5 Band Rock dengan Personel Terbanyak

  • By: OGP
  • Sabtu, 2 December 2017
  • 4548 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam sebuah kelompok musik, lazimnya terdiri dari empat hingga enam orang personel yang mengisi tiap lini instrumen di dalam anatomi band. Para anggota band tentu memiliki peran masing-masing. Di garda terdepan, seorang vokalis bakal senantiasa memimpin unitnya dibantu dengan iringan sang gitaris yang melodius, dipadu dengan sentuhan drummer yang enerjik, lalu ditambah dengan betotan bas mendentum dan kemudian komplit disempurnakan dengan bebunyian yang berasal dari tut seorang kibordis.

[bacajuga]

Kendati demikian, ada juga segelintir band yang memiliki jumlah personel yang terlampau banyak. Tak tanggung-tanggung formasi di kubu band mereka mempunyai jumlah yang setara dengan dua tim sepak bola digabung sekaligus! Hal ini tentulah bukan perkara mudah dalam menyatukan visi, misi dan gagasan berada di dalam satu atap. Dan pastinya pembagian ‘jatah’ honor tiap anggota band pun jadi terpecah banyak.

Namun tak selamanya band berpersonelkan banyak itu rentan mengalami perpecahan. Dirunut dari aspek musikalitas, dengan bertambahnya personel inti di kubu band, sudah pasti hal tersebut akan memperkaya warna baru bagi materi musik yang dihasilkan oleh band bersangkutan. Tak melulu instrumen gitar-drum-bass, terdapat beberapa instrumen musik unik lainnya yang mampu mempertajam kualitas bermusik sebuah band

Berikut daftar band dengan jumlah personel terbanyak versi SuperMusic.ID!

1. I’m From Barcelona

Unit indie pop nyentrik ini mencatatkan diri di sejarah belantika sebagai band dengan jumlah personel terbanyak. Wajar saja, mengingat band asal Swedia ini memiliki anggota sebanyak 28 orang! Di antara para jajaran personel band, kesemua anggotanya pun memegang instrumen musik yang berbeda-beda. Maka tak heran jika penggemar musik akan disuguhi oleh bebunyian alat-alat musik unik seperti klarinet, flute, terompet, banjo, akordeon hingga kazoo.

I’m From Barcelona dibentuk oleh sang frontman, Emanuel Laudgren pada tahun 2005. Selama berkiprah di industri musik, I’m From Barcelona telah menetaskan sebanyak empat album studio beserta lima album mini. Album mini perdana bertajuk Don’t Give Up On Your Dreams, Buddy! cukup disambut baik oleh para penggemar musik.

2. The Polyphonic Spree

Melihat gerombolan The Polyphonic Spree pentas, tak ubah-ubahnya menyaksikan sebuah tontonan paduan suara megah serba putih di altar gereja. Ya, band asal Texas, AS ini memproklamirkan dirinya sebagai pengusung choral rock – sebutan untuk pegiat choir dengan sentuhan rock kentara. The Polyphonic Spree berpersonelkan sebanyak 20 orang.

The Polyphonic Spree diarsiteki oleh Tim DeLaughter dan sudah aktif di industri musik sejak tahun 2000 silam. Tak melulu memainkan instrumen musik konvensional pada umumnya, mereka juga menambahkan instrumen musik seperti biola, terompet, flute, trombon, perkusi sampai cello. Selama berkarier di jagat musik, The Polyphonic Spree telah merilis lima album studio. Di album ketiga bertajuk The Fragile Army (2007) mereka juga mendaur ulang salah satu hit single andalan Nirvana, “Lithium”.

3. Haggard

Benua Eropa seolah tak pernah kehabisan talenta-talenta berbakat di kancah musik. Salah satunya adalah dataran Jerman. Di antara sekian banyak band Bavaria, terdapat band bernama Haggard. Selain memiliki skill musikalitas yang mumpuni, gerombolan cadas ini juga mengantongi jumlah personel yang terbilang tak sedikit, yakni sebanyak 18 orang yang rata-rata memainkan instrumen musik orkestra.

Band yang terbentuk sejak tahun 1989 ini, dikepalai oleh Asis Nasseri di departemen vokal. Haggard mengusung genre symphonic metal dengan sentuhan gahar sekaligus gelap. Sejauh ini, Haggard telah melepaskan sebanyak empat album penuh selama meniti karier di industri musik. Hingga kini mereka masih aktif menggelar konser bertema orkestra.

4. Broken Social Scene

Band kolektif asal Kanada ini juga ditasbihkan sebagai salah satu supergroup berbahaya di kancah indie rock. Di awal kemunculannya, komplotan ini mampu mencuri perhatian para penikmat musik di segala penjuru dunia. Tercatat ada 19 musisi yang berpartipasi dalam kolektif musikal tersebut. Kebanyakan dari mereka merupakan solois dan personel band lain yang juga berdomisili di Kanada. Salah satu alumni yang paling sukses adalah Leslie Feist.

Broken Social Scene didirikan pada tahun 1999 oleh duo Kevin Drew dan Brendan Canning. Sejak kemunculannya di industri musik, kini mereka telah menelurkan sebanyak lima album penuh. Belum lama ini, gerombolan asal kota Toronto itu telah melepas album teranyar bertajuk Hug of Thunder pada 7 Juli 2017.

5. The Brian Setzer Orchestra

Bagi penggila kancah rockabilly, tentu akrab dengan sosok vokalis elegan bernama Brian Setzer. Setelah meraih kejayaan bersama unit rock Stray Cats, Setzer akhirnya membentuk proyek megahnya, The Brian Setzer Orchestra. Masih mengusung musik rockabilly yang ceria nan enerjik, tak tanggung-tanggung band binaan Setzer itu berpersonelkan sebanyak 20 orang di dalamnya.

The Brian Setzer Orchestra didirikan pada tahun 1990. Kendati sempat mengalami fase bubar-aktif semasa di Stray Cats, Setzer akhirnya memutuskan untuk fokus dan aktif di proyek solonya itu. Selama eksis berkarier, mereka telah merilis delapan album penuh. Terakhir Setzer dkk melepaskan album edisi natal bertajuk Rockin’ Rudolph (2015).

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1492 views
superbuzz
2485 views
superbuzz
3340 views
superbuzz
2486 views

5 Reuni Band Rock Terlaris

superbuzz
4671 views
superbuzz
4049 views

5 Album Rock Kontroversial