ROCKER STORY: 10 Awal Kelam Para Rocker

  • By: AB
  • Jumat, 21 October 2016
  • 6631 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tidak semua rock star memiliki kisah hidup yang atraktif dari sisi masa lalu. SuperMusic.id merangkum cerita para rock star sebelum mereka tenar. Menyibak masa lalu para rocker sama menariknya dengan menelusuri karya musiknya. Kisah-kisah ini semakin membuat isi kepala melayang jauh, mencoba mencerna secara runtut antara apa yang mereka alami di masa lalu dan apa yang mereka lahirkan dalam wujud musik. 

1. Jonathan Davis - Korn

Sangar dan angker, itulah yang terlintas ketika melihat sosok Jonathan Davis. Siapa sangka personel Korn ini punya pekerjaan yang unik sebelum fokus bermusik. Davis adalah seorang coroner investigator - orang yang bertugas memeriksa dan merilis sebab kematian. Dia juga melakukan tugas autopsi.

“Saya keluar dari pekerjaan saya di mana saya mendapatkan uang dari situ, sebagai orang yang bekerja mengurus jenazah, saya bisa punya rumah sendiri, meski tidak terlalu kaya - saya bekerja juga di restoran pizza dan pernah tinggal di bawah tangga.”

Dalam kesempatan yang lain, Davis mengatakan dia memang bercita-cita menjadi investigator autopsi, “Saya ingin menjadi coroner investigator. (Dulu) Saya (kerap) pergi ke kamar mayat di kampus, bekerja di rumah duka, dan bekerja melakukan autopsi. Saya sangat ingin menjadi investigator. Itulah hal yang ingin saya lakukan di samping nge-band.”

2. Steve Souza - Exodus

Tidak ada yang menyangka bahwa vokalis Exodus, Steve Souza, adalah tukang kayu. Souza bahkan menduduki jabatan mandor selama 21 tahun. Tak hanya dapat membuat pintu, Souza juga ahli memasang berbagai jenis pintu!

“Pintu adalah keahlian saya. Saya bisa memasang pintu di gedung-gedung tinggi; termasuk memasang pintu otomatis, pintu darurat kebakaran, antara lain hal itu yang bisa saya kerjakan. Itu (menjadi tukang) adalah pekerjaan di mana saya tidak mendapat sorotan publik. Dengan memakai topi proyek, seketika saya menjadi mandor,” kata Souza.

3. Chuck Billy - Testament

“Saya bekerja selama beberapa tahun di perusahaan truk. Saya adalah tipe orang yang ketika sudah berada di jalanan (pekerjaan lapangan), saya enggan bersantai-santai rumah. Saya harus tetap sibuk dan untungnya saya punya teman yang memiliki perusahaan angkutan truk yang membawa surat. Saya menjadi koordinator di perusahaan itu dan berkeliling memberi ceramah soal mengemudi yang aman kepada para sopir truk,” jelas Billy.

Pria yang sempat mengikuti audisi vokalis Sepultura untuk menggantikan Max Cavalera itu melakukan pekerjaan sebagai koordinator para sopir selama 17 tahun. Dia kemudian memutuskan untuk fokus pada musik.

4. Ozzy Osbourne - Black Sabbath

Masa remaja Osbourne tidak mudah. Dia lahir dari keluarga miskin. Di usia 15 tahun, Osbourne bekerja sebagai asisten tukang jagal. Dia menjalani pekerjaan itu selama dua tahun dengan tugas memotong sapi.

“Saya memotong dan mengeluarkan jeroan dalam perut sapi. Saya muntah setiap hari, baunya tak terkira,” kata Osbourne.

Tukang potong hewan bukan satu-satunya pekerjaan kasar yang dijalani Osbourne. Setelah lepas dari bangku sekolah di usia 15 tahun itu dia menjajal berbagai pekerjaan lain, di antaranya tukang ledeng dan buruh. 

Di tengah himpitan ekonomi itu, Osbourne juga pernah nekat menjadi pencuri. Beberapa barang yang sempat disikatnya antara lain televisi dan pakaian. Atas ulah liarnya itu, Osbourne pernah merasakan dinginnya lantai penjara di Winson Green Prison. 

5. Dave Mustaine - Megadeth

Masa kecil Mustaine terbilang berat. Ayahnya sering melakukan tindak kekerasan. Di sisi lain, dia tumbuh sebagai remaja yang tertarik pada musik cadas. Singkat cerita, Mustaine mulai belajar bermain gitar. 

Kehidupannya yang keras membawanya pada gaya hidup bebas, dia menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan. Dalam buku autobiografi Mustaine, dijelaskan bahwa dia sempat berjualan narkoba saat remaja. Uang yang didapat digunakan untuk membayar apartemen. Menariknya, Mustaine juga menerapkan sistem barter dalam menjual narkoba. Dia menukar narkoba dengan kaset-kaset band beraliran keras, antara lain AC/DC, Motorhead, dan Judas Priest.

6. Mick Jagger - The Rolling Stones

Tentu tidak ada yang menyangka jika seorang Mick Jagger pernah bekerja sebagai porter di Rumah Sakit Jiwa, Bexley Mental Hospital, London. Dia menjalani profesi itu saat umurnya 18 tahun. Tak butuh waktu lama bagi Jagger untuk menjadi bintang rock besar dan meninggalkan profesi itu. Jagger menjalani pekerjaan itu sembari kuliah di London School of Economics. Upahnya sebesar 4 poundsterling per minggu.

7. Joe Strummer - The Clash

Meski lahir dari keluarga berada, Strummer tak lepas dari kehidupan yang keras. Strummer adalah anak ke-dua, orangtuanya bekerja di kantor diplomat departemen luar negeri. 

Strummer pernah bekerja sebagai perawat kuburan sekaligus penggali makam di Newport Cemetery yang berlokasi di atas puncak Stow Hill. Profesi itu dia lakukan sembari merintis karier band-nya, Vultures. Selain itu, Strummer juga pernah bekerja sebagai sales karpet.

8. Brandon Flowers - The Killers

Penggawa grup rock The Killers ini punya kisah hidup menarik. Flowers pernah menjadi bellboy di Gold Coast Casino, Las Vegas. 

Dalam wawancara dengan majalah Spin, terungkap kejadian lucu soal kenakalan Flowers ketika menjadi bellboy. Dia pernah mencuri tas berisi CD milik gitaris Morrissey, Boz Boorer. Flowers adalah penggemar berat Morrissey.

“Itu kejadian nyata (mencuri tas). Hotel (tempat saya bekerja) sering untuk berkumpul musisi rockabilly, dan gitaris Morrissey, Boz Boorer, selalu datang. Saya sedikit mengenal dia. Suatu saat dia menyuruh saya untuk menyimpan tasnya ketika dia sedang minum-minum. Saya seharusnya tidak melakukan itu (mencuri), dan sampai sekarang saya masih merasa bersalah. Saya hanya ingin tahu musik apa yang didengarkan Boz. Salah satu CD dalam tas itu bertuliskan ‘The Album’ yang menyimpan semua lagu-lagu (dari album You Are the Quarry). Saya menjadi tahu mereka sedang membuat album baru, saya tahu judul-judulnya. Saya menghubungi Ronnie (drummer The Killers), agar dia datang untuk meng-copy CD itu karena pasti itu tidak akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi saya coba menyetel CD itu lebih dulu dengan CD player kantor. Ternyata itu hanya rekaman instrumen, belum ada vokalnya, lalu saya menghubungi Ronnie lagi dan bilang tidak usah repot-repot datang,” jelas Flowers.

9. Kurt Cobain - Nirvana

Masa lalu Cobain yang berprofesi sebagai pesuruh - juga cleaning service - terungkap dalam wawancara Krist Novoselic, bassist Nirvana. Keduanya berteman sejak masa remaja. Novoselic mengenal Cobain saat umurnya sekitar 18 atau 19 tahun, sedangkan Cobain sendiri berusia 17 tahun. 

Meski bekerja sebagai pesuruh, naluri seni Cobain tetap tak terbendung. “DIa suka musik punk rock dan itu menarik saya. Saya menandai dia sebagai seniman yang baik. Dia (Cobain) dulu bekerja sebagai pesuruh, tetapi dia tetap membuat sesuatu yang berbau seni. Biasanya dia mencoret-coret sesuatu. Tangan dia tidak pernah diam, pasti melakukan sesuatu. Dia selalu mengekspresikan diri,” kata Novoselic.

Dalam film dokumenter Kurt Cobain: Montage of Heck, kita bisa melihat masa lalu yang lebih kelam lagi. Termasuk masa di mana dia larut dengan candu narkoba di tengah keadaan finansialnya yang tidak stabil.

10. Jon Bon Jovi

Dikenal sebagai rocker santun, Jon Bon Jovi juga pernah mengalami masa lalu yang kelam. Tumbuh besar di New Jersey, Jon sempat mencari uang dengan menjual narkoba. 

“Saya memakai narkoba di usia yang sangat muda dan sadar di usia yang juga sangat muda, karena saya cukup banyak mengonsumsi itu,” kata Jon.

“Saya menjadikan (narkoba) bisnis, saya membeli seperempat pound dan kemudian menjualnya dengan harga lebih mahal.”

Lebih jauh, pemilik nama asli John Francis Bongiovi itu mengaku tidak memiliki mental cukup kuat untuk menjadi pecandu karena selalu dihantui rasa bersalah.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1798 views
superbuzz
268 views
superbuzz
347 views
superbuzz
249 views