10 Lagu Esensial The Cranberries

  • By: OGP
  • Rabu, 17 January 2018
  • 3742 Views
  • 4 Likes
  • 4 Shares

Dolores O’Riordan telah tiada. Lanskap rock kembali kehilangan salah satu musisi wanita paling berbakat di dunia. Bersama The Cranberries, karier Dolores menjulang tinggi. Ia sukses menorehkan kejayaan serta popularitas di sepanjang dekade 90-an. Lewat karya musik dan kualitas vokal yang unik, tak pelak para kalangan penikmat musik pun menganggap jika Dolores layak disematkan menjadi salah satu ikon musisi wanita terbaik di jagat musik.

Selama kurun waktu hampir tiga dekade berkarier, tak kurang sebanyak 7 album studio telah mereka torehkan. Ditunjang dengan kualitas vokal kelas wahid dari Dolores, The Cranberries telah melahirkan deretan single-single mumpuni, serta menjelma jadi ‘kekuatan’ baru di ranah alternative rock di era 90-an.

Berikut 10 lagu esensial milik The Cranberries versi SuperMusic ID:

"Dreams" (1992)

Lagu ini merupakan single perdana mereka di album debut bertajuk Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We?, yang rilis pada tahun 1993. Track ini diciptakan bersama-sama oleh Dolores O’Riordan dan sang gitaris, Noel Hogan. Dibuka dengan nuansa jangle pop yang ceria, serta dipadu dengan teknik vokal ‘yodel’ khas Dolores, menambah manis keseluruhan isi lagu. Single “Dreams” juga sempat nangkring ke dalam soundtrack film-film internasional seperti Chungking Express, You’ve Got Mail sampai The To Do List

"Linger" (1993)

Masih di jajaran repertoar album yang sama, “Linger” merupakan single kedua yang ada di opus Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We?. Lewat single ini, nama The Cranberries perlahan meroket di industri musik internasional. Lagu berdurasi 4 menit 34 detik ini ditulis oleh Dolores O’Riordan dan Noel Hogan. Ketika dirilis ulang di tahun 1994, lagu andalan The Cranberries ini menempati urutan tiga di tangga lagu Irlandia, dan urutan delapan di tangga lagu Amerika Serikat. “Linger” bercerita tentang ciuman pertama Dolores semasa remaja.

"Zombie" (1994)

Pasca sukses melepas album debut Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We? (1993), The Cranberries langsung tancap gas! Tak berlama-lama larut dalam kesuksesan di album pertama, The Cranberries lantas menetaskan album kedua bertajuk No Need to Argue (1994). Sebagai lagu perkenalan, Dolores dkk menebar single pertama berjudul “Zombie”. Saat pertama kali rilis, lagu ini sukses masif di pasaran musik internasional. “Zombie” terinspirasi dari tragedi kelam pengeboman yang menewaskan dua orang anak di kota Warrington, Chesire, Inggris pada Maret 1993.

"Ode To My Family" (1994)

Dibuka dengan lirih oleh suara merdu Dolores, track “Ode To My Family” merupakan salah satu dari sekian banyak lagu The Cranberries yang paling mudah dikenali. Lagu ini merupakan single kedua dari album sophomore mereka bertajuk No Need to Argue (1994). Masih ditulis oleh Dolores O’Riordan dan Noel Hogan, “Ode To My Family” adalah lagu yang bercerita tentang masa kecil, keluarga, dan rasa duka kehilangan sebuah ‘kehidupan normal’ setelah dirinya meraih kesuksesan di dunia musik.

"Salvation" (1996)

Meski secara pencapaian tak sesukses album fenomenal No Need to Argue, album ketiga milik The Cranberries bertajuk To the Faithful Departed (1996) bisa dibilang sebagai karya paling underrated di antara jajaran album-album milik band kebanggaan Irlandia tersebut. Single pertama berjudul “Salvation” merupakan lagu dengan irama cepat dengan nuansa punk-ish di dalamnya. Sound gelap serta geraman powerful milik Dolores melebur baik menjadi suguhan rock berkualitas. Lagu ini berkisah tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

"When You’re Gone" (1996)

Berbeda dengan track “Salvation”, single kedua The Cranberries berjudul “When You’re Gone” di album yang sama, menawarkan sajian manis dengan not-not lagu yang simpel. Dibuka dengan lamunan yang mengalun indah dari vokal Dolores. Lagu ini bercerita seputaran kisah romansa hubungan antara pria dan wanita dalam mengadu kasih. Ditulis oleh Dolores, single ini merupakan salah satu lagu sendu terbaik yang pernah diciptakan oleh The Cranberries.

"Promises" (1999)

Menuju penutup dekade 90-an, The Cranberries masih produktif dengan merilis album ke-4 bertajuk Bury the Hatchet (1999). Namun, album ini dianggap oleh segelintir kritikus musik sebagai salah satu karya paling buruk yang pernah dibuat The Cranberries. Namun, bagi mayoritas yang tumbuh besar di dekade 90-an, single perdana “Promises” merupakan lagu yang cukup populer di kala itu. Tak heran, mendengarkan sekelebat potongan reff “Promises” tentu pikiran akan tertuju pada hegemoni era 90-an yang tak pernah padam.

"Just My Imagination" (1999)

Meski album Bury the Hatchet tak mendapati pujian setinggi langit selayaknya dua album pertama, di dalam album ini nyatanya masih melahirkan deretan lagu-lagu mumpuni. Seperti halnya “Just My Imagination”. Lagu bernada ceria ini merupakan karya yang tak bakal lekang diingatan para kalangan penikmat musik. Luapan petikan gitar jangly manis, beserta alunan merdu vokal Dolores tentunya akan selalu berada di relung hati penggemar setia The Cranberries. Lagu berdurasi 3 menit 42 detik ini ditulis oleh Dolores O’Riordan dan Noel Hogan.

"You & Me" (1999)

Masih di album Bury the Hatchet, tak salah rasanya jika memasukkan single berjudul “You & Me” ke dalam jajaran lagu paling esensial milik The Cardigans. Harus diakui pula, bagi kalangan penggemar sejati The Cranberries, lagu ini merupakan salah satu track paling underrated di antara rentetan karya-karya hebat milik The Cranberries. Suguhan berkualitas dengan sentuhan manis yang dibawakan Dolores menambah kesan intim di dalamnya. “You & Me” ditulis sendiri oleh Dolores O’Riordan.

"Tomorrow" (2011)

Meski sempat memutuskan vakum untuk sementara waktu di tahun 2003, The Cranberries kembali melakukan reuni di tahun 2009. Selama rentang waktu itu, Dolores dkk sibuk merampungkan materi-materi terbaru milik mereka. Di tahun 2012, akhirnya The Cranberries merilis album bertajuk Roses. Album comeback mereka setelah hampir sedekade vakum itu turut melahirkan karya mumpuni berjudul “Tomorrow”.  Nuansa indie pop dengan jangly khas era 80-an, kentara menggaung di keseluruhan lagu.

1 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    Ode To My Famil tetep paling kece