rapper produser kolaborasi

5 Kolaborasi Produser-Rapper Lokal Keren

  • By: NND
  • Kamis, 10 October 2019
  • 1083 Views
  • 11 Likes
  • 9 Shares

Dalam dunia hip-hop, produser adalah kepala dibalik beats yang meluncur sebagai dasar pijakan sang rapper untuk berkoar dengan rimanya. Itu sudah jadi term yang umum di dunia hip-hop; tak jarang, akan ada indikasi beats itu di produseri oleh siapa dalam tiap judul-judul sebuah trek hip-hop. Singkat kata, produser—dalam konteks hip-hop—merupakan posisi yang sangat krusial. Tak kalah penting dengan sang rapper yang lebih sering disorot spotlight.

Hip-hop lokal, seperti yang kita semua ketahui, memang sedang panas-panasnya. Menoleh kembali beberapa tahun kebelakang, hip-hop menjadi sebuah genre yang berkembang dengan pesat. Namun perkembangan itu—selain karena demand yang mendadak naik pesat—juga disokong oleh bakat-bakat yang mampu menyikapi permintaan musik itu dengan kualitas yang baik, lepas dari usia dan generasi mereka sebagai seorang pelaku seni.  Dan yang penting untuk disadari adalah bahwa bakat-bakat itu bukanlah hanya rapper, melainkan produser juga. Hip-hop lokal tak akan bisa menjadi seperti sekarang ini hanya dengan mengandalkan rapper berkualitas; ada juga produser yang hebat di balik karya-karya itu.

Produser, terutama musik elektronik, juga makin ramai dengan nama-nama baru. Tak hanya EDM yang biasa ditemukan di club, tapi juga hadir dengan berbagai subgenre-nya. 

Untuk itu, dalam tulisan ini, SUPERMUSIC hendak meruntutkan kolaborasi rapper-produser lokal--yang biasanya berkutat di musik elektronik--dan karya-karya mereka yang keren. Langsung dengarkan jika memang belum sempat, ya. Tunggu apa lagi? Selengkapnya, bisa kalian baca di bawah ini!

***

1. Matter Mos x Dipha Barus – “Whoosah”

Mungkin untuk produser yang satu ini, sudah tidak lagi membutuhkan perkenalan. Ya, Dipha Barus, musisi elektronik/DJ/produser kawakan asal Indonesia, menggabungkan energi kreatifnya dengan Matter Mos—rapper muda  dari Jakarta, untuk merilis sebuah trek bertajuk “Whoosah”.

Tidak main-main, trek dihajar oleh keduanya dengan maksimal. Mengingat ini Dipha di balik kendali beats, maka jelas trek tersebut dancy dan pumping, semangatnya keluar secara maksimal. Energi itu seperti ditangkap oleh Matter Mos, dan diinterpretasikan menjadi barisan rima dengan cara yang sefrekuensi. Alhasil? Sebuah trek yang fun untuk didengarkan. Sample-sample organik yang bak preaching, dipadukan dengan permainan piano ala latin yang seksi, bertemu dengan beats yang fresh tapi agresif. Bayangkan semua itu menjadi sirkuit lintasan Matter Mos untuk ngebut. Woosah!

2. Jevin Julian x Kara Chenoa – “No Clue”

Sehabis dibuka dengan hentakan oleh Dipha dan Matter Mos, menapak ke trek Jevin x Kara Chenoa ini seperti menginjak rem, menurunkan gigi, dan coasting dengan santai dan rileks di jalanan minggu pagi yang anti macet. Ya, mungkin “carefree” bisa jadi nuansa yang kerap hadir kala mendengar lagu ini. Siapa juga yang bisa disalahkan? Lagunya memang begitu, mampu melepas gundah gulana dan membawa kalian terbang ke alam yang lebih tenang.

Sekujur tubuh “No Clue” dibanjiri synth yang kental. Masuk ke chorus, keys yang genit beraksi—mengajak kepala mengangguk, kaki menyentak, ataupun badan berjoget. Rhymes yang dituturkan oleh seorang Kara juga terasa sangat cocok dengan lagu gubahan Jevin ini, melihatnya mengupas barisan lirik secara riang seperti teringat mendiang Mac Miller era album Kids. Kurang percaya? Simak langsung video klipnya, lihatlah sendiri seberapa mengalirnya mereka, Jevin dengan OP1 yang lengket di tangan, dan Kara yang tak bisa diam.

3. Mardial x Ramengvrl – “Digital Love”

Berbicara tentang sang produser Mardial, trek ini cukup unik. Melihat daftar kolaborasi di album Mardial & Friends, terutama dengan rapper, maka “Digital Love” ini menjadi salah satu trek yang hadir dengan nuansa yang paling berbeda. Di trek ini, ada kesan eksplorasi yang terang-terangan nampak. Dan untuk itu, kita beri salut kepada kedua musisi yang berani keluar dari jejak nyaman mereka dan menggarap  trek ini dengan serius. Lagipula, hasilnya memuaskan, kok. Trek terdengar seperti Nicki Minaj yang menggila di atas beats Daft Punk  dengan lirik dan nuansa musik ala romansa remaja macam Katy Perry.

Trek ini mungkin menjadi trek yang paling pop dari keutuhan daftar ini. Treatment elektronika yang dihadirkan oleh Mardial cukup retro, tapi tetap segar dan terdengar refined. Semua itu diumpan kepada rapper muda yang sudah melalang buana, Ramengvrl. Quirkiness sang rapper itu membuatnya  cocok untuk membawakan trek ini, oleh karena itu pula kita para pendengar terasa mampu dibuat lebih meresapi liriknya yang, jujur saja meski cheesy, ia cukup punchy dan terus terangsehingga terdengar cocok. Bukankah quirky seharusnya begitu?

4. Muztang xTuan Tigabelas — “Run”

Drum and bass kubantai macam boombap, tell me who’s the king?”, begitulah salah satu baris lirik guratan Upi A.K.A Tuan Tigabelas dalam trek yang, masih sama dengan sebelumnya, “menapak jauh dari zona aman”. Ya, Tuan Tigabelas memang sudah bukan nama yang asing dalam halaman hip-hop lokal, trek demi trek apik ia lontarkan dari balik microphone. Tapi tentunya, beats dari karya-karyanya itu sebagian besar jatuh dalam pengelompokan beats old-school boombap.

Nah, dalam kolaborasinya bersama Muztang ini—seorang produser dari roster label Javabass (sebuah label yang memainkan musik-musik UK based macam drum and bass, breaks, breakbeat, UKG, dsb)—Upi bak berada dalam lautan badai namun kapalnya tetap berlayar stabil. Stabil mungkin kata yang cukup underrated untuk yang satu ini, bahkan; sebut saja ngebut! Trek berdurasi tiga menit 28 detik ini jauh lebih intens dari kebanyakan lagu-lagunya, tapi keduanya mengeksekusinya dengan serasi. “Run” menjadi salah satu nomor yang patut disaksikan secara live, jadi kalau ada kesempatan untuk menyimak penampilan Tuan Tigabelas di esok hari, waspada dengan trek yang ini!

5. CVX x Laze – “Sudut Pandang”

“Sudut Pandang” cocok untuk menutup daftar ini. Kolaborasi Laze dengan CVX memberikan sentuhan new-school hip-hop dengan pendekatan chill yang digubah dengan lirik sadar sosial nan sarat makna. Summer vibes mengalir deras dari beats rancangan CVX, membuat penyampaian rima ala preaching  dari Laze dapat mendarat dengan mulus di dalam anggan tiap pendengarnya, menegurnya dengan cara halus meski liriknya tajam. Ya, CVX hadir dengan beats yang terasa seperti menumpulkan ketajaman lirik Laze—namun bukan dalam konteks negatif. Justru dengan begitu, trek ini terasa bisa lebih dibidik secara akurat.

Menilikya lebih dalam, adapula alunan nada synth yang sangat west coast, yang tersemat di baliknya. Mungkin di sanalah kehadiran nuansa musim panas itu bersarang. Unsur itu juga—selain berlaku sebagai sebuah self-check dari keutuhan trek ini—memberikan kesan keseimbangan antara pendekatan new school dan old shcool, membuatnya memeluk karakteristik kedua era itu. Selebihnya, Laze hadir dengan skema liriknya yang sudah matang, sama seperti kebanyak trek lainnya.

***

Itulah dia lima trek kolaborasi produser elektronik dan rapper lokal yang harus diwaspadai dewasa ini. Sudah pernah dengar semuanya? Bagaimana pendapat kalian tentang fenomena kolaborasi dalam ranah hip-hop lokal Indonesia, atau luasnya, pada umumnya? Tentunya, kolaborasi akan terus berjalan seiring semakin berkembangnya genre ini, dan tentunya, para musisi ini butuh ruang lebih yang hadir melalui sebuah kolaborasi.

Adakah kolaborasi produser/rapper hip-hop lokal favorit lo yang tidak masuk ke dalam daftar ini? Coba sebut siapa saja mereka di kolom komentar di bawah ini!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
293 views
superbuzz
226 views
superbuzz
268 views
superbuzz
213 views
superbuzz
235 views