7 Band Rock yang Makin Sukses Setelah Ganti Vokalis

  • By: OGP
  • Senin, 11 September 2017
  • 6735 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Di jagat musik, peran seorang vokalis tentu vital di dalam anatomi sebuah band. Ibarat seorang pilot yang menakhodai pesawat terbang. Tanpa kontrol kemudinya, mustahil bisa lepas landas secara sempurna. Begitu juga halnya dengan andil seorang vokalis. Tak dapat dipungkiri, keberadaan mereka dianggap sebagai roh di dalam band. Citra yang terpancar oleh sang vokalis merupakan identitas yang diusung oleh band.

Namun seiring berjalannya waktu, pergantian personel dalam sebuah unit musik bisa dibilang sebagai hal yang wajar terjadi. Hal-hal seperti ketidakcocokan visi dan misi antar personel hingga pertikaian dalam proses bermusik adalah faktor penyebab keretakan band. Pergantian posisi vokalis otomatis akan mengubah warna musik dari sebuah band. Tapi tak semua pergantian vokalis malah menjadi petaka. Bahkan beberapa band malah menjadi lebih besar pasca mengganti vokalis mereka.

[bacajuga]

Masa transisi bagi vokalis baru tentu bukanlah perkara mudah. Sentuhan baru serta perubahan warna musik belum tentu akan diterima baik oleh fans militan kepada sang idola. Apalagi jika sang vokalis terdahulu begitu dicintai para penggemarnya. Bahkan tak sedikit band yang mengganti sang frontman, namun malah mengalami kegagalan total.

Berikut deretan para frontman terkeren yang sukses menggantikan vokalis orisinal versi SuperMusic.ID. Di antara daftar pilihan, adakah vokalis favorit kalian?

1. Brian Johnson - AC/DC

Membayangkan komplotan legendaris AC/DC, tentu terbesit duo Angus Young dan Brian Johnson di dalamnya bukan? Namun Johnson bukanlah vokalis orisinal dari AC/DC. Vokalis pertama band asal Australia itu adalah Dave Evans, lalu digantikan oleh vokalis legendaris Ronald Belford “Bon” Scott. Namun naas, di tahun 1980 Scott ditemukan tewas di London.

Pasca kematian Scott, AC/DC memberikan jabatan vokal kepada Brian Johnson dari band Geordie. Tak berselang lama, bersama AC/DC, Johnson merilis opus Back in Black sebagai bentuk penghormatan kepada Scott. Hingga saat ini, album ikonis tersebut terjual di pasaran hingga mencapai 40 juta kopi serta jadi salah satu album musik terlaris sepanjang masa.

2. David Gilmour - Pink Floyd

Bagi penggemar militan Pink Floyd, nama Syd Barrett tak ubahnya seorang pahlawan bagi mereka. Opus The Piper at the Gates of Dawn bak pusaka penting bagi umat rock sedunia kala itu. Namun sejak Barrett hengkang dari band yang membesarkan namanya itu, publik pun sempat ragu akan masa depan Pink Floyd. Seolah ingin menjawab keraguan itu, Pink Floyd tak salah memilih sosok David Gilmour sebagai pengganti Barrett di departemen vokal.

Gilmour bergabung bersama Pink Floyd pada tahun 1968 menggantikan Barrett yang kondisi kejiwaannya tak stabil dan memburuk. Bersama Gilmour, Pink Floyd makin bertaji di kancah rock dunia. Terbukti band yang ditasbihkan sebagai inovator rock itu telah melesakkan artefak-artefak rock berpengaruh. Di antaranya, The Dark Side of the Moon (1973), Wish You Were Here (1975) hingga The Wall (1979).

3. Bruce Dickinson - Iron Maiden  

Tak diragukan lagi, Iron Maiden merupakan ujung tombak dari kancah heavy metal. Berkat mereka, muncul istilah New Wave of British Heavy Metal (NWOBHM), sebuah gerakan musik yang memadankan entitas heavy metal dengan sepercik etos punk. Namun di kala sedang mulai merangkak naik di industri musik, sang vokalis Paul Di’Anno memutuskan hengkang dari Iron Maiden.

Lepas Di’Anno cabut, Iron Maiden pun mendapatkan akhirnya pengganti sepadan. Bruce Dickinson langsung mencuri perhatian para penggemarnya lewat album debut dirinya bersama Iron Maiden, The Number of the Beast (1982). Setelahnya dilanjutkan berturut-turut dengan kesuksesan masif di album-album lainnya seperti Piece of Mind (1983) dan Powerslave (1984). Lengkingan di oktaf tinggi Dickinson jadi kunci sukses band asal negeri Britania Raya itu di belantika.

4. Henry Rollins - Black Flag  

Di kancah hardcore punk, Black Flag merupakan salah satu nama berpengaruh di dalamnya. Namun selama menjalani karier, band asal California, AS itu kerap kali gonta-ganti personel di departemen vokal. Deretan nama-nama vokalis seperti Keith Morris dan Ron Reyes pun sempat menggawangi Black Flag untuk sementara waktu.

Masuknya sosok gahar bertubuh kekar Henry Rollins sebagai pengganti Dez Cadena dianggap sebagai keputusan yang tepat. Rollins pun tercatat menjadi vokalis dengan masa jabatan terlama dalam sejarah band hardcore punk ini. Berkat Rollins, gaung Black Flag mulai terdengar di seantero dunia. Pada masa baktinya, Rollins telah melepas album berpengaruh berjudul Damaged (1981) serta merilis anthem hardcore seperti “Rise Above”.

5. Phil Anselmo - Pantera

Terlepas dari segala kontroversinya, Phil Anselmo merupakan sosok yang dipuja-puja sebagai vokalis gahar oleh mayoritas metalhead dunia. Sulit membayangkan Pantera tanpa kehadiran Anselmo. Jauh sebelum pria berkepala plontos itu menukangi Pantera, Terry Glaze lebih dulu mengisi pos panas selaku vokalis di formasi awal Pantera. Bedanya, di era Glaze, band asal Texas itu mengusung musik glam metal. Namun jelas kalah saing dengan kampiun-kampiun tenar seperti Bon Jovi, Mötley Crüe hingga Guns N’ Roses.

Setelah masuknya Anselmo di tahun 1986, Pantera mengubah haluan musik mereka menuju groove metal. Beberapa album-album penting pun lahir dibawah komando Anselmo. Di antaranya Cowboys from Hell (1990) dan Vulgar Display of Power (1992). Tak pelak Pantera pun jadi salah satu figur penting di lanskap metal sepanjang dekade 90-an.

6. Mike Patton - Faith No More

Sebagai vokalis di garda terdepan, Mike Patton memiliki paket lengkap di dalamnya. Karismatik, enerjik, dan tentunya memiliki kualitas vokal kelas wahid. Namun banyak yang tak mengira kalau ia bukanlah vokalis orisinal dari dedengkot alternative metal Faith No More. Jauh sebelum menggawangi FNM, Patton adalah frontman dari unit rock bernama Mr. Bungle, yang juga jadi seteru band populer Red Hot Chili Peppers.

Mike Patton menggantikan posisi Chuck Mosley selaku vokalis di tahun 1988. Bersama Patton, FNM sukses melepaskan magnum opus The Real Thing (1989). Salah satu hit single mereka berjudul “Epic” sempat masuk ke dalam nominasi lagu rock terbaik di ajang Grammy Awards. Selain itu, Patton pun kerap dianggap sebagai figur penting di ranah rock pada era 90-an.  

7. Steve Perry - Journey

Sepanjang era 80-an, nama Journey begitu berkibar kencang di lanskap rock dunia. Suara emas milik Steve Perry menggaung indah di berbagai radio maupun di layar kaca kala itu. Sebelumnya jabatan vokal diisi oleh sang kibordis Greg Rollie. Perry kemudian bergabung serta mengambil alih posisi vokal Journey di tahun 1977.

Bersama Journey, Perry merilis debut album pertamanya Infinity (1977). Album ini turut menelurkan deretan single berkelas seperti “Wheel in the Sky”, “Lights”, hingga “Feeling That Way”. Selanjutnya Perry pun berturut-turut menyumbangkan vokal magisnya di album Evolution (1979), Departure (1980) hingga Escape (1981). Di album Escape, kala itu Journey mampu bertengger di urutan teratas tangga lagu Billboard.

0 COMMENTS

Info Terkait