10 Tahun Berkarya, Car Seat Headrest Rilis Single Baru dari Album ke-12 Mereka

10 Tahun Berkarya, Car Seat Headrest Rilis Single Baru dari Album ke-12 Mereka

  • By:
  • Rabu, 30 December 2020
  • 212 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam 10 tahun terakhir, nama Car Seat Headrest kerap kali jadi salah satu nama musisi beraliran indie rock yang cukup ditunggu-tunggu penampilan atau karyanya. Hadir pertama kali di tahun 2010, Car Seat Headrest merupakan sebuah proyek solo lo-fi pop garapan musisi multi instrumental, Will Toledo, yang kini telah berkembang menjadi sebuah full band.

Di awal tahun 2020 ini telah mengabarkan bahwa mereka sedang mempersiapkan sebuah album baru berjudul Making a Door Less Open yang akhirnya resmi dirilis pada bulan Mei 2020 yang lalu. Album ini menjadi penanda sebagai album penuh ke-12 mereka yang dirilis dalam rentang waktu 10 tahun. Album tersebut juga jadi sebuah pembuktian bahwa Car Seat Headrest merupakan band yang dikenal produktif hingga saat ini.

Berisi 11 lagu, album Making a Door Less Open juga jadi karya baru dari hasil kerja sama Antara Car Seat Headrest dan Matador Records setelah kurang lebih 5 tahun Bersama. Untuk album terbarunya, proses penggarapan materi Car Seat Headrest ini cukup dipengaruhi dari musikalitas yang ditawarkan oleh 1 Trait Danger. 1 Trait Danger merupakan sebuah proyek musik sampingan dengan nuansa elektronik pop yang diusung oleh Will Toledo dan drummer dari Car Seat Headrest, Andrew Katz. Pengaruh tersebut membawa nuansa baru bagi Car Seat Headrest sekaligus jadi alasan lain bagi Car Seat Headrest untuk merekam sebuah album dengan materi relatif baru. Pasalnya, dalam penggarapan album, Car Seat Headrest kerap kali menyantumkan lagu-lagu lama mereka yang lebih dulu dirilis sebagai single lepas.

Sebagai amunisi untuk mempromosikan album barunya, Car Seat Headrest tercatat telah merilis empat buah single, di antaranya adalah lagu berjudul Hollywood, Martin, Can’t Cool Me Down, dan yang terakhir di rilis di penghujung tahun 2020 adalah There Must Be More Than Blood. Untuk menghadirkan keunikan dalam perilisan single keempat dari album Making a Door Less Open ini, Car Seat Headrest memilih merilis There Must Be More Than Blood dalam format video klip akustik. Mengusung tema isolasi mandiri, dalam video klip tersebut terlihat Will Toledo sembari memakai topeng bermain gitar di dalam kamar atau studio rumahnya.

Fakta unik yang perlu diketahui dari penggarapan album Making a Door Less Open ini adalah, Car Seat Headrest telah mulai menggarap materi dasar sejak tahun 2015. Bahkan saat mereka belum bergabung di bawah naungan Matador Records. Pada awal penggarapannya, Will Toledo ingin membuat lagu dengan nuansa electro pop untuk Car Seat Headrest. Namun, proses tersebut akhirnya mundur dan akhirnya baru bisa direalisasikan pada tahun 2018. Will Toledo juga menyatakan bahwa album terbaru dari Car Seat Headrest ini cukup dipengaruhi dari berbagai macam genre yang saat ini mendominasi industri musik, seperti EDM, hip hop, futurism, doo-wop, soul, dan rock and roll. Pengaruh industri musik juga menghadirkan keunikan dari urutan track list yang berbeda-beda di setiap format album ini, baik dari piringan hitam, cd, maupun format streaming. Hal itu disebabkan karena Car Seat Headrest fokus untuk menjaring pendengar mereka yang lebih gemar mendengarkan lagu secara acak. Maka, setiap lagu di dalam album ini memiliki kekuatannya masing-masing.

Dirilis sebagai album ke-12, Making a Door Less Open merupakan karya terbaru dari Car Seat Headrest semenjak terakhir kali mengeluarkan album di tahun 2018, berjudul Twin Fantasy (Face to Face). Mendapat julukan sebagai salah satu band rock modern yang cukup produktif, tradisi ini sudah dilakukan oleh Will Toledo semenjak dirinya membangun Car Seat Headrest sebagai proyek solo musiknya. Sepanjang musim panas di tahun 2010, total ada empat buah album yang dirilis oleh Car Seat Headrest. Kala itu Will Toledo baru saja lulus sekolah menengah atas dan sedang menunggu untuk mengikuti pelajaran sebagai mahasiswa. Seusai merilis empat album awal bagi Car Seat Headrest, Will Toledo memutuskan untuk melanjutkan studinya di Virginia Commonwealth University. Di semester awal sebagai seorang mahasiswa, Will Toledo kembali merilis karya untuk Car Seat Headrest. Kali ini hadir dalam format EP berjudul Sunburned Shirts EP.

EP yang dirilis Car Seat Headrest semasa Will Toledo menjadi mahasiswa baru merupakan sebuah landasan untuk album kelimanya yang diberi judul My Back Is Killing Me Baby dan dirilis secara mandiri pada tahun 2011. Di tahun 2012, Car Seat Headrest baru pertama kali tampil dalam format full band. Kali ini, Will Toledo dibantu oleh teman kuliahnya Katie Wood, Austin Ruhf, dan Christian Northover. Hubungan antara keempat mahasiswa tersebut akhirnya menghasilkan sebuah album live berjudul Live at WCWM. Meskipun berhasil menelurkan sebuah karya bersama, nyatanya Will Toledo tidak melanjutkan kerja sama dengan ketiga koleganya tersebut.

Setelah lulus kuliah di tahun 2015, Will Toledo memutuskan untuk pindah ke Seattle, Amerika Serikat dan dalam waktu yang bersamaan, Car Seat Headrest mendapatkan kontrak kerja sama dengan Matador Records. Mendapatkan kontrak rekaman yang besar, akhirnya membuat Will Toledo memutuskan untuk merekrut anggota band lengkap. Pencarian anggota Car Seat Headrest dimulai dengan Will Toledo yang merekrut Jacob Bloom sebagai pemain bass dan Andrew Katz sebagai pemain drum. Ketiganya berhasil merilis sebuah album kompilasi di tahun 2015 berjudul Teens of Style. Namun, setelah perilisan tersebut, Jacob Bloom memutuskan untuk keluar dari Car Seat Headrest untuk melanjutkan sekolah kedokterannya. Akhirnya posisi tersebut digantikan oleh Ethan Ives, serta kehadiran Seth Dalby di dalam tubuh Car Seat Headrest jadi pondasi yang membuat mereka kuat hingga saat ini.

0 COMMENTS