5 Festival Musik Keren Bikinan Musisi

  • By: NTP
  • Rabu, 18 April 2018
  • 1351 Views
  • 1 Likes
  • 9 Shares

Band menggelar festival atau festival tur mungkin merupakan konsep yang masih asing di Indonesia. Namun, praktik ini telah dijalankan di AS dan Eropa setidaknya sejak awal dekade 90-an.

Fenomena pembajakan dan berbagi musik lewat internet turut mendorong band untuk mencari penghidupan dari penampilan panggung; menggelar festival adalah salah satu cara paling masif untuk melakukannya.

Walau menghadapi risiko yang cukup besar, band-band yang menggelar festival sendiri juga bisa mendulang keuntungan cukup besar dari tiket serta penjualan pernak-pernik. Langkah ini sudah ditempuh beberapa nama besar seperti Metallica.

Di konteks lokal, cara ini memudahkan penggemar untuk menonton band-band favorit mereka di satu gelaran. Atmosfer santai festival memungkinkan band dan penggemar berinteraksi, sekaligus membangun basis komunitas di berbagai daerah.

Festival seperti ini juga memudahkan musisi tampil atau menonton band-band yang mereka kagumi. Sebagai kurator festival, mereka bisa menyatukan musisi dan band veteran berpengaruh dengan band-band baru yang dianggap berpotensi, seperti yang dilakukan oleh Robert Smith (vokalis The Cure) di Meltdown Festival 2018. Gelaran demikian, bukan tidak mungkin akan memunculkan nama baru dan membangkitkan nama lama. Berikut festival musik yang digagas/dikurasi oleh musisi.

1. Orion Music + More

The Orion Music + More adalah festival tur yang digelar oleh Metallica di tahun 2012 dan 2013. Festival ini pertama kali digelar pada 7 Februari 2012 dan dilaksanakan untuk terakhir kalinya pada 9 Juni 2013.

Orion Music + More menampilkan beberapa genre selain metal dan rock seperti punk, indie dan experimental rock, juga musik elektronik seperti dubstep serta bass music. Beberapa nama besar hingga band-band unik yang tampil di festival ini adalah Red Hot Chili Peppers, Rise Against, Dropkick Murphys, The Bronx, Deftones, All Shall Perish, Tomahawk, Foals, Gogol Bordello, Japandroids, The Dillinger Escape Plan, Silversun Pickups dan Death Grips.

Metallica juga tampil secara khusus di bawah nama ‘Dehaan’ dan memainkan seluruh materi Kill ‘Em All (1983). Walau demikian Orion Music + More resmi berakhir di 2013 karena mengalami kerugian yang cukup signifikan bagi Metallica dan manajemen mereka.

“Sejujurnya festival Orion mengakibatkan kerugian finansial bagi kami dan tidak bisa kami laksanakan lagi. Rasanya cukup mengecewakan. Kami berusaha bertahan dan berharap bisa tampil lagi di AS, sepertinya sudah lama kami tidak tampil di sini,” ujar James Hetfield.

2. Eaux Claires

Eaux Claires Music & Arts Festival adalah festival musik yang digelar oleh Aaron Dessner (The National) dan Justin Vernon (Bon Iver) sejak 2015. Keduanya memiliki kesamaan visi tentang bagaimana seharusnya festival musik digelar, dan ingin mengangkat nama negara bagian Wisconsin. Festival ini didesain untuk mengakomodir musisi dari berbagai genre. Selama tiga kali digelar, beberapa nama variatif seperti The National, Sufjan Stevens, Erykah Badu, Spoon, Blind Boys of Alabama, Sturgill Simpson, Doomtree, Vince Staples, dan James Blake pernah mengisi panggung Eaux Claires. Bahkan band asal Yogyakarta, Senyawa, juga pernah tampil di acara ini. 

“Saya menyenangi elemen komunitas di sebuah festival. Saya akhir-akhir ini tampil di terlalu banyak festival dan semuanya mulai terlihat sama, tapi festival-festival itu bukan cuma soal menonton band. Acara tersebut merupakan sebuah pengalaman tersendiri dan ada unsur komunitas yang terjadi di sana. Festival musik adalah kesempatan bagi kita semua untuk ‘menghilang’ secara damai, untuk kembali merasa seperti manusia,” papar Justin Vernon.

3. Levitation

Festival tahunan ini pertama kali dihelat dengan nama Austin Psych Fest pada 2008 silam. Austin Psych Fest berganti nama menjadi Levitation di 2015, sebagai penghormatan untuk unit psychedelic rock legendaris asal Austin, The 13th Floor Elevators. Levitation digelar oleh kolektif dan label rekaman The Reverberation Appreciation Society, yang dihuni oleh unit psychedelic rock The Black Angels.

Festival ini digelar dari obrolan warung kopi The Reverberation Appreciation Society, yang ingin menggelar pesta berisi band-band yang mereka sukai.

“Daftar utama kami berisi Brian Jonestown Massacre, the 13th Floor Elevators, Portishead, Silver Apples, the Raveonettes, Black Rebel Motorcycle Club, Clinic… Pelan-pelan kami menceklis semuanya dari daftar tersebut, inilah yang membuat kesal banyak agen,” ujar Alex Maas, vokalis The Black Angels.

Levitation terinspirasi dari ledakan festival musik yang terjadi di dekade 60-an, juga beberapa gelaran ternama seperti ATP dan Primavera Sound. Selain menggelar Levitation di Austin, Texas, The Reverberation Appreciation Society juga menghelat festival ini di Prancis, Kanada serta Chicago.

Festival ini dikenal dengan penampilan band-band psychedelic, indie rock, dan eksperimental dari AS dan Eropa seperti Dead Meadow, A Place to Bury Strangers, Wooden Shjips, The Warlocks, and The Black Angels, The Raveonettes, Warpaint, The Gaslamp Killer, Silver Apples, Roky Erickson, The Brian Jonestown Massacre, Panda Bear, of  Montreal, The 13th Floor Elevators (untuk pertama kalinya tampil dengan formasi asli sejak 1970), The Flaming Lips, The Jesus and Mary Chain, Primal Scream, Spiritualized, Tame Impala, Animal Collective, Caribou, Flying Lotus, dan Slowdive.

4. Lollapalooza

Awalnya festival tur ini digelar di 1991 oleh Jane’s Addiction, khususnya Perry Farrell dan Stephen Perkins, sebagai konser perpisahan. Lollapalooza digelar setiap tahunnya hingga 1997 dan dibangkitkan kembali pada 2003.

Jane’s Addiction menggelar Lollapalooza karena tidak sempat tampil di Reading Festival 1990, alih-alih mereka datang sebagai penonton. Mereka justru terkesan dengan atmosfer Reading Festival, dan ingin menggelar festival serupa di AS.

Selain menampilkan band-band alternative rock, Lollapalooza juga memayungi genre lain seperti heavy metal, punk, hip-hop dan elektronik. Festival ini juga menampilkan stan berbagai kelompok nirlaba, NGO, LSM, organisasi politik serta seniman visual. Festival ini awalnya digelar untuk membangkitkan semangat kontra-kultur era 60-an.

“Festival ini melempat banyak isu pada publik. Saya ingin menghadirkan nuansa konfrontasi. Namun saya tidak mengklaim diri berada di sayap kiri maupun kanan, kami menghadirkan keduanya di festival ini,” ujar Farrell menjelang Lollapalooza pertama.

Beberapa nama yang pernah tampil di Lollapalooza antara lain adalah Nine Inch Nails, Kanye West, Lana Del Rey, Eminem, Coldplay, Depeche Mode, Red Hot Chili Peppers, Ministry, Pearl Jam, Rollins Band, Kid Cudi, Beastie Boys, The Cure, Of Monsters and Men, Living Colour, Rage Against the Machine, Paramore, Jennifer Lopez, Beyonce, Arcade Fire, Franz Ferdinand, X Japan, Audioslave, Soundgarden, Siouxsie and the Banshees, Björk, Tool, Deadmau5, Ice-T, Queens of the Stone Age, The Strokes, Arctic Monkeys, Calvin Harris, Butthole Surfers, dan Radiohead.

5. All Tomorrow's Parties

All Tomorrow's Parties adalah promotor dan label rekaman asal London, Inggris. ATP didirikan oleh Barry Hogan untuk memersiapkan gelaran perdana festival ini pada 2001. Nama festival ini diambil dari lagu “All Tomorrow's Parties” dari The Velvet Underground.

Keunikan ATP dibanding festival musik lain di Eropa dan AS adalah formasi penampil yang dikuratori oleh suatu band atau musisi. Formasi ATP perdana dikuratori oleh Mogwai. Walau tidak memiliki genre spesifik atau dominan, ATP kerap menampilkan band dan musisi avant-garde, dan eksperimental. ATP juga dikenal dengan atmosfernya yang intim ketimbang festival musik lapangan terbuka.

Selama digelar di AS, Britania Raya dan Australia ATP telah dikuratori oleh Deerhunter, TV On The Radio, Yeah Yeah Yeahs, The National, The Drones, Greg Dulli (Afghan Whigs), Jeff Mangum (Neutral Milk Hotel), Battles, Caribou, Les Savy Fav, Amos, Animal Collective, Godspeed You! Black Emperor, sutradara Jim Jarmusch, Pavement, The Flaming Lips, The Breeders, Nick Cave & The Bad Seeds, Mike Patton & Melvins, My Bloody Valentine, Explosions In The Sky, Pitchfork Media, Portishead, Fennesz, Dirty Three, Thurston Moore, The Shins, Sleater Kinney, Dinosaur Jr., Devendra Banhart, Mudhoney, The Mars Volta, Vincent Gallo, Slint, Jake & Dinos Chapman, Stephen Malkmus, Mogwai, Tortoise, Shellac, Sonic Youth, Boards of Canada, Autechre, Modest Mouse, Cowboy Junkies, dan Matt Groening (penulis serial televisi The Simpsons).

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
73 views
superbuzz
89 views
superbuzz
136 views
superbuzz
77 views