Teori Gembel Luks

Teori Gembel Luks Eps. 1: Fotocopy Hingga Meng-copy

1988 adalah tahun pertama kali gue mulai tahu tentang musik “ajaib”, di mana hanya dengan dua kunci gitar saja sebuah band bisa mengeluarkan album. Ya,The Exploited album Punks Not Dead, band ajaib pertama yang gue dapat kasetnya dari temen yang baru pulang dari negaranya Ronald Reagan, yang menjabat sebagai presiden AS saat itu.

Kuping yang masih awam karena dimanjakan oleh Duran-Duran membuat gue merasa aneh akan musik ini, ditambah lagi kaset keduanya adalah Cryptic Slaughter album Convicted di mana musiknya buat gue lebih ajaib lagi karena makin gak jelas dan super ngebut. Saat itu band terkeras yang gue denger cuma Dio dan Black Sabbath aja, haha. Namun lucunya, setelah setiap hari gue dengerin kok malah makin menikmati, bahkan akhirnya keingintahuan gue sama band-band ajaib itu bertambah. Tanpa habis pikir akhirnya gue pun bertanya-tanya ke temen tentang band-band ini. Alhasil gue dipinjemin kaset-kaset band ajaib ini dan belajar tentang genre dan dandanan band-band ajaib ini.

Di sinilah asal muasal akhirnya gue merengek ke ortu untuk minta dibeliin tape double deck supaya bisa merekam dari kaset ke kaset. Yap, modal gue cuma beli kaset kosong durasi C46 (46 menit) di mana hampir semua band-band ajaib itu albumnya gak ada yang sampe 60 menit, terus supaya lebih enak buat dilihat, gue pun mem-fotocopy cover-nya, bahkan terkadang diwarnai sesuai aslinya (kalau yang background-nya putih, seperti D.R.I. - 4 of a Kind dll). Mungkin ini bisa dibilang membajak secara tidak langsung, bedanya gue gak jual lagi tapi hanya untuk kepentingan pribadi aja, karena kita tahu di tahun itu Indonesia sangat terkenal dengan pemalsuan dan pembajakan kaset band luar negeri, bahkan dijual resmi di toko-toko kaset hingga ada versi cover version-nya. The Best Of Chicago misalkan, ada yang bajakan resmi dinyanyikan Chicago, ada yang dinyanyikan oleh orang lain. Namun sudahlah, di sini gue gak membahas soal pembajakan tapi lebih ke seni saat gue mengoleksi kaset-kaset fotocopy ini.

Seiring berjalannya waktu (udah kayak penulis aja, haha) gue pun akhirnya punya versi asli kaset-kaset dari band-band yang akhirnya gue suka bahkan ngefans banget dengan band tersebut. The Exploited semua albumnya gue koleksi dan masih ada hingga saat ini, begitupun beberapa band lain yang masih gue simpen kasetnya (hampir semua kaset ini adalah kaset import). Kenapa gue mengoleksinya? Nah ini yang menarik. Jujur pada saat itu gue gak mikir kalau membeli kaset orisinal itu membantu perputaran industri musik, bahkan menyejahterakan si pelaku musiknya. Gue dulu koleksi untuk kebanggaan dan gaya-gayaan aja awalnya, jadi kalo temen main ke rumah liat koleksi gue kayaknya gimana gitu, hehe.

Ini sama halnya dengan kita mengoleksi kaos-kaos band orisinal dari Paman Sam, dan gue baru sadar akan hal ini itu di tahun 1997, saat band gue Waiting Room merilis album. Betapa susahnya kita rekaman, dari mulai waktu hingga modal terutama, dari situ gue ngebayang semua musisi yang bergerak di jalur independen terutama, gimana perjuangan mereka untuk merilis sebuah album itu sangatlah tidak mudah.

Dari sinilah akhirnya gue mulai menghargai karya, mulai dari audio hingga artwork-nya. Mungkin buat beberapa penikmat musik yang bukan pelaku musik, hal ini tidak terlalu signifikan terasa di diri mereka, tapi ini bisa akan berubah kalau kesadaran kita untuk menghargai karya dimulai dari diri kita sendiri dulu. Saat ini para pelaku musik sudah sangat dihargai karya ciptanya, dan di era digital sekarang ini, gue pun mendaftarkan diri ke agregator yang gue percaya untuk mengurus semua lagu-lagu yang gue ciptain, dan itu sangat menguntungkan banget buat gue. Bukan dari hasilnya, melainkan dari kebanggaan tersendiri buat gue walaupun hasilnya bisa buat nyambung hidup, haha.

Tapi lepas dari semua itu masih banyak para penikmat musik yang masih meng-copy audio secara manual. Mungkin dulu eranya meng-copy dari kaset, sekarang meng-copy dari HP temen, atau bahkan yang lebih parahnya merekam audio dari YouTube. Banyak banget aplikasi yang bisa mengakomodir semua ini.

Jujur memang susah untuk melawan semua ini, tapi coba pake teori gembel gue deh, sepertinya bisa berubah walau gak signifikan, hehe. Coba para penikmat musik jadikan band idola atau band kesukaan mereka jadi suatu kebanggaan atau bahkan menjadi trend dengan mengoleksi merchandise asli atau rilisan fisik band idolanya (kaset, CD, vinyl). Kayak gue dulu gue bangga banget punya kaset The Exploited komplit, bahkan kaos-kaos band yang gue suka dan gue pamer ke temen-temen gue, apalagi ada tanda tangannya. Sekarang banyak band yang membuat gimmick dengan membeli produk mereka saat manggung bisa berkesempatan dapet tanda tangan langsung. Kalau ini ada zaman dulu mungkin gue udah banyak banget mengoleksi kaos ROXX dan Iwan Fals yang penuh tanda tangan, haha.

Memang sudah ada penikmat musik yang melakukan ini, tapi bayangkan kalau semua melakukannya. Teori gembel gue berpikir pasti akan semakin maju musik di tanah air, bukan hanya pelakunya tapi penikmatnya juga. Bayangkan kalau semua penikmat musik punya koleksi di rumahnya. Bisa buat cerita ke anak cucunya atau bahkan menjadi museum sejarah kehidupan musiknya. Ini salah satu cita-cita gue juga, gue pengen punya satu ruangan yang menceritakan perjalanan gue bermusik. Nah buat para penikmat musik bisa juga mempunyai satu ruangan yang menceritakan bagaimana dia mengumpulkan koleksi-koleksinya, jadi bisa bayangin dong kalau semua penikmat musik itu kolektor, haha (teori gembel gue aja ini sih).

Zaman sekarang adalah zaman digital di mana hampir semua band jarang yang merilis fisik (termasuk Superglad baru-baru ini, hehe) tapi jika band itu merilis merchandise alangkah baiknya juga kita mengoleksi merch-nya apapun itu bentuknya, yang suatu saat akan menjadi sejarah kehidupan lo sendiri. Intinya dari semua teori gembel gue ini tetep aja kembali kepada kesadaran kita masing-masing. Gue yakin temen-temen penikmat musik punya teori gembel juga dalam hidupnya, hehe. Alangkah baiknya kita saling berbagi teori gembel bersama. Semoga tulisan gue bisa saling membuka pemikiran tentang teori gembel kita masing-masing, haha. See you di teori gembel gue berikutnya! Walk together rock together. \m/

0 COMMENTS

Info Terkait