70sOC: Ganti Identitas untuk Tampil Lebih Berwarna

  • By: JP
  • Sabtu, 21 January 2017
  • 2598 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bagi pemerhati musik rock independen, nama 70s Orgasm Club mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Nama tersebut kerap malang melintang di kota Bandung dan sekitarnya pada medio 2000-an, serta sempat merilis mini album Supersonicloveisticated pada 2011. Kini dengan mengusung identitas baru bernama 70sOC (dibaca: seventis o see), trio asal Bandung itu kembali tampil dengan single baru “Nongkrong 70.”

Nomor “Nongkrong 70” menampilkan sidik jari personel baru, yakni Galant Yurdian (bass) dan Gantira Sena (drum), melengkapi Anto Arief (vokal/gitar) yang merupakan anggota asli. Gitaris jazz muda berbakat, Tesla Manaf, juga turut bertindak sebagai produser. Single ini merupakan langkah awal bagi 70sOC yang tengah bersiap untuk merilis album penuh perdana mereka, Electric Love, sebuah album penanda babak baru mereka.

Ketika pertama kali mendengarkan track “Nongkrong 70,” kita pasti langsung bisa merasakan perkembangan musikalitas terbaru 70sOC. Jika sebelumnya mereka mengusung rock berbau blues dan funk sebagai identitas band, kini sentuhan funk lawas yang semakin kental menunjukkan keseriusan mereka.

Tak melulu tampil sebagai trio, kini mereka juga dibantu Brury Effendi pada terompet dan Faishal M. Fasya pada keyboard yang hadir memperkaya musikalitas 70sOC. Warna musiknya juga sedikit mengingatkan kita dengan film era mod yang stylish.

Lewat lirik yang catchy, lagu ini coba menangkap tren dan gaya hidup subkultur muda-mudi yang gagal move on dengan era keemasan dekade 70-an. Untuk sampul album, 70sOC mengajak Nurrachmat “Ito” Widyasena yang mengambil image ikon seksi Barbarella, lengkap dengan kacamata bergaya futuristik ala Star Trek.

Dengan koleksi lirik berbahasa Inggris, ini kali pertama Anto Arief sebagai pencipta lagu 70sOC menantang diri dengan menulis dan menyanyikan lirik berbahasa Indonesia. Terinspirasi para legenda Indonesia yang pernah beririsan dengan funk di era 70-an seperti Gito Rollies, Deddy Stanzah, dan Benyamin S., menjadikan format dan rasa baru 70sOC sebagai pengingat bahwa tren akan selalu berputar, didaur ulang, dan semakin mendewasa.

 

TAGS:
0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
3218 views