top 5 video klip indie lokal

5 Video Klip Lokal Terkeren di 2019

  • By: NND
  • Kamis, 19 December 2019
  • 1012 Views
  • 9 Likes
  • 95 Shares

Hari ini, video klip adalah format penting sebagai meidum presentasi musik. Baik sebagai jembatan narasi, gambaran pelantang pesan, atau sajian visual dengan dimensi maknanya sendiri.

Video klip adalah kepanjangan tangan musik dan mampu berdiri sendiri, meskipun tak harus dipisahkan dari sang musik yang dikemas. Menutup tahun 2019, SUPERMUSIC telah mengumpulkan lima video klip lokal yang menjadi highlight 2019.

Penasaran apa saja? Simak lengkapnya di bawah, ya!

1. Ramengvrl – “Bad Minah”

Membuka daftar ini dengan meriah, Ramengvrl hadir dengan intepretasi visual dari trek “Bad Minah” yang turut serta merangkul Hulera, rapper asal Malaysia.

Video klip garapan Gilbert March dibungkus palet warna yang kontras dan berani. Visualisasi bernuansa “aneh” ini didominasi nuansa retro futuristik yang berpadu dengan kostum absurd. Hasilnya, jadilah sebuah video klip berani.

Lirik flexin’ “Bad Minah” mampu diangkat secara jenaka, aneh, tapi yang pasti: “bodo amat”. Waspada dengan ending apik dari videonya yang menampilkan hujan manusia ungu! Genius!

2. Sal Priadi & Nadin Amizah – “Amin Paling Serius”

Lagu sendu kepunyaan penyanyi-penulis lagu Sal Priadi ini dihidangkan dengan palet pucat, seirama dengan nuansa musiknya. Sal dan Nadin turun langsung di klip ini, bermain peran dan berkoreografi.

Nilai plus hadir dari kostum mereka yang kental dengan aksen tradisional. Namun, showstopper video klip ini adalah pemilihan lokasi yang apik, yaitu gedung tua, stained-glass, serta jejeran jendela.

Sutradara Mikael Aldo, berbekal konsep dan cerita dari Sal, berhasil mengemasnya dengan hebat. Permainan angle kamera mampu menghidupkan seberapa “berhantu”-nya lokasi tersebut, yang juga merefleksikan nuansa yang sama dari lagunya.

3. Moon Gang – “The Visit”

Single debutan Moon Gang, duo kolaborasi Bam Mastro (Elephant Kind) dan Karaeng Aji (Polka Wars) “The Visit” digarap dalam satu lokasi, dan mampu menampilkan narasinya dengan mulus.

Video klip repetitif yang terus menampilkan satu set di tiap adegannya ini membawa penontonnya menyusuri kehidupan rumah Bam dan Aji—juga problematika romansa mereka masing-masing.

Set “kamar” apartemen yang mengingatkan ke Friends, atau How I Met Your Mother mampu membuat penonton menyimaknya hingga akhir. Video klip “The Visit” arahan Raka Hutchison ini perlu diapresiasi nilai kreatifnya!

4. Mantra Vutura feat. Elda Suryani – “Bank of the River”

Shara Maria Da Costa adalah anak kecil yang ditampilkan dalam video klip apik single “Bank of the River”. Video arahan Rizky Rahad dan Agung Prambudi ini ditangkap langsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Lanskap alam yang megah menjadi pilar utama yang menghiasi perjalanan sarat makna Shara. Dilepas bebas, tersesat, mencari pertolongan spiritual hingga tiba di rumah barunya: hutan. Di sana ia tak sendiri, ada keluarga a la children of the forest yang menyambutnya.

Aransemen megah bersama Elda Suryani (Stars and Rabbit) terwakilkan secara utuh melalui gubahan visualnya. Menyimaknya sedikit mengingatkan kita kepada “Never Catch Me” milik Flying Lotus bersama Kendrick Lamar. Sebuah video apik untuk lagu yang pantas dikemas secara “besar-besaran” ini.

5. Kunto Aji – “Pilu Membiru”

Pemenang AMI 2019 untuk album terbaik ini hadir dengan video klip yang tidak kalah hebat. “Pilu Membiru Experience”, judulnya dan Experience mewakili unsur sosial interaktif di dalamnya. Sama seperti tema besar lagunya sendiri, video klip “Pilu Membiru Experience” mengajak sederet individu untuk menyelami problematika personal masing-masing.

Dipandu Adjie Santosoputro selaku praktisi pemulihan batin, video ini menampilkan sisi-sisi personal yang mendalam. Adapula keterlibatan Aji yang turun dan memberikan “kejutan” di setiap sesi cerita individu yang terlibat.

Hasil akhirnya? Air mata, luapan emosi, perasaan yang tumpah secara mentah, dan lain sebagainya. Bersiaplah, mungkin video ini memang tidak mudah dan penting untuk disimak.

Sutradara Surya Adi Susianto mengemasnya dalam ruang-ruang luas yang seraya melipatgandakan “rasa”-nya. Latar shooting yang minimalis memastikan fokus bukan di visual, tapi di sisi personal para penonton.

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Kerennn

Info Terkait

superbuzz
35 views
superbuzz
89 views
superbuzz
148 views
superbuzz
144 views
supershow
206 views
superbuzz
307 views