Under The Sign Of Black Mark: 10 Album Pengantar Black Metal

  • By: NTP
  • Sabtu, 16 December 2017
  • 4923 Views
  • 0 Likes
  • 3 Shares

Kata ‘black metal’ di mesin pencarian internet akan menghasilkan temuan dari pembakaran gereja, band dengan satu personel, hingga tata cara memakai corpse paint dengan benar. Sejak awal menggeliat dari kegelapan hingga menjadi genre metal terkenal, black metal terus diperdebatkan dan berkembang.

Di awal dekade 80-an, black metal adalah thrash metal yang memiliki vokal kasar, dimainkan jauh lebih cepat dan berlirik Satanik. Riff tremolo, blast beat dan vokal memekik adalah corak dominan black metal. Produksi album black metal terdengar kasar dan mentah. Bass atau suara rendah hampir tidak terdengar.

Pada dekade berikutnya, instrumen lain seperti kibor atau bass dan sound folk, neo-klasik serta ambient mulai terdengar di album-album black metal. Memasuki dekade 2000-an, band-band yang memainkan musik black metal mulai diterima kancah rock arus utama dan mulai menggunakan elemen simfoni dan orkestrasi. Sedangkan di bawah tanah band-band black metal memainkan komposisi kompleks, serta menggunakan sound industrial, psychedelic atau post-rock.

Black metal adalah usaha merepresentasikan sudut-sudut tergelap pikiran manusia lewat suara. Musik ini terus berkembang dan semakin sulit didefinisikan. Namun, tidak seperti thrash, death metal atau grind, black metal memiliki filosofi atau dasar pemikiran yang menggiring perkembangannya.

Umumnya, band-band black metal memiliki pandangan anti-agama Abrahamik dan anti-otoritas. Keduanya seringkali bertemu dalam Satanisme, walau kini banyak juga band atau musisi black metal yang menganut neo-paganisme atau agama kepercayaan leluhur.

Satanisme dan kepercayaan neo-pagan dalam black metal juga memiliki banyak landasan serta praktek. Band Oslo lebih lekat dengan kepercayaan Asatru, band Los Angeles dengan Gereja Setan dan ajaran Anton LaVey, sebagaimana band Jogja lebih dekat dengan Kejawen.

Mendengarkan black metal tentu tidak lengkap tanpa menapaki ulang band-band pionir dan album-album berpengaruh. Berikut adalah sepuluh album pengantar menuju black metal:

1. Venom - Black Metal (1982)

Di tahun 1981, Venom adalah band pertama yang meneriakkan lirik satanik yang dibalut thrash metal berkecepatan tinggi. Embrio sound black metal Venom muncul dari Welcome To Hell (1981) dan menjadi solid di album ini. Racun Venom yang terdengar kasar, mentah dan sederhana menjadi cetak biru black metal. Elemen satanik Venom juga akhirnya menjadi dasar filosofi black metal hingga hari ini.

2. Bathory - Bathory (1984)

Jika Venom adalah cetak biru band black metal, maka Bathory adalah band black metal pertama. Lima album awal Bathory membentuk sound black metal, besarnya pengaruh dimulai dari album ini. Tingkat ekstremitas adalah faktor yang membedakan Bathory dengan album metal lain di masanya. Eksperimen terbaik yang dilakukan Bathory adalah bagaimana mereka membawa metal ke tingkat paling ekstrem. Album ini terdengar kejam dan jahat, tanpa kompromi sama sekali.

3. Celtic Frost - Morbid Tales (1984)

celtic frost

Hingga bubar di tahun 2008, Celtic Frost adalah tonggak penting death, thrash dan black metal yang tidak bisa digolongkan ke salah satu genre. Morbid Tales memiliki sound kasar dan sederhana, cukup untuk bisa dimainkan band-band lain. Nuansa abrasif album ini akhirnya menjadi ciri khas black metal. Di tahun-tahun berikutnya, Celtic Frost berkembang lebih jauh dan meninggalkan sound ini, tapi pengaruh Morbid Tales dapat terdengar di berbagai album extreme metal hingga kini.

4. Immortal - Pure Holocaust (1993)

Di album kedua, Immortal berhasil menghilangkan sisa sound thrash dan death metal album perdana Diabolical Fullmoon Mysticism (1991). Immortal mengganti sound agresif dengan produksi dingin bertangan besi, yang nantinya populer disebut sebagai “Norse Sound”. Pure Holocaust memiliki komposisi lugas dan lebih ramping, tepat ke sasaran. “Tremolo es” Immortal adalah moyang dari sound blackgaze Deafheaven atau Alcest.

5. Satyricon - Dark Medieval Times (1993)

satyricon

Satyricon dan Dark Medieval Times adalah gerbang masuknya pengaruh folk dalam black metal. Di album ini Satyricon menggunakan tremolo untuk menciptakan atmosfer ‘membumi’ yang berdampingan dengan elemen folk. Saat album ini dirilis, hanya Satyricon dan Ulver yang memainkan instrumentasi folk secara serius dalam komposisi black metal. Sound unik ini akhirnya populer sejak akhir dekade 90-an, bahkan folk juga menjadi alternatif bagi musisi black metal.

6. Burzum - Hvis Lyset Tar Oss (1994)

Burzum

Burzum mengembangkan sound gelap Det som engang var (1992) dengan komposisi mengambang dan permainan gitar yang lebih bising. Di album ini, Burzum meminimalisasi ketukan drum dan meningkatkan dengungan gitarnya. Elemen ini dilapisi vokal jeritan murung Vikernes dan sound ambient. Burzum adalah pionir ambient dalam black metal, bahwa musik ini bisa digunakan untuk menggelapkan atmosfer album.

7. Darkthrone – Transilvanian Hunger (1994)

Darkthrone

Sejak album perdana hingga rilisan terbaru mereka di 2016, sound Darkthrone semakin sederhana sekaligus semakin kuat. Setelah menetapkan standar komposisi dan sound black metal di A Blaze in the Northern Sky (1992), mereka membongkar standar tersebut hingga ke tulang belulang. Hasilnya adalah album dengan produksi sangat tipis (“Necro Sound”). Bass dan drum hanyalah ketukan satu-dua, teriakan dan sound gitar kasar menjadi elemen dominan album ini. Transilvanian Hunger adalah pembumian filosofi black metal untuk kembali ke dasar.

8. Enslaved - Vikingligr Veldi (1994)

Enslaved

Akar pemikiran Enslaved menjauh dari Satanisme dan bergerak mendekat ke Neo-Paganisme, terutama sejarah bangsa Viking di Norwegia. Kecenderungan ideologi ini adalah salah satu sumbangan penting Vikingligr Veldi, nantinya Neo-Paganisme menjadi salah satu spektrum pemikiran yang banyak diadopsi band-band black metal. Sumbangan penting kedua album ini adalah memaksimalkan komposisi dan sound  untuk menciptakan atmosfer mengawang. Enslaved bisa disebut sebagai band paling berkembang dari era ini (black metal gelombang kedua).

9. Emperor - In the Nightside Eclipse (1994)

Emperor

Duo musisi black metal paling inovatif, Samoth dan Ihsahn adalah motor kreatif Emperor. Walau akhirnya berpisah jalan, mereka sempat mencurahkan visi artistik bersama di In the Nightside Eclipse. Emperor tak lagi memainkan sound gitar bising dan menggantinya dengan permainan terfokus yang jauh lebih intens. Salah satu inovasi penting yang dilakukan Emperor di album ini adalah penggunaan kibor untuk meraih sound megah. Instrumentasi ini secara langsung menginspirasi band-band symphonic black metal yang bermunculan di paruh akhir 90-an.

10. Mayhem - De Mysteriis Dom Sathanas (1994)

Mayhem

Kematian Dead, vokalis pertama Mayhem, mengharuskan mereka merekrut vokalis baru untuk sesi rekaman De Mysteriis Dom Sathanas. Mayhem memilih Tormentor (Attila Csihar) asal Hungaria, setelah mendengar gaya vokalnya yang eksentrik. Csihar tidak menjerit atau berteriak, ia mengeluarkan suara-suara aneh, yang ternyata cocok mengiringi kegarangan riff Euronymous (gitar). Berbeda dengan album black metal semasanya, sound bass (dimainkan oleh Varg Vikernes ‘Burzum’, yang kemudian membunuh sang gitaris Euronymous) dan drum yang dimainkan Hellhammer terdengar hidup di album ini. De Mysteriis Dom Sathanas adalah album yang aneh sekaligus memikat. Karya ini adalah salah satu album extreme metal paling berpengaruh.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
249 views
superbuzz
656 views
superbuzz
1318 views
superbuzz
2791 views
superbuzz
1984 views

5 Reuni Band Rock Terlaris