RUDOLF DETHU: Mano Cornuto dan Polemik Simbol ‘Tanduk Setan’

  • By: Rudolf Dethu
  • Senin, 3 July 2017
  • 8837 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Di tulisan ini, Rudolf Dethu mengulas simbol ‘devil horns’ yang belakangan ini sempat menjadi polemik lantaran simbol musik metal itu ingin dipatenkan oleh bassis KISS, Gene Simmons. Sedikit menyegarkan ingatan, belum lama ini Simmons ingin mematenkan simbol tersebut karena merasa ia yang menciptakannya. Publik pun mencercanya karena merasa simbol itu lebih lekat akan penyanyi heavy metal legendaris, mendiang Ronnie James Dio. Bahkan terdapat bukti bahwa The Beatles dan Coven telah menggunakannya di penghujung dekade 60-an. Usai diserang berbagai pihak, akhirnya Simmons menarik tuntutan hak paten tersebut

***

Mano Cornuto?

Duh, sahibul hikayat apalagi ini? Coba, Anda familiar tidak dengan gestur tangan seperti di foto ini?

Di skena musik Nusantara, bentukan jari-jari macam begitu lebih dikenal dengan istilah ‘Salam Metal’ (komplet diiringi dengan gaya nyengir seraya menggeram: “Aaaargh…!!!”). Nah, bahasa ilmiahnya adalah Mano Cornuta yang lalu dibahasa Inggriskan menjadi ‘The Devil Horns’.

[bacajuga]

Jika dikilas balik, kebiasaan membentuk jari tangan seperti itu bahkan telah dimulai sejak dini di India. Siddharta Gautama kerap memperagakan gestur ‘Karana Mudra’ untuk buang sial juga mengusir roh jahat. 

Sementara zaman Yunani Kuno di wilayah Mediterania memunculkan telunjuk dan kelingking disertai melipat 2 jari tengah dan menimpanya dengan ibu jari, yang memiliki arti simbol kutukan atau hal-hal vulgar lainnya.

Simbol ini mulai dirangkul oleh kalangan musisi, konon sudah dimulai sejak era The Beatles. Terutama pada karikatur John Lennon di sampul orisinal piringan hitam Yellow Submarine



Blackie Lawless (W.A.S.P.), Gene Simmons (Kiss), dan Frank Zappa juga pernah terdeteksi ber-Mano Cornuta. Namun eksistensinya menjadi penting. Branding-nya jadi amat kuat saat Ronnie James Dio kerap mengusung simbol tersebut ke publik. Pria gahar bernama asli Ronald James Padavona yang merupakan biduan di kelompoknya sendiri, Dio—serta sempat menjadi garda depan di Rainbow pula Black Sabbath—intens menggegarkan paham bahwa bentukan jari tangan khas tersebut adalah pekat setan, satanik, the devil horns. Keruan saja publik muda penggemar musik cadas langsung beramai-ramai menyembah ‘berhala’ baru ini. Hail Satan!



Mano Cornuto belakangan menjadi identik dengan musik metal itu sendiri. Sama pentingnya dengan identitas metal macam angka keramat ‘666’ serta lagak ‘headbanging’. Malah di era terkini, dalam aktivitas bersurat elektronik serta SMS pun simbol ini diadopsi menjadi “\m/”.

Bagaimana dengan yang ini?

Well, gambar di atas jelas tidak ada hubungannya dengan Dio dan segala memedi di musik cadas. Gestur tangan yang sungguh mirip itu ternyata lazim digunakan oleh mahasiwa The University of Texas at Austin yang menyuarakan slogan “Hook ’em”. Oleh mereka salam khas itu divisualisasikan lewat simbol tangan yang dinamai ‘Hook ‘Em Horns’. Namun popularitas Hook ‘Em Horns tampaknya terjembab gara-gara disaingi The Devil Horns.

“Put your horns up in the air
And wave like you just don’t care…”

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1867 views
superbuzz
1318 views
superbuzz
412 views
superbuzz
796 views
superbuzz
1693 views