MUSIKOMIKUS: 10 Rocker Kreator Komik

  • By: NTP
  • Jumat, 14 July 2017
  • 2828 Views
  • 1 Likes
  • 33 Shares

Bakat beberapa musisi tak hanya sebatas menulis lagu dan lirik, melainkan menulis plot dan mengembangkan konsep komik serta novel grafis. Walau musisi yang benar-benar menyeriusi karier sebagai penulis komik bisa terhitung jari, namun tidak sedikit jumlah musisi yang sesekali menulis komik. Keahlian mereka menulis lirik dan musik ternyata bisa dijembatani dalam format komik dan novel grafis. Beberapa musisi tersebut bahkan sampai merekam musik khusus untuk mendampingi komik dan novel grafis yang mereka tulis. Berikut adalah beberapa jajaran musisi multi-talenta yang pernah berkarya sebagai penulis komik.

1. Claudio Sanchez (vokalis Coheed and Cambria)

Sanchez bukanlah pendatang baru di dunia komik, ia sudah menulis seri The Amory Wars (yang awalnya diberi judul The Bag.On.Line Adventures) sejak tahun 2000. Ditulis oleh Sanchez dan Peter David,The Amory Wars mengisahkan tentang Coheed dan Cambria Kilgannon serta anaknya, seorang mesias bernama Claudio.

Selain menuturkan kisah tersebut lewat komik, Sanchez juga menyanyikannya dengan iringan musik Coheed and Cambria. Tiap album grup progressive rock ini mengisahkan cerita yang beriringan dengan komik Sanchez. Kini, seri sains-fiksi The Amory Wars sudah menghasilkan beberapa nomor, bahkan sebuah novel. Baru-baru ini, Sanchez bersama istrinya, Chondra Echert, menulis enam nomor baru berjudul Translucid yang dirilis oleh Boom! Studios. Translucid mengisahkan tentang pertarungan abadi The Navigator dan musuh bebuyutannya, The Horse.

2. Courtney Love (gitaris dan vokalis Hole)

Setelah tidak begitu aktif bersama Hole, Courtney Love mulai menulis plot, mendesain karakter dan merancang konsep Princess Ai secara keseluruhan. Love menciptakan karakter Princess Ai karena ia ingin melihat dirinya sebagai tokoh utama sebuah manga. Hal ini terlihat jelas dari plot Princess Ai yang mengisahkan perjalanan seorang musisi rock perempuan, seperti kehidupan nyata Love. Kebetulan, kata ‘ai’ bermakna cinta atau ‘love’ dalam bahasa Jepang.

Princess Ai dirilis oleh TokyoPop pada tahun 2004 dan secara keseluruhan ditulis oleh Stuart Levy (CEO TokyoPop) dengan nama samaran ‘D.J. Milky’. Sementara ilustrasi Princess Ai dikerjakan oleh Ai Yazawa (nama samaran).

3. Courtney Taylor-Taylor (vokalis dan gitaris The Dandy Warhols)

Sebagai pembaca dan penggemar berat novel grafis, Taylor menulis novel grafis One Model Nation karena ia merasa belum pernah ada novel grafis yang menampilkan sebuah band dengan tepat pada medium tersebut. Diterbitkan pada tahun 2009, One Model Nation mengisahkan tentang band industrial asal Jerman yang sedang diburu oleh pemerintah Jerman di tengah-tengah pergolakan politik.

Taylor menganggap plot novel grafis tersebut sebagai campuran fiksi sejarah dan fantasi rock n’ roll. Selain menulis cerita One Model Nation, Taylor juga menggarap musik band fiktif tersebut.

4. Corey Taylor (vokalis Stone Sour dan Slipknot)

Komik karangan Taylor, House of Gold & Bones adalah perpanjangan dari cerita yang ia garap bersama Stone Sour dalam dua album konsep, yaitu House of Gold & Bones Part I (2012) dan Part II (2012). Komik House of Gold & Bones terbit pada tahun 2013 dalam format miniseri sebanyak empat edisi.

House of Gold & Bones mengisahkan seorang protagonis bernama Human, yang tengah menjelajahi dunia misterius untuk mencari House of Gold & Bones. Sementara dua album konsep tersebut hanya menceritakan kisah Human secara samar, maka komik House of Gold & Bones memberikan detail lebih lewat ilustrasi.

5. Gerard Way (vokalis My Chemical Romance)

Sebelum terlibat dengan My Chemical Romance, Way sudah tertarik untuk berkarya dalam format komik dan novel grafis. Hingga akhirnya pada tahun 2007 ia merilis edisi perdana seri singkat The Umbrella Academy. Di tahun yang sama, Way dan The Umbrella Academy dianugerahi Eisner Award, anugerah tertinggi industri komik AS, yang setingkat dengan Grammy Awards.

The Umbrella Academy mengisahkan tentang sekelompok anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Novel grafis ini bernuansa seperti Lemony Snicket's A Series Of Unfortunate Events, bedanya anak-anak tersebut memiliki kekuatan super dan memiliki estetika gotik. Kabar terbarunya, The Umbrella Academy akan diangkat ke layar kaca oleh Netflix.  

6. Glenn Danzig (vokalis dan gitaris Danzig)

Ungkapan “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” tepat untuk menggambarkan Glenn Danzig dan komik Satanika. Karakter Satanika digarap oleh Danzig di pertengahan dekade 90-an, dan sejak saat itu sudah tampil di beberapa komik terbitan Verotik. Edisi pertama komik horor dewasa ini terbit di tahun 1996.

Satanika menampilkan dua elemen khas Danzig, yaitu iblis dan erotika. Model dan konsep karakter Satanika dikembangkan oleh Danzig dan komikus Simon Bisley (Batman, Heavy Metal)

7. Jane Wiedlin (gitaris The Go-Go's)

Pada tahun 2010, gitaris band rock kawakan ini mulai menulis komik bersama berjudul Lady Robotika. Kisah ‘opera luar angkasa’ ini diilustrasikan oleh Bill Morrison, salah satu pendiri Bongo Comics dan ilustrator veteran The Simpsons.

Lady Robotika menampilkan Wiedlin sebagai pahlawan yang diculik alien dan disuntik dengan robot berukuran nano yang bertujuan untuk memperbudak Wiedlin. Alih-alih, Wiedlin justru berubah menjadi cyborg berkekuatan super yang memiliki misi untuk membebaskan para budak alien tersebut. Namun, komik dengan konsep ciamik tersebut hanya terbit selama dua edisi.

8. Max Bemis (vokalis Say Anything)

Saat Say Anything mengalami periode non-aktif, vokalis grup emo ini tengah membangun karier sebagai penulis komik. Karya Bernis yang paling terkenal adalah satu edisi komik A+X terbitan Marvel tahun 2013, yang menampilkan Spider-Man dan Magneto. Setelahnya, Bernis menggarap Oh, Killstrike bersama Logan Faerber, dan sudah diterbitkan oleh Boom! Studios pada tahun 2015.

Oh, Killstrike mengisahkan seorang kolektor komik pahlawan super bernama Jared yang ingin menjual komik dari era 90-an berjudul Killstrike. Lewat plot bernuansa situasi komedi, Killstrike akhirnya bangkit dan menghentikan rencana Jared.

9. Rob Zombie

Motor di belakang White Zombie ini telah menerbitkan komik sejak 2005. Zombie menulis The Devil’s Rejects sebagai pendamping film horror yang juga ia sutradarai.  Beberapa komik karya Zombie adalah Spookshow International, The Nail, Bigfoot, dan The Haunted World of El Superbeasto, yang akhirnya diterjemahkan ke dalam film.

Komik terbarunya adalah Whatever Happened to Baron Von Shock seri pendek yang bercerita tentang seorang pembawa acara horor di televisi, yang diterbitkan oleh Image Comics. Selain menulis komik, Rob ini juga seorang aktor, sutradara, dan produser film.

10. Tom Morrello (gitaris Prophets of Rage, eks Rage Against the Machine dan Audioslave)

Selain mahir memainkan gitar dengan gaya eksentrik, Morrello juga ahli menulis cerita panjang dalam format komik. Pada tahun 2012, Morrello menulis komik sains-fiksi sepanjang 12 edisi berjudul Orchid bersama ilustrator Scott Hepburn. Orchid mengisahkan seorang perempuan yang menjelajahi distopia berisi zombi dan monster, dibungkus dengan pesan politis dan bertema keadilan sosial, seperti musik karya Morrello.

Orchid telah disambut baik oleh para pembaca, walau dalam beberapa wawancara Morrello menyatakan ia tak ingin buru-buru melanjutkan karirnya sebagai penulis komik. Selain menulis cerita Orchid, Morrello juga merekam musik khusus sebagai pendamping saat membaca komik tersebut.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
156 views
superbuzz
195 views
superbuzz
170 views
superbuzz
196 views