Linkin Park

5 Fakta Hybrid Theory, Album Perdana Linkin Park

  • By:
  • Selasa, 6 October 2020
  • 1099 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

20 tahun lalu, di tahun 2000 merupakan sebuah tahun yang jadi penanda booming-nya genre baru di dunia permusikan internasional. Genre tersebut bernama nu-metal. Salah satu genre musik yang terbilang baru pada masanya tersebut langsung menjadi sebuah fenomena yang populer hingga dapat muncul ke permukaan melalui ragam media, seperti televisi, radio, serta media cetak. Genre yang pertama kali mulai terdengar pada pertengahan tahun 1990-an ini lahir berkat kehadiran band-band, seperti Korn, Deftones, POD, dan lainnya. Namun, salah satu band yang berhasil membuat genre ini dapat dinikmati oleh pecinta musik di hampir seluruh dunia adalah Linkin Park.

Di akhir tahun 2020, Linkin Park hadir memperkenalkan album debutnya yang diberi judul “Hybrid Theory”. Salah satu single yang membuat tidak hanya nu-metal dikenal, namun Linkin Park sebagai sebuah grup musik besar hingga saat ini adalah In The End, yang juga diambil dari album tersebut. Bahkan, berkat lagu “Crawling” yang jadi salah satu nomor di album “Hybrid Theory”, band ini pun berhasil menyabet gelar bergengsi untuk Grammy di tahun 2002.

Kini 20 tahun berlalu, apa yang terjadi dengan Linkin Park? Apa yang terjadi dengan “Hybrid Theory”? Apakah album ini masih relevan dan masih cukup diminati oleh para pendengar? Temukan fakta menarik tentang “Hybrid Theory” dari Linkin Park yang baru saja berulang tahun ke-20 ini.

1. Album dengan penghargaan platinum sebanyak 12 kali

Mungkin akan dirasa asing terdengar, namun Hybrid Theory yang merupakan album perdana dari Linkin Park hingga saat ini masih memiliki tingkat penjualan yang cukup memuaskan. Tercatat pada tahun ini, catatan penjualan terkait album perdananya, ternyata mencapai lebih dari 12 juta keping. Catatan penjualan tersebut berhasil membuat album “Hybrid Theory” milik Linkin Park mendapatkan gelar Platinum sebanyak 12 kali. Sungguh pencapaian yang fantastis sebagai salah satu band di ranah musik cadas.

2. “In The End” mencapai 1 milyar views di Youtube.

Tidak hanya untuk albumnya saja yang mencatatkan angka terbanyak di tahun ini. Ternyata, salah satu single yang diambil sebagai materi promosi album “Hybrid Theory” dari Linkin Park ini juga berhasil mencatat angka yang tinggi di salah satu platform media daring, Youtube. “In The End” yang merupakan single keempat di album tersebut dan pada bulan Juli lalu berhasil mencatatkan angka 1 milyar dalam jumlah berapa banyak video ini telah ditonton. Di tahun 2000, konsep video klip ini cukup unik untuk dieksekusi pada zamannya. Linkin Park mengambil tema dystopian egypt dengan menggunakan teknologi CGI secara penuh untuk video klipnya. Namun jangan samakan dengan teknologi CGI yang ada hari ini, ya.

3. Nama Di Balik Hybrid Theory Bagi Linkin Park

Nama Hybrid Theory untuk judul album perdana Linkin Park ini ternyata menyimpan sejarah tentang perjalanan karier band nu-metal ini. Terbentuk di tahun 1996, sebelum menjadi Linkin Park, band yang didirikan oleh Mike Shinoda, Rob Bourdon, dan Brad Delson ini dikenal lebih dulu dengan nama Xero. Selanjutnya mereka bertiga merekrut Joe Hahn, Dave Farell untuk mengisi kekosongan di dalam grup tersebut, hingga akhirnya pada tahun 1999 Chester Bennington melengkapi formasi ideal band ini dan mereka resmi mengganti nama band-nya menjadi Hybrid Theory. Terganjal dengan masalah dengan band yang bernama serupa, akhirnya mereka memutuskan untuk menggantinya dengan Linkin Park yang merupakan permainan kata dari “Lincoln Park” dan nama Hybrid Theory dipilih sebagai album yang membawa mereka sukses hingga saat ini.

4. Proses Produksi Album yang Memakan Waktu

Meskipun pencapaian bersama “Hybrid Theory” sangatlah gemilang, nyatanya perjalanan produksi album tersebut sangatlah menyita waktu dan tenaga dari seluruh personel yang terlibat di dalamnya. Total ada 44 perusahaan label rekaman yang menolak untuk menawarkan kerja sama deal rekaman untuk Linkin Park. Namun perjuangan dan determinasi mereka pun membuahkan hasil, dan akhirnya Linkin Park mendapatkan kontrak rekaman bersama perusahaan rekaman milik Warner Brothers, Warner Music. Meskipun sebelumnya Warner Music pun telah menolak Linkin Park sebanyak 3 kali. Terbukti dari kontrak yang diberikan, album “Hybrid Theory” dari Linkin Park berhasil membuat kedua belah pihak merasa diuntungkan dengan angka penjualan yang terus naik, peringkat 2 di chart Billboard 200, dan mengantongi Grammy.

5. Linkin Park siapkan Box Set untuk perayaan 20 tahun Hybrid Theory

Sebagai sebuah perayaan napak tilas perjalanan kariernya, Linkin Park telah mempersiapkan sebuah box set 20th anniversary “Hybrid Theory” untuk para penggemar setianya. Box set eksklusif ini akan dirilis dalam berbagai format, di antaranya ada Super Deluxe Box Set, Vinyl Box Set, dan Deluxe CD. Selain itu, album perayaan spesial dari Linkin Park ini juga platform digital dan streaming. Menambah kesan spesial, band ini juga telah mempersiapkan beberapa memorabilia menarik untuk box set ini. Untuk pembelian album ini, para penggemar bisa mendapatkan lagu-lagu demo dan B-sides, DVD, serta footage eksklusif yang belum pernah diputar di mana-mana berdurasi 95 menit. Untuk tahu lebih lengkap apa saja yang akan didapatkan dalam paket pembelian Limited Edition Super Deluxe Box album 20th Hybrid Theory dari Linkin Park, temukan di bawah:

Konten Box Set Linkin Park, Hybrid Theory Super Deluxe Limited Edition:

CDs

  1. Hybrid Theory
  2. Reanimation
  3. B-Side Rarities
  4. LPU Rarities
  5. Forgotten Demos

DVDs

  1. Frat Party at The Pankake Festival (2002)
  2. Projekt Revolution 2002
  3. The Fillmore 2001 / Rock Am Ring 2001

LPs/Vinyls

  1. Hybrid Theory EP
  2. Hybrid Theory
  3. Reanimation Double LP

Kaset eksklusif dengan 2 original track dari Street Team Sampler.

Memorabilia tambahan:

  1. Buku setebal 80 halaman yang berisi tentang cerita dari para personel Linkin Park dan kontributor, serta foto-foto pada masa “Hybrid Theory”.
  2. Laminasi Tur Replica
  3. Poster Chester Bennington berukuran 18x24
  4. Litografi berisi karya seni terbaru dari Joe Hahn, Mike Shinoda, dan Frank Maddocks
  5. Download code seluruh audio yang ada di dalam box set

Sesi pre-order untuk mendapatkan album box set ekslusif Hybrid Theory dari Linkin Park sudah dibuka dan akan segera resmi rilis pada 9 Oktober 2020 melalui situs resminya.

0 COMMENTS