rap hip-hop indonesia timur

5 Jagoan Hip-Hop dari Indonesia Timur

  • By: NND
  • Senin, 28 October 2019
  • 406 Views
  • 3 Likes
  • 2 Shares

Perkembangan musik di Indonesia memang sedang berada pada langkah yang positif. Tiap-tiap pulau, terutama yang berada di luar pulau Jawa, mulai menyuplai musisi-musisi penuh bakat yang tentunya mampu bersain dengan musisi asal Jawa.

Seperti itu pula yang terjadi dalam genre hip-hop di tanah air kita. Untuk musik ini, sudah tidak bisa lagi dipungkiri seberapa cepat perkembangan yang nampak. Para pelaku-pelaku tua banyak yang menapak kembali, namun para nama-nama barulah yang seakan menjadi haus untuk berkarya.

Nah, membahas musik hip-hop di Indonesia, dalam tulisan ini SUPERMUSIC sudah merangkum 5 nama dalam gelombang musik hip-hop yang melantang dari ujung timur Indonesia. Ya, para saudara dari timur ini mampu mengimbangi—atau bahkan menyaingi—rapper dan musisi hip-hop yang berkarya dari manapun itu, dari luar negeri sekalipun!

Penasaran siapa saja mereka? Yuk, langsung aja baca lengkapnya di bawah ini:

***

1. DXH Crew

Membuka daftar ini, rasanya DXH Crew cocok untuk dibahas. Mengapa begitu? Karena musik-musik dari grup rap asal Jayapura ini sangat menggebrak. Berbekal attitude yang tidak kenal takut, mereka melantangkan bagaimana dan apa suara mereka—suara dari timur yang terdengar cukup keras.

Grup yang satu ini merupakan kelompok yang namanya sudah cukup matang di peredaran hip-hop Papua, terutama di Jayapura. Dikenal dengan nama DXH Crew, grup ini resmi berdiri pada tahun 2011 silam. Ajaibnya, di antara para penggeraknya dari awal diberdirikan, tercata bahwa DXH Crew sudah berhasil menelurkan sekitar ratusan trek hip-hop. Merekapun sudah memiliki sebuah album yang bertajuk Bintang Kejora.

Musiknya sudah tidak bisa dipungkiri lagi—rap yang gahar. Dialek lokal Papua juga kerap hadir dalam musik-musik mereka. Jebolan terbaru mereka adalah sebuah trek bertajuk “Jay Fire”—kata “Jay” di judulnya itu untuk “Jayapura”, dan mereka benar-benar mengupasnya dengan gahar. Coba dengarkan mereka dulu, deh!

2. Waena Finest

Waena Finest yang terbentuk sejak 2015 telah menulis sekitar 200-an lagu dan merilis tiga album kompilasi yang kebanyakan tertampung di Reverbnation. Waena Finest berawal dari komunitas The Crossing Hip-Hop Comunity yang terbentuk pada 2009. Komunitas yang terdiri dari beberapa grup hip hop di Jayapura, seperti Why Village, One Street, Rap2W, Fourtenkey, B13, dan Waena Sound ini memiliki markas besar di Waena.

Waena Finest, namanya itu ada benarnya, lho! Terbentuk pada tahun 2015 kemarin. Grup ini sudah melahirkan sekitar 200 lagu dan tiga album kompilasi pula. Kalian bisa melacak lagu-lagu mereka di Internet melalui akun resmi Reverbnation mereka.

 Bermuara dari komunitas The Crossing Hip-Hop Community yang berdiri pada tahun 2009, perserikatan tersebut kemudian mempertemukan lakon-lakon di balik Waena Finest. Dalam berkarya, masing-masing dari anggotanya memiliki ciri khas dan style-nya masing-masing, hal ini menjaga kesegaran musik mereka dan menggarisbawahi karakteristik mereka sebagai sebuah grup rap di timur Indonesia. Penasaran? Cek salah satu lagu dari personilnya, E.Z.T., di bawah ini:

3. Joe Million

Buat kalian yang memang mengikuti pergerakan dan perkembangan musik hip-hop lokal, tentunya nama Joe Million sudah bukan lagi nama asing di telinga kalian. Sebagai orang yang berasal dari tanah Merauke, Joe Million bisa pula dikatakan sebagai salah satu musisi hip-hop jebolan Indonesia Timur yang paling berhasil--walau kini ia sudah menetap di pulau Jawa. Namun, tentu saja keberhasilannya itu tidak datang dengan sendirinya. Kualitas dari karya-karya yang ia luncurkanlah yang paling berbicara. Jika kalian hendak menilai seorang pria bernama asli Jaya Wijaya Nababan ini—percayalah, biarkan karya-karyanya yang berbicara.

Belum lama, Joe Million berkolaborasi lintas genre dengan salah satu musisi noise yakni Indra Menus. Tak lama lagi mereka akan menggarap tur eropa yang tentunya akan terus mengibarkan musik lokal di dunia internasional. Belum lama ini, ia juga sempat merilis sebuah trek solonya yang menggaet Senartogok sebagai produsernya. Rilis di bulan Maret 2019, coba kalian dengarkan “Vulgar” yang sudah hadir lengkap dengan video klip di channel YouTube resmi dari Joe Mill.

4. MukaRakat

Meski berdomisili di Denpasar, Bali; grup rap yang satu ini gak pernah kendor melantangkan suara-suara dari bagian timur Indonesia nih! MukaRakat adalah sebuah grup yang bukan lagi anak kemarin sore dalam menyusuri pasang surutnya bermusik hip-hop. Awalnya, grup ini digawangi leh delapan orang eks personil Ruteng Clan, sebuah grup hip-hop asal Ruteng, NTT. Bertemu kembali di Pulau Dewata, mereka kembali bermusik dan membentuk MukaRakat, ada pula tambahan wajah baru dari Papua yang masuk.

Hingga 2019, MukaRakat terhitung memiliki lima personil; yakni Loppz, 4pri Beat, Axer Ghetto, D Flow, dan DJ Geramar. MukaRakat sudah berhasil menjadi sebuah nama yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Acara-acara mereka selalu dinanti, aksi-aski energik pasti disalurkan melaluinya. Contoh saja salah satu lagu andalan mereka, “Rompes”—yang merupakan singkatan dari “Rombongan Pesta”.

MukaRakat selalu menyuarakan suara-suara dari timur Indonesia. Hal ini dinyatakan oleh mereka melalui barisan lirik, dialek, dan judul-judul lagunya. Bernarasi perjuangan atau sekeda kesulitan hidup di bagian timur, atau merantau dari sana—semua itu kerap mengisi rima-rima yang mereka lontarkan. Dengarkan trek anyar mereka, “Lempa Golo”, di bawah ini:

5. Keilanboi

Sama seperti Joe Mill—Keilanboi juga dicanangkan menjadi sosok musisi hip-hop jebolan timur yang mampu berkata banyak melalui karyanya. Berasal dari Timur, namun namanya itu sudah tidak lagi asing di Jakarta, terutama usai merilis single debutnya, “Stay Sans”. Dalam berkarya, dialek timur masih lekat dan sering hadir saat ia berada di balik kendali microphone.

Tidak hanya itu, Keilanboi juga merupakan rapper yang bernaung di bawah kolektif BLVCKMINDS dan sempat di Underground Bizniz Club (UBC).

Keilanboi berhasil merilis trek terbarunya pada tanggal 30 Agustus lalu. Trek anyar nan segar itu bertajuk “Masi” dan menampilkan sample apik dari grup jazz lawas asal perancis, Vortex. Penasaran? Langsungs aja kalian dengarkan lagunya, di bawah ini:

***

Itulah dia lima aksi hip-hop dari Timur Indonesia yang tentunya tidak kalah lantang dengan apa yang bersua di Jawa atau di pulau-pulau lainnya. Tentunya, hal ini menggambarkan hal positif yakni desentralisasi yang akan kemudian memperluas karya-karya musik di Tanah Air.

Tidak terbatas bagian timur, tentunya; pulau-pulau lainnya pun tentu juga memiliki lakon-lakon garda depannya masing-masing dalam menyikapi musik, terutama hip-hop. Mari terus dukung musisi-musisi lokal ini agar perkembangan musik Indonesia bisa terus melangkah ke arah yang sehat dan bebas!

 
0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
28 views
superbuzz
35 views

5 Sutradara Video Klip Terkeren

superbuzz
183 views
superbuzz
157 views