5 Album Rock Kontroversial

  • By: OGP
  • Senin, 9 July 2018
  • 2163 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Lanskap rock tak luput dari lingkaran kontroversi. Tak jarang sejumlah album-album di kancah rock menuai polemik di dalamnya. Beragam gagasan, pesan, ekspresi ‘berani’ dari sang bintang rock termuat jadi satu dalam sebuah karya musik.

Namun, tak jarang pula ide maupun pesan dari sang musisi tersebut terlampau mendobrak batas di mata publik. Tentu hal ini menyulut label ‘kontroversial’ di balutan sebuah album rock.

Berikut 5 album rock kontroversial versi SuperMusic:

1. Sex Pistols - Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols (1977)

Ledakan arus kancah punk memuncak ketika album debut Sex Pistols, Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols rilis pada 1977. Tak hanya memercik geliat punk secara global, album ini seolah muncul memberi sinyal kuat kepada publik, bahwa revolusi punk tengah bergemuruh. Album penuh semata wayang Sex Pistols ini dianggap sebagai salah satu artefak penting di kancah punk.

Terdapat jejak-jejak ‘kelam’ yang terjadi di publik Britania Raya pada era 70-an. Saat itu kondisi Inggris tengah mengalami masa keterpurukan oleh dampak krisis di hampir segala sektor terutama sosial dan ekonomi. Lewat Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols, Johnny Rotten dkk menebar kontroversi dengan muatan lirik-lirik lagu menentang rezim pemerintahan, yang kala itu dipimpin oleh Ratu Elizabeth II. “God Save the Queen” dan “Anarchy in the U.K.” adalah contoh luapan amarah mereka tehadap pihak penguasa.

2. Slayer - Reign in Blood (1986)

Di medio dekade 80-an, nama Slayer mencuat di belantara musik cadas bawah tanah. Puncaknya ketika album ketiga legendaris mereka, Reign in Blood rilis pada 1986. Diproduseri oleh Rick Rubin, album ini ternyata turut mengundang berbagai polemik.

Artwork yang didesain oleh Larry Carroll menuai kontroversi, lantaran menggambarkan objek absurd berbau satanisme di dalamnya. Belum lagi ditambah dengan konten-konten pada lirik eksplisit yang ditampilkan Slayer di album Reign in Blood. Konon, salah satu lagu mereka berjudul “Angel of Death” terinspirasi dari kisah Josef Mengele, seorang dokter ‘gila’ dari Nazi.

3. Rage Against the Machine - Rage Againts the Machine (1992)

Di awal kemunculannya di jagat musik, Rage Against the Machine memang dikenal sebagai band kontroversial di generasinya. Tom Morello dkk kerap dicekal dan tak diperbolehkan manggung di sejumlah konser karena isu-isu politik yang mereka angkat ke publik.

Lewat album berjudul sama dengan nama band yang rilis tahun 1992, Rage Against the Machine menggemparkan dunia lewat gelombang protes yang dinadakan ke dalam karya musik. Sampul artwork yang diambil foto kontroversial seorang biksu Thích Quảng Đức, yang membakar dirinya seolah mempertegas bahwa RATM adalah band anti politik. Belum lagi ditambah dengan lagu “Killing in the Name” yang diciptakan untuk menyindir aksi rasisme polisi Amerika Serikat kepada warga kulit hitam.

4. Cannibal Corpse - Tomb of the Mutilated (1992)

Sudah menjadi bagian dari identitas visual bagi mayoritas band ekstrim metal untuk menampilkan gambar bertema sadis. Seperti halnya yang dilakukan oleh punggawa death metal, Cannibal Corpse. Di album ketiga mereka, Tomb of the Mutilated yang rilis pada 1992, band asal New York ini sempat menuai kontroversi di berbagai pihak, utamanya badan sensor.

Tomb of the Mutilated menampilkan sampul artwork yang terlampau eksplisit, dengan percikan darah serta objek tak senonoh di dalamnya. Selain itu terdapat lagu-lagu berjudul amoral seperti “I Cum Blood”, “Addicted to Vaginal Skin”, hingga “Entrails Ripped from a Virgin’s Cunt”. Alhasil album ini terpaksa dilarang beredar di Jerman.

5. Marilyn Manson - Mechanical Animals (1998)

Sosok Marilyn Manson alias Brian Hugh Warner memang identik dengan kontroversi. Masih tak lekang dari ingatan kita, pasca melepas album studio ketiga, Mechanical Animals yang rilis pada 1998, pria eksentrik itu dihubung-hubungkan dengan ‘Tragedi Columbine’, yakni peristiwa penembakan massal secara membabi-buta yang terjadi pada 1999, di SMA Columbine, yang melibatkan siswa remaja Eric Harris dan Dylan Klebold.

Segelintir pihak mengklaim bahwa lirik-lirik eksplisit pada konten album Mechanical Animals turut memengaruhi psikis Eric Harris dan Dylan Klebold. Kendati demikian, Marilyn Manson menolak jika karya musiknya dikaitkan dengan tragedi berdarah tersebut.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
874 views

5 Reuni Band Rock Terlaris

superbuzz
1912 views
superbuzz
534 views
superbuzz
1478 views
superbuzz
487 views