6 Film Biopik Musik yang Menguak Sisi Lain Para Musisi

6 Film Biopik Musik yang Menguak Sisi Lain Para Musisi

  • By:
  • Kamis, 10 December 2020
  • 666 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Musik dan film merupakan bagian dari seni yang kerap kali saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan antara film dan musik seakan melengkapi proses penyampaian cerita yang telah dipersiapkan dari karya yang telah dibuat dan dipublikasi. Film pun juga dipilih sebagai media untuk menceritakan tentang latar belakang atau sejarah dari musisi dan kelompok musik yang terbilang legendaris atau memiliki pengaruh besar di balik keberadaannya.

Proyek film biopik yang menceritakan tentang latar belakang dan sejarah kehidupan musisi secara nyata ini sudah dilakukan sejak lama. Bahkan dari masa-masa film bisu masih berkembang dan populer, film biopik tentang musisi atau kelompok musik sudah sempat dipertontonkan di masyarakat luas.

Popularitas Bohemian Rhapsody yang rilis 2 tahun lalu yang cukup besar jadi salah satu pengaruh bagi para pecinta film dan musik mulai melakukan eksplorasi terhadap referensi film biopik lainnya. Berikut adalah daftar tentang film biopik musik yang cukup populer dan memiliki pengaruh di kalangan skena dari yang diwakili bahkan hingga mampu mencakup audiens yang lebih luas

  1. Bohemian Rhapsody

    Sudah jadi sebuah perbincangan umum bahwa film Bohemian Rhapsody merupakan salah satu film biopik terpopuler dalam dekade ini. Film yang menceritakan tentang perjalanan hidup Freddy Mercury bersama bandnya yang legendaris, Queen, berhasil bertengger di layar bioskop dalam waktu yang lama. Sebetulnya, proses penggarapan konsep dan ide film ini sudah dimulai sejak tahun 2010 dengan Sacha Baron Cohen yang bakal memerankan Freddy Mercury. Namun, perbedaan visi kreatif di antara pihak sutradara, penulis, Queen, serta Sacha Baron Cohen membuat proses penggarapannya mundur dan sang aktor digantikan oleh Rami Malek yang memainkan sosok Freddy Mercury secara menawan. 

  2. Control

    Ian Curtis adalah salah satu nama yang cukup dikenal di skena post-punk. Pentolan serta vokalis dari Joy Division ini cukup memikat perhatian berkat aksi gerak panggungnya yang terlihat off-beat dari musik yang dimainkan teman-temannya. Bahkan tidak jarang dirinya bergerak layaknya seseorang yang kesurupan. Melalui film Control yang rilis pada tahun 2007, para penonton serta penggemar Joy Division mulai memahami apa yang jadi penyebab di balik aksi panggungnya tersebut. Film yang digarap berdasarkan buku biografi Touching from a Distance ini menangkap momen-momen masa muda Ian Curtis sebelum dan sesudah berprofesi sebagai musisi bersama Joy Division. Permasalahan epilepsi yang dideritanya, hingga drama yang terjadi di keluarganya hingga pada akhirnya Ian Curtis menyudahi hidupnya di umur 23 tahun.

  3. The Dirt

    Pada film The Dirt, Motley Crue digambarkan sebagai citra ideal yang mewakili gaya hidup glamor musisi rock and roll. Film yang dirilis pada tahun 2019 ini juga mendapatkan proses yang memakan banyak waktu dalam aspek produksinya. Pembicaraan dan penggarapan konsep soal pembuatan film ini sudah dimulai sejak tahun 2006 dengan dasar dari buku biografi berjudul The Dirt: Confessions of the World's Most Notorious Rock Band. Buku tersebut ditulis oleh seluruh anggota Motley Crue Tommy Lee, Mick Mars, Vince Neil, dan Nikki Sixx bersama Neil Strauss, jurnalis dari New York Times. Film ini secara umum menceritakan proses terbentuknya Motley Crue hingga konflik yang dialami oleh para anggotanya yang berujung memperburuk hubungan di antara mereka.

  4. Ray

    Produksi film biopik musik yang kerap memakan waktu pada proses penggarapannya tentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, film dari tahun 2004 satu ini berhasil diproduksi secara independen. Film berjudul Ray ini fokus bercerita tentang 30 tahun karier Ray Charles mengenalkan dan mempopulerkan genre rhythm and blues atau R&B. Film ini mengungkap bagaimana perjalanan dan perjuangan karier Ray Charles sebagai seorang musisi kulit hitam yang juga mengidap kebutaan di Amerika Serikat. Film ini juga tidak menutupi kekurangan yang dialami oleh Ray Charles seperti adiksi akan heroin yang dialaminya semasa menjadi musisi. Pada film ini Ray Charles diperankan oleh Jamie Foxx yang juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik versi Academy Awards.

  5. Straight Outta Compton

    Secara umum, film Straight Outta Compton menampilkan penggambaran tentang terbentuknya N.W.A. atau Niggaz Wit Attitude sebagai salah satu kelompok musik gangsta rap yang mendapatkan ketenaran karena aspek kontroversial yang kerap hadir di dalam karya-karyanya hingga akhirnya terpecah belah. Fokus utama pada film ini mengambil sudut pandang 3 orang yang cukup influential di dalam grup mereka ataupun di dalam musik hip hop secara umum, yaitu Eazy E, Ice Cube, dan Dr. Dre. album soundtrack yang dipersiapkan untuk film ini pun berhasil membawa nama N.W.A. kembali masuk ke dalam chart album rap dari Billboard dengan menduduki posisi pertama. Film ini juga cukup kembali membakar semangat skena hip hop untuk kembali mengangkat genre gangsta rap atau reality rap yang membahas tentang isu-isu sosial secara gamblang dan minim sensor.

  6. Nowhere Boy

    Tidak bisa dipungkiri jika John Lennon merupakan salah satu persona yang menarik untuk diungkap. Dengan segala kesuksesannya bersama The Beatles, proyek solo karier, hingga kehidupannya sebagai aktivis sosial yang cukup terdokumentasi dengan baik membuat dirinya menjadi salah satu ikon dunia. Namun, Nowhere Boy mencoba untuk menampilkan sisi lain dari John Lennon. Berfokus pada masa remaja hingga dirinya berhasil membentuk The Beatles bersama Paul McCartney, film ini menawarkan drama dan permasalahan yang dialami oleh John Lennon di masa muda, hingga dirinya harus kehilangan sang ibu kandung yang baru saja dirinya temui saat tumbuh dewasa.

0 COMMENTS