DEATH NOTE: 8 Musisi Yang Meramal Kematian Mereka

  • By: JP
  • Kamis, 20 October 2016
  • 10661 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Panjangnya usia siapa yang tahu, tapi bagi sebagian orang kematian seringkali dianggap sebagai momok yang harus dihadapi. Bisa dengan perayaan atau tangisan. Walau kita tidak bisa mengetahui kapan usia kita berakhir, ‘malaikat kematian’ sepertinya membisikkan bocoran kematian ke beberapa orang. Seperti para musisi rock yang secara tidak sadar menyisipkan pesan kematian mereka melalui lirik lagu atau pernyataan yang diutarakan ke publik.

Berikut Super Music ID mengumpulkan daftar Rocker yang berhasil meramal kematian mereka. Entah memang suratan atau kebetulan, siapa yang tidak bergidik kalau mengetahui cara mereka meninggal. Apalagi jika kematian tersebut tidak wajar.

 

Jimi Hendrix

Tidak ada yang abadi di dunia, sama halnya dengan sang ‘dewa gitar’ Jimi Hendrix. Pada tahun 1965 Hendrix menuliskan lagu berjudul “The Ballad of Jimi”. Entah disengaja atau tidak, tokoh yang dinarasikan oleh Hendrix memiliki nama yang sama dengan dirinya. Penggalan lirik /Many things he would try / For he knew soon he’d die. Now Jimi’s gone, he’s not alone / His memory still lives on/Five years, this he said / He’s not gone, he’s just dead”, seperti menggambarkan akhir tragis Hendrix di lima tahun kemudian.

Pada tahun 1970, dirinya ditemukan meninggal akibat overdosis di sebuah kamar hotel di London. Anehnya lagi, lagu yang dibawakan bersama vokalis Curtis Knight ini seperti didedikasikan untuk mengenang si tokoh fiktif Jimi.”

 

John Lennon

Walau menjauhkan diri dari keriuhan dunia musik, John Lennon sempat menulis track “Borrowed Time” di tahun 1980. Selang tak lama rampung, Lennon meninggak akibat ditembak penggemar fanatiknya pada 8 Desember 1980. Nuansa perpisahan seperti tersisipkan lewat potongan lirik "Living on borrowed time without a thought for tomorrow," yang seperti menandakan perpisahan dengan melodi yang santai. Track ini menjadi bagian dari dari album LP Milk and Honey yang rilis di tahun 1984.

 

Marc Bolan

Sosok Marc Bolan si vokalis T-Rex memang tak jauh dari kesan rock n roll yang flamboyan. Namun dengan lirik lagu yang selalu menggambarkan kemeriahan hidup seorang rocker, mungkin banyak yang tidak menyadari kalau lirik single “Solid Gold Easy Action” menyisipkan ramalan kematian Bolan yang terwujud lima tahun kemudian. Lirik pembuka yang berisi “Life is the same and it always will be, easy as picking foxes from a tree,” yang kalau diterjemahkan menjadi “hidup akan tetap sama saja, dan semudah menangkap rubah dari pohon.” Ironisnya, pada 16 September 1977, Bolan mengalami kecelakaan mobil parah yang berujung kematian. Coba tebak apa nomor plat mobilnya. Tentu saja “FOX661L,” yang menabrak pohon dengan kencang, persis seperti single hits miliknya.  Seram bukan?

 

Jim Morisson

Saat berjalan dengan teman-temannya di bar Barney’s Beanery pada bulan Oktober 1970, si vokalis The Door membincangkan kematian Janis Joplin dan Jimi Hendrix yang terjadi di tahun yang sama. Dengan perasaan muram Morrison berujar, “Kamu sedang minum-minum dengan nomor urut tiga.” Ucapan yang terwujud di 3 Juli 1971, di mana dirinya menjadi musisi ketiga yang meninggal dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak musisi sebelumnya.

 

Mikey Welsh

Ngomong-ngomong tentang kalimat menjadi doa, sepuluh tahun sejak pisah dari band Weezer, mantan bassis Mikey Welsh menuliskan “Aku bermimpi meninggal minggu depan di Chicago (karena serangan jantung saat tidur). Aku perlu menulis surat wasiatku hari ini” lewat akun Twitter miliknya. Seperti yang ia tulis, dirinya ditemukan meninggal di salah satu kamar hotel di Chicago pada 8 Oktober 2011 yang disebabkan gagal jantung karena penggunaan narkoba berlebih.

 

Kurt Cobain

Kehidupan Cobain memang tidak jauh-jauh dari pasang surut emosi. Layaknya rollercoaster, gaya hidup yang dipenuhi sesi narkoba serta percintaan tak sehat bersama Courtney Love sepertinya membuat depresi yang Cobain rasakan semakin parah. Track “You Know You’re Right” menjadi salah satu lagu terakhir yang ia tulis, sebelum akhirnya Cobain memutuskan untuk mengakhiri sendiri hidupnya dua bulan kemudian. Entah bisa dianggap sebagai ramalan atau pesan terakhir, lirik “I will never bother you / I will never promise to / I will never follow you / I will never bother you / Never speak a word again / I will crawl away for good,” seperti menjadi pernyataan tegas kalau dirinya sudah menyerah. Track ini kemudian rilis pada 8 Oktober 2002 dengan menjadi single untuk album Greatest Hits Nirvana.

 

Warren Zevon

Lain halnya dengan Warren Zevon, dirinya meninggal enam belas tahun setelah lagu yang mengandung ramalan kematiannya rilis. Zevon merekam lagu “The Factory” pada tahun 1987 yang bercerita tentang seorang pekerja pabrik yang meninggal karena terlalu banyak menghirup asbestos. Lewat potongsn lirik “Kickin’ asbestos in the factory / Punchin’ out Chryslers in the factory / Breathin’ that plastic in the factory,” dirinya seperti meramalkan hasil diagnosa dokter yang menunjukkan gejala seseorang yang terpapar asbestos. Anehnya, Zevon tidak pernah bekerja di pabrik plastik sama sekali sehingga peyebab kematiannya di tahun 2003 terasa janggal – tapi nyata.

 

Lynyrd Skynyrd

Namun tidak ada yang bisa mengalahkan keanehan ramalan kematian band Rock Lynyrd Skynyrd. Pertanda terlihat jelas di album kelima mereka Street Survivors yang rilis 17 Oktober 1977. Keanehan pertama ada di fot sampul album mereka, yang menggambarkan semua personel band berada di tengah-tengah kobaran api. Keanehan lain juga bisa dilihat di track “That Smell” yang menggambarkan kematian lewat lirik “Say you’ll be alright come tomorrow, but tomorrow might not be here for you/ Angel of darkness upon you/ The smell of death surrounds you.” Dengan membawa nama kematian saja, lagu ini sudah terdengar seram. Entah hanya kebetulan atau tidak, tiga hari setelah rilis album tersebut, pesawat Convair CV-300 yang mereka carter mengalami kecelakaan hingga menewaskan  sang vokalis Ronnie Van Zant, Steve Gaines, Cassie Gaines, asisten manajer Kilpatrick, pilot Walter McCreary dan co-pilot William Gray. 

0 COMMENTS