10 Nama Segar di Kancah Rock Nasional

  • By: OGP
  • Jumat, 9 March 2018
  • 2118 Views
  • 4 Likes
  • 1 Shares

Pergerakan kancah rock nasional kian menjanjikan dan menunjukkan taringnya. Beberapa tahun ke belakang, sederet band-band pendatang baru lalu lalang meramaikan riuh lanskap musik. Tak sekadar menyuguhkan karya segar dan berkualitas, mereka hadir dengan membawa nuansa baru di belantika. Bukan hal yang tak mungkin jika anak-anak muda ini kelak menjadi garda terdepan di kancah musik rock Indonesia pada masa mendatang.

Berbicara tentang musik, regenerasi tentu adalah hal yang mutlak. Dari masa ke masa, Indonesia seolah tak pernah kehabisan pasokan talenta-talenta berbakat. Kemunculan grup musik potensial ini bukan hanya jadi pelengkap semata, tetapi lebih dari itu, mereka adalah penerus dari elit-elit rock generasi terdahulu.

Berikut 10 nama segar di kancah rock tanah air versi SuperMusic.ID. Selamat Hari Musik Nasional!

1. Pijar

Nama Pijar tentu sudah tak asing. Trio pengusung rock alternatif modern ini kian mencuat namanya di ranah independen lewat musik dan style mereka yang fresh dan kekinian. Banyak yang beranggapan bahwa Pijar membawa kembali vibe era 80-an yang kentara. Grup musik asal Medan ini telah menetaskan dua album mini yang masing-masing berjudul The Sound of Youth (2013) dan Ekstase (2017), serta satu album penuh bertajuk Exposure (2016). Pijar beranggotakan Alfredo (vokal/gitar), Ican (gitar), dan Aul (drum).

2. .Feast

Band rock asal ibu kota ini bergaung kencang di belantika pasca menelurkan album debut bertajuk Multiverses pada 2017, di bawah naungan Leeds Records. Pada album ini mereka sukses memadukan berbagai elemen unik seperti stoner, hip hop, doom sampai motown di muatan karya mereka. Karya musik mereka dikategorikan sebagai langkah eksperimentasi yang tak boleh dipandang sebelah mata. .Feast terbentuk di tahun 2013, serta digawangi kuintet Baskara Putra (vokal), Aristo Haryo (drum), Adnan S.P. (gitar), Dicky Renanda (gitar), dan F. Fikriawan (bass).

3. Glaskaca

Di daftar selanjutnya terdapat nama Glaskaca. Band rock alternatif asal Jakarta ini cukup menyita perhatian penikmat musik tanah air lewat nuansa eksperimental yang kentara mereka hadirkan. Sajian nuansa bittersweet dengan pola harmonisasi tiga gitar yang kompleks seakan mengingatkan kita kembali akan kelam dan dinginnya Radiohead. Glaskaca diperkuat oleh kuintet Dias Widjajanto (vokal/gitar), Rayhan Noor (gitar/synth), Moses P. Mahitala (gitar), Aldi Nugroho (drum) dan Fahmi Darussalam (bass). Setahun lalu mereka resmi merilis album mini berjudul Stædig.

4. The Panturas

Surf rock tentu identik dengan buaian ombak, papan selancar, dan musim panas. Kancah ini sempat meraih masa puncaknya di awal dekade 60-an lewat pesohor seperti The Ventures dan The Beach Boys. Di tanah air, kedigdayaan surf rock kembali digaungkan oleh band pendatang baru yang menamakan dirinya The Panturas. Band yang terbentuk di tahun 2016 ini baru saja melepas album mini bertajuk Mabuk Laut pada 19 Februari lalu. Di tahun 2018 ini, The Panturas siap menerjangkan kemudi kapalnya ke gelombang musik tanah air.

5. M R T

Band rock potensial M R T siap meramaikan gegap gempita belantara musik nasional. Kendati kancah grunge tengah didera lesu, M R T tampaknya mulai kembali menyulutkan bara semangat Seattle Sound di dalam musik yang mereka usung. Dinaungi label rekaman POTS (label asal kancah Potlot), mereka telah menelurkan album mini bertajuk Echoes pada 2016 lalu. M R T merupakan grup asal Jakarta yang diawaki oleh kuartet Dimas (vokal), Shoni (gitar), Runsid (bass), dan Ajo (drum). Musik yang mereka usung terpengaruh dari elit-elit grunge seperti Soundgarden, Alice in Chains, dan Peal Jam.

6. Slap It Out

Tak hanya didominasi dataran Jawa, Pulau Kalimantan juga punya serentetan band jagoan, salah satunya adalah Slap It Out. Band asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini konsisten mengusung post-hardcore/metalcore dengan bumbu-bumbu elektronik yang cukup kentara. Grup yang telah terbentuk sejak 2010 ini diperkuat oleh Ical (vokal), Abong (gitar), Zaidi (gitar), Ifin (bass), dan Renold (drum). Slap It Out telah menelurkan album debut berjudul A Thousand Fairytale (2016). Tak hanya itu, mereka juga sempat tampil di salah satu festival metal terbesar di Asia Tenggara, yakni Hammersonic 2017.

7. The Rang-Rangs

Hegemoni kancah punk sempat meroket di tanah air pada dekade 2000-an. Seiring bergulirnya waktu, bendera punk mulai surut diterjang arus zaman, walau tak meredup total. Namun seolah ingin menghidupkan kembali semangat punk yang telah lama padam, band ugal-ugalan bernama The Rang-Rangs siap memantikkan ‘api’ tersebut. Grup punk rock asal Jakarta ini telah melepas album mini bertajuk Fun the Mentals (2016), serta diproduseri oleh Jimi Multhazam (Morfem, The Upstairs). Muatan repertoar di album mereka sedikit mengingatkan kembali dengan pesohor punk rock semacam Descendents.

8. Flowr Pit

Meski tergolong masih hijau di kancah lokal, unit indie rock/punk asal Tangerang, Flowr Pit perlahan mulai mendapati tempat di hati kalangan penggemar kancah alternative rock. Flowr Pit merupakan proyek solo dari pemuda belia bernama Alfath Arya. Band ini cukup terinspirasi oleh karya-karya lo-fi milik Frankie Cosmos, yang lazimnya berdurasi singkat, tempo cepat, serta dibubuhi tema cinta sepasang remaja. Flowr Pit telah merilis album mini berjudul Sweet Summer Slam Dance XP (2017) di bawah naungan Kolibri Rekords.

9. GHO$$

Grup ini dikenal luas publik sebagai jawara ajang SuperMusic.ID Rockin’ Battle 2017. Unit indie rock ‘muram’ asal Jakarta ini mengusung fusi dari berbagai genre seperti indie rock, R&B dan trip hop. GHO$$ yang digawangi oleh kuartet Diegoshefa (vokal) Diego Aditya( gitar), Fadhi Perdana (gitar, synth), dan Dito Adhikari (bass) telah merilis album mini berjudul The Blackest Whiteout (2017).

10. Killa The Phia

Salah satu jebolan ajang SuperMusic.ID Rockin’ Battle 2017, Killa The Phia cukup menarik atensi penikmat musik cadas. Lewat kemasan dan materi yang gahar nan mumpuni, band ini mampu membuktikan kapasitas sebagai band dari luar Pulau Jawa yang patut diantisipasi.

Grup cadas asal Aceh ini tetap konsisten mengusung metalcore pada warna musik mereka. Dihuni oleh kuintet Rizki Rahmadhani (vokal), Dian Pratama Putra (drum), Reza Arismunandar (gitar), Farhan Anwar Fuadi (gitar), dan Khairun Nidhlaill Wathany (bass). Belum lama ini mereka telah menyelesaikan syuting video klip versi baru untuk single andalan, “Jeritan Kegelapan”.

Kasih tahu juga siapa band muda andalan lo atau rekomendasi band rock muda keren di kota lo lewat komen di bawah!

*Foto diambil dari berbagai sumber

1 COMMENTS
  • Yoviirawan30

    @diaryofalexandria

Info Terkait

superbuzz
156 views
superbuzz
195 views
superbuzz
171 views
superbuzz
196 views