Supernoize: Arief Blingsatan

Supernoize: Arief Blingsatan

Trend bersepeda kembali marak pasca pandemi kemarin, menurut info penjualan sepeda ini adalah gelombang trend dunia dimana pabrik-pabrik sepeda sampai kewalahan melayani permintaan, bahkan sampai harga sepeda melonjak seketika, fenomena ini terjadi lantaran program PSBB kemarin yang membuat masyarakat bosan di dalam rumah dalam ketakutan dan kekhawatiran, sepeda muncul sebagai solusi selain menimbulkan kepercayaan diri atas kesehatan berkaitan dengan bersepeda adalah olahraga, juga bersepeda dianggap hal ekonomis yang menyenangkan sebagaimana kegembiraan bisa membentuk imun tubuh karena hormon endorfin meningkat, karena mungkin bersepeda ada unsur rekreatif membuat aktifitas ini semakin digandrungi di semua lapisan masyarakat bahkan budaya bersepeda ini merembet ke budaya hedonis para kalangan selebriti, dimana sepeda kini menjadi barang prestisius.

Dari fenomena di atas kali ini penulis mencoba menengok kegiatan bersepeda para musisi.. Ada kebutuhan dari sebagian masyarakat kita untuk melampiaskan kebebasan dari pembatasan-pembatasan pada masa ini yang membuat tren ini melanda sebagian masyarakat kita termasuk para musisi Indonesia baik itu yang baru bersepeda maupun yang sudah lama bersepeda, antusias yang menggelora kegiatan bersepeda para musisi ini juga mendongkrak gengsi trend bersepeda kembali hidup, memang ada sedikit hal negatif yang diakibatkan dari fenomena ini dimana membludaknya para pesepeda di jalanan sedikit banyak mengganggu lalu lintas jalanan dikarenakan ada hal2 yang belum terbiasa bagi masyarakat kita demikian sebaliknya budaya bersepeda ini sebenarnya cenderung menghasilkan dampak positif.

Seperti halnya musisi mancanegara seperti Pharrel Williams, Pink, Bono U2 dan yang lain, di indonesia juga tercatat musisi yang gemar bersepeda baik itu yang baru maupun yang sudah lama, atau mereka yang kembali dengan hobi bersepeda nya lagi. 3 personil Superman Is Dead (Jerinx, Bobby dan Eka), Nugie dan Aryo Wahab dari the Dance company, Ernest dari coklat, Tora Sudiro dari The Cash, Vincent ex Club 80's, Robi Navicula, Erix Soekamti, Buux dari Turtless Jr, Agung hellfrog dari Burgerkill, Shandy Pas band, Gery Shakala, Yacko, Diego Shefa dari Noxa, Zewex Karpet, Endah N Rhesa dan masih banyak lagi diantaranya Arief dari blingsatan selaku penulis dan saya yakin masih banyak lagi para musisi yang kini gemar bersepeda. 

Tidak hanya sekedar hura-hura bersepeda saja selain kegembiraan yang di dapat sebagai benefit, bersepeda sangat berpengaruh dengan vitalitas kebugaran seorang musisi dimana seorang musisi erat sekali dengan aktivitas yang membutuhkan kondisi fisik yang prima dari vitalitas untuk konser, menambah vitalitas pernafasan hingga untuk sekedar membantu menemukan berat badan ideal. Bahkan diantara mereka melakukan hal-hal yang ekstrim dari trip dengan jarak berkilo-kilo seperti yang di lakukan oleh Ernest Coklat dan Gery Shakala bahkan mantan drummer Alexa, Fajar Arifan kini telah menjadi atlet Internasional Triathlon dan mungkin masih banyak lagi kawan-kawan musisi yang melakukan hal-hal di batas kewajaran dengan sepedanya.

Ada hal yang menarik dari skena musisi Punk Indonesia ketika Bersepeda juga bisa sebagai media gerakan positif yang digerakkan oleh para musisi... seperti yang dilakukan 3 personil Superman Is Dead, Bobby, Eka dan Jerinx yang mengkampanyekan tentang kepedulian terhadap alam di Bali, Kemudian di Yogyakarta ada Erix Soekamti yang menggerakan masyarakat bersepeda untuk

mempromosikan dan mendukung industri lokal, yang terkenal dengan nama ‘Nglarisi dagangane konco’, kemudian di Bandung ada Buux gitaris Turtle JR bersama kawan-kawan musisi bersepedanya yang tergabung di dalam komunitas "Bike Punk” yang kerap melakukan gerakan sosial bersama. Sedangkan di Surabaya ada homelesscaneat sebuah gerakan yang digerakkan oleh Arief, bass/vocal Blingsatan bersama teman-teman fixed gear nya, sudah berjalan hampir 2 tahun lebih, gerakan yang mengakomodir lifestyle "bike messenger’ dimana para pesepeda ini memposisikan diri sebagai kurir untuk menyampaikan bantuan berupa makanan mewah bagi orang-orang yang membutuhkan di jalanan.

Bersepeda tidak hanya menjadi sekedar olahraga, transportasi maupun rekreasi saja bersepeda mungkin akan berkembang menjadi media ekspresif untuk melakukan hal-hal yang mempunyai “value” lebih dari biasa, apalagi digagas dan digerakan oleh para pemuka kreatif.. Khususnya para Musisi Indonesia.

0 COMMENTS