5 artis indie pop asia tenggara

5 Band Indie Pop Asia Tenggara yang Perlu Lo Simak!

  • By: NND
  • Kamis, 19 September 2019
  • 2229 Views
  • 13 Likes
  • 10 Shares

Sebagai salah satu genre yang terlahir dari gebrakan post-punk Inggris pada senjakala ‘70an, genre indie pop dapat dikatakan sebagai sebuah genre yang cukup subur dalam melahirkan talenta-talenta segar. Banyak nama-nama besar yang turut serta mengkorporasikan pendakatan pop semacam yang nampak dalam indie pop ke dalam musiknya. Contoh saja The Smiths, Stereolab, The 1975, MGMT, Foster The People, Two Door Cinema Club, dan lain sebagainya. Dari tahun ke tahun, indie pop selalu memiliki nama yang cukup relevan dalam pentas musik global.

Oleh karena itu, ada menariknya untuk membahas lima nama besar dalam musik indie pop, yang secara geografis berdomisili tak jauh dari kita. Ya, melalui tulisan ini, Supermusic akan membahas lima grup musik indie pop yang berasal dari Asia Tenggara!  Asia sendiri, sebagai sebuah benua, sudah mulai bersaing dalam mengumpan musik-musik berkualitas ke publik luas. Berlaku untuk sebagian besar genre musik, begitupula indie pop; tentunya kita sadar bahwa Amerika dan Eropa menjadi titik sentral dari perkembangan musik di dunia. Kelima nama ini merupakan amunisi Asia Tenggara dalam menyikapi hal tersebut.

Dengan begitu, coba simak daftar berikut untuk mengetahui siapa saja mereka!

***

1. Sobs (Singapura)

Sebagai sebuah band yang beranggotakan tiga orang, Sobs sejatinya merupakan nama yang masih cukup segar dalam belantika musik lokalnya, yakni di Singapura. Namun, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa musik mereka tidak main-main.

Mengusung sound pop dengan pendekatan bedroom yang organik dan mudah diresapi publik luas—Sobs mampu memukau banyak pendengar melalui rilis EP pertama mereka, Catflap (2017). Tahun lalu, album debut mereka—bertajuk Telltale Sign—resmi mengudara.

Title-track dari album debut itu, “Telltale Sign”, merupakan sebuah trek yang juga menjadi highlight dalam albumnya. Reverb tebal, nada-nada meremaja, dan vokal yang manis. Apa lagi kurangnya? Resep-Resepnya menggubah musik mungkin memang terkesan generik, tapi dengan pengeksekusian yang pas, Sobs mampu menyuguhkan sebuah musik yang kelewat segar. Sempatkan mendengar karya-karya mereka jika memang belum pernah sebelumnya, ya!

2. Mellow Fellow (Filipina)

Bagi kalian yang cukup dalam menggeluti ranah indie pop modern, tentunya kalian pernah mendengar nama Mellow Fellow. Ya, dia juga merupakan nama yang berasal dari Asia Tenggara. Polo Reyes—orang di balik moniker tersebut, merupakan musisi yang berasal dari Manila, Filipina.

Cinta menjadi narasi utama yang kerap dijumpai dalam musik indie pop, dan Mellow Fellow mengupasnya dengan musik ala nostalgik yang cocok. Nuansa throwback ke era-era radio seakan mengalir keluar dari beberapa musik rancangannya. Sejauh ini, ia sudah berhasil menelurkan dua buah album studio; 604 Diamond Street (2015), dan Jazzie Robinson (2016).

Awal tahun 2019 ini, ia juga sempat merilis sebuah single yang berisikan petikan-petikan gitar yang sangat halus—“Yours Alone” judulnya. Berbicara single, Mellow Fellow juga punya “How Was Your Day?”, sebuah single yang berkolaborasi dengan Clairo. Intinya, jika sedang berbunga-bunga, atau mungkin—seperti namanya—sedang mellow, tidak ada salahnya mendengarkan Mellow Fellow.

3. Phum Viphurit

Kalau yang satu ini mungkin yang tidak begitu mendengarkan indie pop pun pernah mendengar namanya. Phum Vipurit—musisi solo asal Thailand—memang sudah cukup mendunia, tampil dengan gitar sembari bernyanyi, musiknya yang relevan dan ringan menjadi sebuah angin segar dari Asia; Asia tenggara, terutama!

Sejauh ini, sudah ada satu buah album studio yang menghiasi diskografinya. Manchild resmi rilis pada tahun 2017 silam. Namun, di luar albumnya itu, Viphurit sudah menelurkan banyak single. Musiknya didominasi oleh nuansa feel good yang adiktif dan cukup menular. Cathcy dan terus terang pula, musik indie pop ciptaan Viphurit memiliki karakter yang positif, cocok didengarkan di siang hari ketika beraktifitas.

“Hello, Anxiety” merupakan salah satu single teranyarnya. Maju dengan tema yang cukup personal, ia membedahnya melalui musik yang sudah pakem menjadi ciri khasnya. Trek ini berbicara tentang isu kesehatan mental dan keresahan yang ia lalui. Meski begitu, ia menyampaikannya dengan cara yang ringan—seakan menjadi pesan kepada para pendengarnya yang juga merasa kesulitan, untuk bisa menyikapinya secara sehat.

4. Pastel Lite (Malaysia)

Bermuara dari musik elektronika yang banger, duo dari Malaysia ini berhasil menerapkan sebuah transformasi yang cukup berisiko. Namun, resiko tinggi itu terbayar tuntas dengan keberhasilan. Pastel Lite—melalui album Balada (2017)—berhasil mengangkat suara yang lebih kental dalam halaman pop.

Digawangi oleh dua personel yang masing-masingnya sudah bukan lagi nama asing dalam kancah musik lokal mereka, Pastel Lite menjadi asupan indie pop dari Asia Tenggara yang maju dengan format elektronika. Album Balada dari mereka berhasil mengemas suara-suara pop dengan pendekatan yang cukup modern. Dengan narasi lirik yang luas, mereka mengupas banyak tema-tema dalam kehidupan manusia; dan semua itu dibungkus oleh musik mengawang yang cukup beragam.

Salah satu highlight dari rilisan Balada adalah trek bertajuk “Masa Kita”, sebuah trek yang terkesan cukup nostalgic. Sound dari synth dan beats mereka memperkuat rasa merindu itu, menjadikannya sebuah trek yang cukup mendalam dan menyayat. Coba dengarkan trek ini untuk mulai menyelami musik mereka!

5. Trinh Trung Kien (Vietnam)

Solois ini memulai karirnya dari coffeshop,  merendisi ulang lagu-lagu kenamaan dengan ciri khasnya sendiri. Namanya meroket kala ia mulai menciptakan lagunya sendiriLagu breakthrough-nya—bertajuk “The Ky 21 Buon” (atau “Sad 21st Century”)—berhasil menangkap rasa kesepian dalam menghidupi kehidupan di tengah hutan-hutan beton perkotaan besar.

Kien adalah musisi indie pop Vietnam yang maju dalam format penyanyi-penulis lagu yang jujur. Lirik-lirik ciptaanya quirky dan relevan. Terkadang, musiknya pun begitu—lo-fi dan catchy, namun terasa tidak berpura-pura. Kien merupakan pembadanan paling sempurna dari penyany- penulis lagu yang mengusung musik indie pop dari Vietnam.

Belum lama ini, ia telah berhasil merilis mini album baru bertajuk “Tôi Detail Tôi”. Melalui kanal YouTube-nya, Kien juga menggungah sebuah trek yang diambil dari rilisan barunya itu. Bertajuk “XX”, trek ini menampilkan betul perubahan musiknya ke arah yang lebih segar melalui beats pop yang sejuk. Musik Kien telah menjauh dari pendekatan minimalistik dan intim yang dominan dengan gitar. Sekarang, ia telah menyikapi pop secara lebih utuh, dan arahnya cukup baik

***

Itulah dia lima nama musisi indie pop yang berasal dari Asia Tenggara. Para tetangga ini tentu juga memiliki skena-nya masing-masing, dan mengetahui mereka berhasil menghasilkan musisi-musisi berkualitas seperti yang di atas, tentunya kita—sebagai bagian dari Asia Tenggara, harus ikutan bangga. Lagipula, dalam halaman indie pop, Indonesia juga punya banyak nama-nama apik. Coba sebutkan indie pop lokal favorit kalian di kolom komentar di bawah ini!

1 COMMENTS
  • hendrapare151@yahoo.com

    Corycory cupkecupke

Info Terkait

superbuzz
240 views
supershow
684 views
superbuzz
365 views
supertapes
715 views

Supertapes: Gizpel

superbuzz
1694 views
superbuzz
783 views