Nirvana

6 Fakta Jason Everman, Gitaris Nirvana yang Pendek Umurnya

  • By:
  • Senin, 5 October 2020
  • 3333 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Di antara beberapa versi dalam sejarah Nirvana, mungkin formasi trio antara Kurt Cobain (vokal, gitar), Krist Novoselic (bass), dan Dave Grohl (drum) merupakan formasi yang populer bahkan memorable bagi banyak penggemarnya. Sedangkan, jauh sebelum Kurt meninggal dunia dan Nirvana bubar, band ini sebenarnya sempat memiliki empat personel di dalam tubuhnya. Bukan. Bukan Pat Smear (gitar) yang dimaksud. Namun, memang Pat Smear merupakan anggota tur yang melengkapi posisi anggota keempat di dalam Nirvana hingga akhirnya bubar.

Dalam perumusan album debutnya, Bleach di tahun 1989, Nirvana sempat memiliki pemain gitar lainnya selain Kurt. Bahkan gambar pemain gitar yang sempat mengisi di tubuh Nirvana ini terpampang di dalam cover album tersebut. Gitaris kedua yang dimaksud adalah Jason Everman. Jason Everman merupakan bekas anggota keempat dari Nirvana yang tidak memiliki umur yang panjang untuk berkarier di band asal Seattle tersebut. Semasa dirinya bergabung di Nirvana, ia hanya bergabung untuk satu album dan namanya juga dimasukan ke dalam dua album kompilasi eksklusif sebagai akreditasi atas Nirvana.

1. Bergabung saat perumusan album debut Nirvana

Jason gabung bersama Nirvana saat mereka sedang merumuskan album perdananya, Bleach, di tahun 1989. Kontribusinya sebagai gitaris pun tercantum di dalam informasi pada albumnya dan juga terpampang pada cover album tersebut. Di balik hal tersebut, ternyata pada saat rekaman, Jason tidak memainkan lagu sama sekali. Semua suara gitar yang direkam merupakan permainan dari Kurt.

2. Dikeluarkan di akhir tur Bleach

Sikap Jason yang seakan tidak bisa klop dengan para rekan band-nya di Nirvana, membuat dirinya harus menerima nasib untuk dikeluarkan dari band tersebut. Pada saat itu, menurut Kurt, Krist, dan Chad, Jason cukup menutup diri saat berada dalam Nirvana. Dirinya hanya memilih ikut terlibat saat latihan dan tampil saat konser saja. Padahal di masa awal-awal Nirvana memulai kariernya melalui album perdananya, sangat dibutuhkan komitmen untuk berkontribusi menghasilkan karya demi kelanjutan band tersebut. Minimnya komitmen tersebut yang berujung pemecatan Jason dari tubuh Nirvana. Namun alasan pemecatannya hingga saat ini masih jadi misteri bagi Jason. Menurutnya, selama tur tidak ada masalah antara dirinya dan para anggota band lainnya. Menurut teman baiknya, Chad Channing yang juga pernah mengisi posisi drummer mengatakan bahwa Kurt dan Krist hanya ingin Jason keluar, tapi mereka pada saat itu tidak tau harus bagaimana. Alhasil rangkaian tur sisanya terpaksa mereka batalkan sehingga perjalanan mereka berempat selesai di New York.

3. Nasib yang sama di Soundgarden

Seusai angkat kaki dari Nirvana, Jason memilih untuk bergabung di salah satu band grunge lain yang pada saat itu pamornya juga sedang meningkat, Soundgarden. Namun, layaknya seekor keledai yang jatuh ke lubang yang sama, Jason mengulangi kembali nasibnya seperti kala dirinya masih berada di Nirvana. Jason bergabung dengan Soundgarden satu tahun selepas keberangkatannya dari band ini, yaitu tahun 1990. Di sana, ia berperan sebagai pemain bass, menggantikan Hiro Yamamoto yang hengkang sebelumnya. Di Soundgarden, kiprah Jason pun terbilang hampir sama dengan apa yang dirinya rasakan saat masih bergabung di band lama nya. Seusai tur untuk promosi album Louder Than Love, dirinya memilih keluar di pertengahan tahun 1990. Jason melanjutkan kariernya sebagai pemain bass untuk band bernama OLD setelah dari Soundgarden.

4. Angkat senjata jadi tentara

Secara mengejutkan di tahun 1994, sang gitaris eks-Nirvana ini memutuskan untuk bergabung di pasukan khusus di kesatuan tentara Amerika Serikat atau U.S. Army Special Operations Forces. Kariernya sebagai tentara, ternyata berbanding terbalik dengan apa yang dirinya lakukan sebelumnya, yakni menjadi seorang musisi. Menurut Jason, dirinya memang punya ketertarikan untuk menjadi anggota militer. Hal ini berkat dirinya yang tumbuh di lingkungan tersebut. Ayah tirinya merupakan anggota untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan kedua kakeknya juga merupakan mantan anggota militer. Jadi rasanya, seperti sudah ditakdirkan. Di umur 26 tahun, Jason memulai kariernya sebagai seorang anggota militer yang tentunya tidak bisa dibilang muda lagi. Namun dirinya berhasil menjadi pahlawan bagi negaranya.

5. Kembali bermusik

Seusai masa jabatannya berakhir sebagai anggota militer dan pahlawan perang bagi Amerika Serikat, Jason kembali ke dunia yang memberikan banyak pengaruh semasa hidup mudanya, yaitu musik. Di tahun 2017, Jason Everman seorang gitaris eks-Nirvana bertemu dengan Brad Thomas. Mereka berdua mendirikan band bernama Silence & Light. Sama seperti saat di Nirvana, di band yang ia dirikan ini, Jason bermain sebagai seorang gitaris. Silence & Light merupakan band yang anggotanya datang dari latar belakang militer dan telah mengeluarkan single di tahun 2019. Proses rekaman tersebut juga dibantu dengan produser papan atas, Josh Gudwin

6. Tidak rindu Nirvana

Diangkatnya Nirvana ke dalam Rock and Roll Hall of Fame di tahun 2014 memang rasanya sudah seharusnya terjadi. Bahkan harusnya bisa lebih cepat, mengingat tidak hanya popularitasnya sebagai band namun juga pengaruhnya terhadap kultur anak muda saat itu. Mungkin saja sampai saat ini pun masih ada yang terpengaruh dengan ideologi yang hadir melalui lagu-lagu Nirvana. Tentunya, dengan penobatan Nirvana di Rock and Roll Hall of Fame banyak pihak yang merasakan bahagia, apalagi mereka yang terlibat di dalamnya. Namun, tidak bagi Jason Everman. Baginya yang kala itu baru saja meletakkan jabatannya sebagai anggota militer, dirinya tidak rindu sama sekali terhadap Nirvana atau kemeriahan hidup sebagai bintang rock and roll. Meskipun begitu, ia tetap menghargai pencapaian Nirvana di industri musik.

0 COMMENTS