanggil “Mas”. Hahaha. Lucu rasanya mendapat suntikan lebih, walau lewat nama.

Berawal sebagai road manager grup band punk rock asal Bali, Superman Is Dead - di tahun 2002, saya mengenal Rudolf Dethu (manajer SID saat itu) melalui e-mail. Semua bermula saat percakapan mengarah ke permasalahan kalau setiap kali ke Jakarta banyak hal yang tidak mereka dapatkan. Saya kemudian menawarkan diri untuk membuatkan technical rider - acuan yang dapat diberikan ke pihak penyelenggara acara agar kedua belah pihak mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi.

Setelah lima tahun bersama SID saya mengundurkan diri, walau sempat juga menjadi road manager lepasan, mulai dari musisi solois, band pop, hingga band pop melayu, tentu dengan berbagai tantangan yang berbeda-beda. Hingga akhirnya saya menjadi road manager untuk Seringai sejak tahun 2008.

Dengan jam terbang yang tidak sedikit, kurang-lebih ini beberapa pertanyaan yang sering saya dapati;

Ribet nggak sih kerja sama band yang isinya cowok-cowok semua? Nggak risih tuh, jadi cewek sendiri?

Enggak ribet sama sekali. Pertama, dari kecil teman saya kebanyakan cowok. Anak-anak Seringai – dari player hingga tim produksi, kayaknya sudah menganggap saya setengah cowok anyway. Hahaha. Kebetulan sekarang di tim produksi Seringai juga ada Rendha, stage photographer yang kebetulan cewek juga. Jadi enggak sendiri banget.

Biasanya road manager itu cowok kan?

Iya sih. Tapi bukan berarti cewek enggak bisa jadi road manager. Yang paling dibutuhkan itu adalah pengetahuan dasar tentang technical rider dari masing-masing artis, kemampuan berkomunikasi dengan pihak penyelenggara, serta mengatasi segala permasalahan yang timbul di lapangan. Kalau di band rock, kemungkinan terparah misalnya ada kerusuhan. Kita harus mampu berpikir secara taktis dan bergerak cepat untuk menyelamatkan semua: player, tim produksi, alat musik. Atau misalnya masalah waktu dan perizinan, kita harus cukup pandai bernegosiasi juga, dan memahami situasi.

Ada bedanya nggak kalau road managernya cewek atau cowok?

Seorang road manager adalah orang lapangan. Sebenarnya enggak ada ketentuannya sih, harus perempuan atau laki. Tapi persepsi orang secara umum kan kalau laki punya fisik yang lebih kuat dan tahan banting dibandingkan perempuan – hingga menggeneralisir kalau road manager harusnya laki. Tapi dalam beberapa hal, banyak orang yang juga suka memberikan tempat khusus buat perempuan. Jadi ya ambil saja kesempatannya, tapi begitu didiskriminasi karena gender, hajar! Hahaha.

Apa kesulitan yang sering dihadapi road manager?

Kesulitannya sih cuma kalau harus ketemu penyelenggara acara yang kurang pengalaman atau yang enggak paham konsep rider, misalnya.

Pengalaman paling menegangkan selama jadi road manager Seringai?

Waktu Seringai terpilih jadi opening act buat konser Metallica di Gelora Bung Karno, Jakarta, tahun 2013. Mulai dari konfirmasi Seringai bakal tampil hingga hari H, itu cuma sekitar 4 hari, dan kami susah untuk mendapatkan kepastian waktu sound check, urusan teknis, sampai pada kepastian jadwal di hari H. Ya kita stand by aja, disuruh sound check, ngikut. Kapan harus manggung, ya manggung. It was one helluva chance, jadi bener-bener nurut!

Hal semacam apa yang bisa bikin seorang road manager stress?

Perubahan jadwal mendadak dari tim produksi, apalagi kalau sudah diatur rapih. Ehhh tiba-tiba ada yang mendadak enggak bisa – misalnya. Nah, yang ribet itu nyari penggantinya, terus mengubah tiet pesawat dan sebagainya. Pernah suatu waktu pas jadwal tur lagi padat banget, jumlah dan anggota rombungan antar kota berubah-ubah. Kalau sudah begitu harus teliti banget saat listing nama dan booking tiket pesawat, Kalau sampai salah, bisa boncos! Hahaha.

Ada tips buat yang pengen jadi road manager?

Pertama, be responsible for yourself. Wajib jaga kondisi badan & kesehatan. Karena kalau sampai sakit, siapa dong yang bakal ngurusin band & tim produksi. You’re the one who should take care of them – bukan. Terus, harus resourceful. Banyak tanya ke panitia untuk memastikan kamu & tim akan mendapatkan apa yang sudah kalian minta melalui rider. Kalaupun sampai enggak sesuai, harus sudah tahu sejak awal dan tahu penggantinya. Aktif, jangan pasif! Dan yang terpenting: be well organized.

 

Photo by: @abottsky from personal twitter

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
6321 views
supernoize
4040 views
supernoize
3746 views
superbuzz
4698 views