4 Band Grunge ‘Underrated’

  • By: OGP
  • Jumat, 10 November 2017
  • 4682 Views
  • 0 Likes
  • 5 Shares

Di pembuka dekade 90-an, kancah grunge mendominasi musik rock dunia. Entitas grunge perlahan menjelma jadi fenomena di kala itu. Suguhan kebut punk yang dipadu dengan sentuhan heavy metal yang berat jadi identitas tersendiri.

Jika berbicara tentang grunge, tentu takkan lepas dari peran empat punggawa prominen seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains. Berkat sumbangsih mereka, kini grunge jadi salah satu genre musik yang paling disegani dan banyak digemari oleh awam.

[bacajuga]

Tak melulu dikuasai oleh jajaran raksasa ‘The Big Four of Grunge’, kancah grunge ternyata masih memiliki stok band berkualitas yang berlimpah di dalamnya. Kendati tak merengkuh kesuksesan secara komersial seperti Kurt Cobain dkk, unit-unit gahar nan ‘underrated’ ini cukup memberi andil besar serta pengaruh kuat dalam ekspansi grunge di mata internasional. Berada di bawah bayang-bayang, bukan berarti sebuah kegagalan. Lebih dari itu, para band underrated ini telah berhasil membuktikan kapasitas mereka.

Intip empat band grunge underrated versi SuperMusic.ID berikut ini. Di antara daftar pilihan, adakah band favorit lo?

TAD

TAD adalah salah satu unit grunge yang berbasis di Seattle, AS. Meski memiliki nama yang tergolong aneh, soal kapasitas bermusik boleh diadu. Tak seperti kebanyakan band-band grunge yang lazimnya dipengaruhi entitas punk, komplotan TAD malah menjadikan elit heavy metal seperti Black Sabbath sebagai patokan – begitu pula dengan Soundgarden dan Alice In Chains. Maka tak heran, raungan kotor dan heavy begitu mendominasi di muatan-muatan materi milik TAD.

Meski tak meraih kesuksesan secara komersial, ‘obor’ musik yang telah mereka bawakan cukup disegani di kalangan penggemar militan grunge. Dikepalai oleh Tad Doyle di departemen vokal, band ini dibentuk pada tahun 1988. Sempat berada di bawah naungan Sub Pop, band gahar ini setidaknya telah menceploskan sebanyak empat album studio, yakni God’s Balls (1989), 8-Way Santa (1991), Inhaler (1993) dan Infrared Riding Hood (1995).

Mudhoney

Mudhoney merupakan salah satu dari sekian banyak alumni Seattle Sound. Dibentuk pada tahun 1988 pasca membubarkan band Green River, Mark Arm dan Steve Turner sepakat untuk membentuk band ugal-ugalan dengan tempo kebut khas punk rock serta hentakan powerful ala hardcore punk. Di mata fans grunge, Mudhoney adalah band yang paling disegani di kancah grunge bawah tanah.

Selama berkarier di belantika, Mudhoney telah produktif melepas sebanyak sembilan album studio. Namun di antara jajaran karya yang dimiliki, album mini debut bertajuk Superfuzz Bigmuff (1988) merupakan magnum opus mereka. Tak heran album ini pun dianggap menjadi salah satu cetak biru di kancah grunge. Kurt Cobain sendiri juga memasukkan album mini tersebut ke dalam daftar album favoritnya sepanjang masa.

Screaming Trees

Bergeser sedikit ke Ellensburg, berdekatan dengan Seattle, terdapat band grunge underrated lainnya bernama Screaming Trees. Band yang terbentuk tahun 1985 itu juga dikenal publik sebagai salah satu dari ‘Godfathers of Grunge’ bersama Melvins, Soundgarden, Green River, The U-Men, dan Malfunkshun.

Sebelum memutuskan bubar di tahun 2000, Screaming Trees sempat diperkuat oleh kuartet Mark Lanegan (vokal), Gary Lee Conner (gitar), Van Conner (bass) dan Barrett Martin (drum). Selama mengarungi belantika, Screaming Trees telah melahirkan sebanyak tujuh album penuh. Album mereka yang paling dikenang fans grunge adalah Sweet Oblivion (1992). Di dalamnya turut menelurkan single mumpuni seperti “Nearly Lost You” dan “Shadow of the Season”.

Skin Yard

Meski tak berumur lama di industri musik, nama Skin Yard tetap dikenang sebagai garda terdepan di kancah grunge. Oleh segelintir ekspertis musik, band asal Seattle ini juga ditasbihkan sebagai pilar dari grunge bersama band sejawat seperti Green River, Soundgarden dan The U-Men di medio dekade 80-an.

Sebelum memilih bubar di tahun 1993, Skin Yard beranggotakan Ben McMillan (vokal), Jack Endino (gitar), Daniel House (bass), dan Matt Cameron (drum). Sang gitaris, Jack Endino kini lebih dikenal luas sebagai produser musik. Album keempat bertajuk 1000 Smiling Knuckles diakui oleh sebagian penggemar grunge sebagai karya terbaik mereka.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
142 views
superbuzz
603 views
superbuzz
1299 views
superbuzz
794 views
superbuzz
2772 views