Yulio 'Piston': Mengejar Idola Sampai ke Penjuru Dunia

  • By: Yulio Onta
  • Rabu, 28 November 2018
  • 643 Views
  • 0 Likes
  • 4 Shares

Pernah merasa selera musik kalian terlalu edgy? Atau bahkan cenderung lebih oldskool dari kebanyakan orang? Memang, bicara soal selera, tentunya barang yang satu ini bukan untuk diperdebatkan keberadaannya. Namun dengan berbagai pertimbangan dalam skala prioritas, memang selera yang tidak sesuai dengan jumlah mayoritas, tentu akan sulit dipenuhi kebutuhannya.

Maksudnya begini, sebagai contoh, tentu ada beberapa fans Metallica yang juga penggemar Opeth, penikmat musik Blur yang juga menggilai The National, fans dari Avicii yang juga punya selera pada musik milik Justice, atau penggemar Lorde yang juga cinta setengah mati dengan Florence and The Machine.

Nah, daftar mentereng seperti Metallica, Blur, Avicii atau Lorde tentu merupakan barang manis jaminan laris untuk para promotor musik dalam negeri. Faktor nama besar jelas memengaruhi tingginya daya beli para penggemarnya, dan ini tentu saja membuat para pelaku bisnis musik tidak ragu untuk bertaruh besar mendatangkan mereka ke Indonesia. Yang kemudian hasilnya pun sesuai ekspektasi: tiket ludes berhasil membuat sumringah sang pemrakarsa acara. Semua senang, semua menang.

Sedangkan untuk deret contoh seperti Opeth, The National, Justice atau Florence and The Machine adalah nama-nama yang masuk kategori “tanggung”. Nama mereka memang kelas wahid di kancah internasional, tapi belum sebegitu kece bila didatangkan ke sini.

Bukan bukan bukan, mereka bukan tanpa penggemar di Indonesia, tentu ada dan jumlahnya lumayan. Ingat, skalanya masih dalam takaran lumayan, dilihat dari segi bisnis tentu agak diragukan apakah neracanya mampu bergerak ke arah positif, atau malah boncos nantinya. Ongkos produksi yang besar nampak belum berimbang dengan estimasi jumlah penonton yang diharapkan hadir. Risiko besar menanti di depan.

Dapat menyaksikan secara langsung band yang menjadi favorit selama bertahun-tahun tentu merupakan pengalaman yang berkesan. Bahkan bagi sebagian orang, ritual menonton konser sudah menyentuh level spiritual. Sering mendengar ungkapan “Naik haji britpop”, “Naik haji metal”, “Naik haji punk rock” kan?

Seperti dikatakan di atas tadi, bersyukurlah apabila idola kalian memiliki nilai jual yang besar dan mampu menyedot ribuan penggemar untuk rela berbelanja tiket pada hari pertama penjualan. Besar kemungkinan mereka bisa datang ke Indonesia, negara yang secara bisnis tidak oke-oke amat tapi memiliki penggemar yang militan.

Sedangkan untuk yang tidak, bagaimana jadinya? Apakah mimpi harus mandek sampai di situ? Karena mengejar idola sebelum mereka memutuskan hiatus tak berujung lalu bubar jalan atau meninggal dunia adalah hal yang perlu diperjuangkan. Setidaknya yang paling terfavorit, nomor satu dari list lima besar.

Saat tekad sudah bulat, niatan tentu dijaga terus. Kalau sudah begini, cara mengakalinya adalah dengan berangkat ke luar negeri. Mengejar mereka-mereka sampai ke negeri seberang karena sulit rasanya untuk disaksikan di sini. Ungkapan model “Wah kan mahal banget,” atau “Gila lo, nonton band doang aja sampe bela-belain keluar negeri,” tentu akan terdengar dari sekitar.

Tapi tenang, karena mereka tidak mengerti tentang indahnya fanatisme yang bisa sampai sebegitunya, atau ternyata ini adalah apresiasi terhadap apa yang dicintai dalam level yang paling tinggi ? It’s a satanic drug thing you wouldn’t understand bila meminjam istilah milik Monster Magnet.

Mengejar idola sampai ke luar negeri sebetulnya berat-berat-ringan. Tidak sesulit itu, dan tentu saja tidak seenteng itu. Apalagi makin jauh regionnya, tentu makin banyak pula hal yang perlu dipersiapkan. Karena ini tentang bepergian melintas jarak yang jauh, modal nekat saja nampaknya belum cukup, meskipun hal itu adalah awalan yang paten hingga akhirnya bisa terpikir sampai kesini.

Tiket konser yang pernah didatangi

Apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum bertolak ke luar negeri untuk mengejar sang idola tentu ada banyak, juga berkaitan dengan karakter tiap individu seperti apa. Mewah atau tidaknya gaya masing-masing.

Meski demikian, ada beberapa poin-poin besar yang telah dirangkum dan bisa disimak untuk membuat rock trip kalian menjadi lebih nyaman, seperti:

Persiapan dokumen

Ini adalah yang paling utama. Selain paspor yang menjadi identitas internasional, ada surat izin masuk dan tinggal ke sebuah negara yang disebut visa. Ini yang perlu dicari tahu, beda lahan beda peraturan.

Contohnya, bagi pemegang paspor Indonesia tidak perlu mengurus visa bila bepergian ke sekitaran Asia Tenggara. Visa jenis Schengen yang berlaku untuk negara Uni Eropa tidak bisa digunakan di wilayah Britania Raya, visa masuk Jepang dalam jangka waktu yang tidak lama dapat menggunakan visa waiver, serta ada beberapa negara yang bisa mengurus visa di gerbang kedatangan.

Ketahui bagaimana regulasi negara tujuan kalian sebelum tiba di sana. Setelah paspor dan visa sudah siap, segera urus dokumen asuransi perjalanan/liburan. Karena nasib yang tidak bisa ditebak, dan manusia yang baik adalah manusia yang selalu berpikir sampai ke kemungkinan terburuk.

Tiket murah

Tentang prinsip dasar ekonomi, dengan modal yang seminim mungkin diharapkan hasil semaksimal mungkin. Semua tentu mengangguk setuju. Siapa pula yang tidak senang dengan hal tersebut? Oleh karena itu, silahkan berselancar di dunia maya mencari harga tiket mana yang cocok dengan kantong dan mengkomparasi dengan banyak situs lain.

Bisa juga dengan mendatangi beberapa travel fair yang ada di kota kalian, harus rela antri sejak subuh serta jangan ragu bertanya. Karena biasanya, tiket di musim dingin akan lebih murah bila dibanding saat kalian bepergian di musim panas. Beberapa maskapai juga menawarkan harga dan paket ekonomis di waktu-waktu tertentu. Jadi, rajin-rajin saja mencari tahu.

Agenda perjalanan

Rancang rute perjalanan se-efisien mungkin. Misalkan tiket untuk pulang pergi dengan harga paling bersahabat membutuhkan rentang waktu selama 7 hari dan festival yang kalian tuju menghabiskan 3 hari. Sisa 4 hari bisa dimanfaatkan berkeliling kota melihat isinya. Jangan sungkan bertanya tentang sistem transportasi lokal, karena di beberapa negara, bus pariwisata yang membawa kalian berkeliling ke objek wisata biasanya tidak dikenakan biaya.

Opsi lain adalah menyempatkan waktu mampir ke beberapa record store yang paling cocok dengan selera kalian untuk menambah atau bertukar referensi dengan orang lokal, pertemanan seperti ini biasanya membawa ke pengalaman seru di kemudian harinya.

Pahami lokasi

Kulik sampai sedetail mungkin. Apa nama daerah tempat pertunjukan berlangsung, bagaimana akses kesana, di mana penginapan yang lokasinya strategis dan mudah dijangkau, apa mata uang yang dipakai, apakah biaya hidup di daerah tersebut sesuai dengan anggaran, apa saja fasilitas lokal yang bisa digunakan gratis dan sebagainya. 

Karakter penampil dan acaranya

Kalau yang ini selain faktor beruntung, memang membutuhkan naluri yang cerdik. Siapa yang tidak ingin berfoto bersama idolanya? Nah, hal ini kadang tidak sesulit yang dibayangkan tentang bagaimana cara untuk bisa berfoto bersama mereka atau akses seperti apa yang dibutuhkan. Tidak serumit itu memang, tapi agak tricky.

Kalian harus tahu bagaimana karakter si band, semisal band metal dengan skala menengah seperti Eyehategod atau Baroness, personelnya sering keluyuran di sekitaran venue sebelum mereka tampil. Kalau beruntung, bisa dicegat saja asal pandai mencari celah. Sedangkan festival macam Laneway Festival di Singapura atau Roadburn di Tilburg, Belanda, para band yang tampil juga sering lalu lalang di arena pertunjukan. Di festival suasananya agak lebih santai dan sering kali mereka juga ingin menyaksikan penampil lainnya.

Bersama Mike Williams dan Gary Meder dari Eyehategod di Jerman (foto kiri), bersama Jeremy Bolm dari Touche Amore di Belanda (foto kanan)

Menabung

Jangan salah, menabung yang dimaksud di sini adalah menabung yang super ekstra.  Misalkan, buat proporsinya menjadi 70-30 dengan pengeluaran rutin, atau bila kalian bekerja kantoran maka cari lubang lain untuk beberapa proyek lepas yang bisa menambah uang kas. Biasanya, dengan jumlah tabungan yang makin besar maka niatan untuk segera berangkat juga makin menggebu.

Setelah dipahami dan dirasa sanggup, maka saatnya membulatkan sekali lagi keinginan untuk mengejar idola hingga ke luar negeri. Ingat lagi faktor-faktor macam mereka sulit untuk konser di Indonesia karena demand yang rendah, mereka adalah tipikal band yang rawan bubar dan usia yang tidak muda lagi.

Bila sudah semakin yakin, maka sering-sering saja mendengarkan lagu mereka selagi mencicil persiapan menuju keberangkatan. Membangun euforia dari jauh hari yang akan meledak saat tiba di kota tujuan dan menyaksikan mereka menggeber aksi terbaik di depan mata.  

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
3189 views
superbuzz
1086 views
supertapes
2881 views

Supertapes: Piston

superbuzz
1589 views