Tahun 2021 (Nampaknya) Masih Akan Puasa Konser

Tahun 2021 (Nampaknya) Masih Akan Puasa Konser

  • By: Yulio Piston
  • Jumat, 12 February 2021
  • 502 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tradisi membuat daftar deret lagu dan album terbaik sepanjang tahun, sudah dilaksanakan oleh banyak orang di penghujung 2020 kemarin. Khususnya bila bicara liga musik keras, menyenangkan rasanya melihat dan menikmati rilisan-rilisan anyar dari para nama kelas satu macam Deftones dengan Ohms, Throes of Joy in the Jaws of Defeatism milik Napalm Death, hingga Ordinary Man dari sang sesepuh Ozzy Osbourne. 

Tak cuma itu, sederet young guns juga turut meluncurkan rilisan panas. Code Orange dengan Underneath, Emma Ruth Rundle & Thou melalui May Our Chambers Be Full, sampai High Risk Behaviour yang agresif dari The Chats. Contoh dari dalam negeri pun tak kalah mengerikan, Death Vomit melepas album brutal Dominion Over Creation, Hellcrust yang tetap terdengar kokoh di Sejawat meski baru saja bongkar pasang onderdil, dan Fraud kembali menyalakan mesin hardcore-nya lewat Sanctuary

Melihat produktivitas musisi metal/rock/punk tersebut, setidaknya para penggemar masih merasakan panasnya geliat dari kancah ini. Walau tak bisa dipungkiri, pertunjukan live adalah esensi utama dari sebuah unit musik keras. Pertukaran energi antara audiens dan penampil yang terjadi melalui headbanging, air-guitaring atau circle pit adalah kodrat utamanya.

Sepakat untuk mengakali keterbatasan yang ada, banyak pihak ramai-ramai mencoba menyajikan pertunjukan live stream sebagai alternatif hiburan di tengah pandemi, tidak terkecuali bagi musik keras. Behemoth, Down, Cro-Mags, Amenra, Obituary, Dropkick Murphys, Deadsquad, The SIGIT dan banyak lainnya, menggelar konser live stream dengan bermacam gimmick masing-masing. 

“Obat rindu” untuk para penggemar ini tentunya tidak bisa dipungkiri hanya bersifat sementara. Bila melihat comment section dari berbagai akun festival dan band-band, porsi yang merindukan aktivasi konser offline jumlahnya jauh lebih besar daripada yang terpuaskan melalui konser live stream. Karena kembali lagi, esensi dari sajian musik keras adalah tukar energi yang sejatinya hanya akan bisa terjadi ketika penggemar datang langsung melihat idolanya berada di atas mimbar panggung.

Asa memang tetap dijaga. Berbagai jadwal tur dan festival yang gagal terlaksana di tahun 2020, pun mengumumkan pergantian tanggal dengan harapan tetap bisa berlangsung di tahun 2021. Yang lebih menggembirakan lagi, Vaksin Pfizer/BioNTech juga telah disahkan oleh Uni Eropa sebagai vaksin COVID-19 per tanggal 27 Desember kemarin. 

Meski demikian, catatan horor pun juga datang mengikuti. Hammersonic, festival metal terbesar di Asia Tenggara yang dijadwalkan untuk bisa digelar pada 15-17 Januari 2021 di Jakarta, resmi ditunda hingga ke 26-27 Maret 2022. Hal tersebut juga menimpa Roadburn, gelaran akbar bagi para penikmat genre stoner/doom metal ini juga secara resmi telah mengumumkan pengunduran jadwal, dari April tahun 2021 ke tahun 2022. 

Bila berkaca dari tahun 2020 lalu, efek domino dari pembatalan satu festival akan terasa ke festival-festival lainnya. Karena jadwal tur panjang dari band-band dan festival banyak digelar pada libur musim panas di tengah tahun. Terlebih lagi, belum ada satu negara pun yang berani menjamin bahwa area mereka benar-benar terbebas dari COVID-19. Dampaknya tentu berimbas pada pemberian izin keramain serta dokumen-dokumen penunjang lain yang ada di dalamnya. 

Kesialan belum berhenti sampai di situ. Minggu awal 2021, dunia geger oleh rencana sederet negara-negara di Eropa yang akan kembali memberlakukan lockdown karena angka penyebaran COVID-19 yang belum juga melandai kurvanya. Jerman, Prancis dan Inggris adalah salah tiganya. Isu mutasi virus yang berkembang di Inggris juga tentunya membuat ketir masyarakat dunia.

Berita-berita mengerikan macam ini pasti membuat ciut harapan yang ada sebelumnya. Konser dan festival, metal/rock/punk khususnya, sepertinya memang benar-benar harus ditunda pelaksanaannya hingga pandemi ini usai sepenuhnya. Karena live stream atau konser social distancing bukan merupakan jawaban dari kerinduan akan keseruan yang ada di tengah mosh pit.

0 COMMENTS