5 Soundtrack Film Indonesia Terkeren

  • By: NTP
  • Jumat, 30 March 2018
  • 3360 Views
  • 1 Likes
  • 3 Shares

Berbeda dengan score film, soundtrack menempelkan emosinya sendiri di suatu adegan. Musik dan lirik yang terjadi di suatu film terjadi berlapis dengan visual film. Maka, soundtrack harus dipilih secara tepat agar menyatu dengan suatu adegan dan film secara keseluruhan.

Beberapa film Indonesia berhasil mencapai keseimbangan ini. Langkah yang biasanya ditempuh adalah dengan menyerahkan produksi soundtrack pada sekelompok musisi, atau suatu band, atau melakukan seleksi lagu berbagai band. Keduanya dipilih agar suatu film bisa lebih hidup dan “hidup” di kepala penontonnya.

Untuk merayakan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, berikut adalah lima album soundtrack film Indonesia yang mampu hidup lama setelah layar perak tertutup rapi.

Badai Pasti Berlalu (1977)

Berbicara soundtrack film Indonesia, tak mungkin luput dari yang satu ini. Soundtrack film jempolan ini digawangi oleh nama besar di kancah musik Indonesia, yaitu Eros Djarot sebagai komposer, Yockie Suryo Prayogo sebagai multi-instrumentalis, dan duet Chrisye-Berlian Hutauruk pada vokal.

Kental bernuansa pop opera dan progressive rock, Badai Pasti Berlalu sepenuhnya mewakili periode musik dan film populer Indonesia di akhir 70-an. Album ini terbilang cukup populer hingga dirilis ulang oleh Chrisye di tahun 1999, dengan aransemen Erwin Gutawa. Badai Pasti Berlalu juga menempati posisi nomor wahid di daftar “150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” yang disusun majalah Rolling Stone Indonesia di tahun 2007.

Duo Kribo Original Soundtrack (1978)

Album ini adalah karya terakhir Ahmad Albar (God Bless) dan Ucok Harahap (AKA) sebagai Duo Kribo. Soundtrack ini dirilis setahun menyusul film Duo Kribo yang juga dibintangi keduanya. Duo Kribo Original Soundtrack kencang memacu sound hard rock yang kala itu merangsek ke arus utama musik Indonesia. Nomor-nomor seperti, "Aku Harus Jadi Superstar", "Uang", "Mencarter Roket" dan terutama "Dunia Panggung Sandiwara" menjadi hits populer. Pasca penayangan film dan peluncuran album ini, nama Albar serta Ucok menjadi wajah rock arus utama di Indonesia. Di tahun 2007, album ini didapuk di posisi nomor 56 di daftar “150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” yang disusun majalah Rolling Stone Indonesia.

Original Soundtrack Janji Joni (2005)

Film sekaligus album Janji Joni sedikit banyak berhasil mengangkat popularitas band pengisinya. Bertepatan dengan geliat Aksara Records (label yang merilis album ini), nama-nama seperti The Adams, Sore, Zeke and the Popo, Goodnight Electric, White Shoes & The Couples Company, Sajama Cut, dan Teenage Death Star mulai mengisi panggung di berbagai kota dan merilis album. Beberapa nomor seperti “Waiting”, “(I Got) Johnny In My Head”, dan “Konservatif” kini sudah identik dengan film ini. Selama lima tahun setelah album ini dirilis, band-band tersebut menjadi bagian gelombang baru band-band independen asal Jakarta.

Original Soundtrack Catatan Akhir Sekolah (2007)

Film coming of age era SMA ini memiliki lagu pengiring yang lebih variatif ketimbang Janji Joni, contohnya nomor “Skeptikal (versi demo)” milik Seringai dan “Gadis Gangster” dari The Upstairs, berdampingan dengan “I Remember” dari Mocca, juga lagu seminal “Elora” karya Pure Saturday. Berbagai adegan dan naik-turunnya hiruk-pikuk trio Catatan Akhir Sekolah diisi dengan tepat oleh berbagai spektrum musik. Belum lagi nama-nama segar yang kala itu muncul seperti Ballads of the Cliché, Inspirational Joni, dan The S.I.G.I.T. Walau tak “meluluskan” band sebanyak Janji Joni, band-band pengisi Catatan Akhir Sekolah yang bertahan hingga kini menempati jajaran teratas band independen Indonesia.

OST 3 Hari Untuk Selamanya (2007)

Road movie lokal paling populer ini memiliki soundtrack yang dikerjakan oleh satu band penuh. Praktek ini sempat populer di dekade 70 dan 80-an ini kembali dihidupkan oleh Float dan 3 Hari Untuk Selamanya. Sepuluh lagu Float mengiringi perjalanan fisik-emosional menuju Jogja, dari nomor mendayu seperti “Pulang” dan “Sementara”, hingga hentakan “Stupido Ritmo”. Debut Float ini memenangi penghargaan Best Theme Song di ajang MTV Indonesia Movie Award tahun 2007.

Masih banyak lagi soundtrack keren dari film-film Indonesia di berbagai zaman. Dari ranah pop sampai kontemporer. Apa soundtrack film Indonesia favorit kamu? Tulis di kolom komentar di bawah ya!

0 COMMENTS