Skena Musik Keras, Regenerasi Sulit?

  • By: Satria N.B
  • Senin, 31 August 2015
  • 5244 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Berdiri didepan ribuan penonton, berkeringat puas dan berteriak keras yang disambut riuh sambil mengacungkan kepal di atas adalah pemandangan yang selalu di nantikan oleh setiap band musik keras ... dan sudah pasti mereka selalu mengharapkan suasana seperti itu terulang dan terulang lagi di setiap panggungnya.

Bayangkan kita sudah mempunyai band yang sudah terkenal, job panggung tak pernah henti, musikalitas yang bisa mendobrak dan mencuri perhatian pendengar, aksi panggung yang selalu bisa membuat penonton tertohok. Sudahkah band kita seperti itu ? atau baru saja berpikiran akan membuat sebuah band ?

Memulai untuk memiliki band baru dengan genre musik keras bisa disebut memulai perjalanan musik yang terjal dan panjang, arena bermain musik keras memang wilayah yang sangat luas sekaligus seru untuk diselami ...  tapi apakah memang kita mampu untuk menguasai medan yang begitu luas itu? Apakah band kita akan akan terlihat jelas jika berdiri di tengah-tengah mereka?

Sebut saja 5 band musik keras yang ternama di indonesia yang kita suka saat ini, apakah juga mereka selalu gagal dalam setiap album baru yang dikeluarkannya? Apakah mereka kerap gagal dalam mencuri perhatian para fans nya? Hampir mereka tidak pernah luput dari mendulang kesuksesan dan sambutan baik, dan mungkin saja kita tidak bisa membantah tentang kualitas musik dan performa mereka.

Ya! Mereka seolah tidak akan pernah mati dan selalu berdiri kokoh disana.

Lantas bagaimana dengan nasib karir band-band atau generasi muda yang baru muncul ?

Mengejar popularitas band-band musik keras papan atas memang seperti kita melihat sebuah puncak gunung, seolah sulit menggapai dan menduduki nya.

Dan apakah band-band baru akan harus tetap berada dibawah permukaan ? Apakah kita memang harus menunggu perjalanan karir yang panjang seperti band-band tersebut ? dan mungkin jawaban dari pertanyaan tersebut bisa ; ‘iya’ atau ‘bisa diusahakan dipercepat’.

Band aliran musik keras bisa di indektikan dengan musikalitas, speed dan performa yang intens. Maka diperlukan latihan musik dan pelatihan fisik yang intens juga tentunya. Para pemula atau band baru pastinya sangat dianjurkan untuk mengejar trend warna dan musikalitas yang sedang diperhatikan atau digandrungi oleh para musisi musik keras... dan sama seperti genre musik yang lain, mengejar skill musik adalah pondasi vital bagi pembuatan lagu musik keras, dan jika kapasitas musikalitas masing-masing anggota band bisa tumbuh bersamaan tentunya adalah kondisi yang sangat ideal.

Kapasitas musikalitas masing-masing personil dalam sebuah band tentunya menentukan arahan pembuatan lagu beserta tingkat kesulitannya, dan menentukan seberapa jauh kwalitas musikalitas band tersebut akan dibawa.

Kwalitas materi lagu tentunya adalah jawaban pertama dari semua pertanyaan ketika suatu band musik keras menelurkan album,  bagaimana musikalitas suatu band akan unjuk gigi dan menyita perhatian publik. Jadi pastinya tidak akan ada celah bagi mereka yang enggan atau malas mengasah musikalitas dan fisik nya. Bayangkan jika ada sebuah band baru, muncul entah dari mana dan materi musik nya seolah menonjok muka dan membuat mata kita melotot kegirangan dan kagum. Pasti akan menjadi fenomena yang tak terlupakan.

Lalu, apakah materi lagu yang teknikal dan super bagus sudahkah cukup? Apakah materi album baru kita akan dikenal langsung dan cepat diminati oleh publik ? Se ‘keren’apakah album kita akan di apresiasi ? apakah labum kita pasti akan laku dipasaran?

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu sulit untuk dijawab atau mungkin tidak akan pernah ada jawabannya...

Sebagai tawarannya, mungkin target kinerja dari satu band bisa ditentukan di awal, setelah kita istilahnya ‘Pede atau mantap’ dengan materi album kita, maka tidak ada alasan untuk menunda-nunda untuk mensosialisasikan materi album kita, tidak pernah menunggu bola dan menyebarkan nya secara kontinyu tanpa putus adalah akselerasi karir ‘Colongan’ yang bisa kita dapat, ketimbang menunggu jadwal dipanggil manggung.

Mari kita mengganti pertanyaan kita tentang ; “Kapan band saya akan terkenal?”menjadi “Kapan band saya akan produktif ?”.

Mungkin tidak ada definisi baku tentang rumusan produktifitas sebuah band. Melawan stagnasi atau suasana statis dari keseharian perjalanan karir suatu band, bisa jadi suatu solusi awal dan permulaan semangat untuk berkarya...

Rutinitas dan target-target kerja tentunya akan tertata rapi dengan sendiri nya jika kita menguasai dari rasa kekosongan tersebut .

Dapatkah sebuah band baru dapat menggantikan atau meneruskan generasi band yang sebelumnya? 

 

Foto : photoblog.statesman.com

0 COMMENTS

Info Terkait