8 Musisi yang Sukses Banting Setir dari Drummer Jadi Vokalis

  • By: OGP
  • Selasa, 19 September 2017
  • 6131 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Di dalam anatomi sebuah band, sosok drummer tentu dianggap sebagai poros utama. Tanpa dihiasi gebukan dinamis mereka, mustahil unit musik mampu berjalan dengan semestinya. Perannya terlampau vital. Mereka turut menjaga keseimbangan di antara instrumentalis-intrumentalis lainnya di dalam band. Meski kokoh berada di barisan paling belakang panggung, tak ayal keberadaan mereka kadang dianggap hanya sebagai pelengkap formasi.

[bacajuga]

Dari belakang, pindah ke depan. Beberapa drummer yang mulai ‘gerah’, akhirnya  memutuskan untuk banting setir jadi vokalis. Bukan tanpa sebab, seiring bergulirnya waktu dan eksplorasi yang dilakukan, mereka menemukan kenyataan unik bahwa selain piawai dalam menggebuk drum, si drummer ternyata juga dibekali teknik vokal yang tak kalah mumpuni. Bahkan segelintir dari mereka mampu melepaskan jerat bayang-bayang peran drummer yang sebelumnya melekat pada dirinya. Transisi peran dari drummer jadi vokalis pun dinilai berhasil.

Berikut deretan para drummer keren yang sukses banting setir jadi vokalis versi SuperMusic.ID. Di antara daftar pilihan, adakah musisi favorit kalian?

1. Dave Grohl

Sebelum menjadi mega bintang rock sepopuler sekarang, di awal kariernya Grohl dikenal sebagai drummer dari unit hardcore punk bernama Scream. Tak lama berselang, ia pun akhirnya bergabung bersama Nirvana. Namun ketenaran band asal Seattle itu sepenuhnya bertitik fokus pada figur kontroversial Kurt Cobain. Pasca kematian Cobain serta bubarnya Nirvana, Grohl pun membentuk sebuah aliansi baru bernama Foo Fighters.

Tak disangka dirinya bernyali memutuskan banting setir menjadi gitaris sekaligus vokalis kala menakhodai band barunya itu. Hingga sampai kini, Grohl akhirnya sukses melepas jerat bayang-bayang ketenaran mendiang Cobain yang selalu menghantuinya. Bersama Foo Fighters, Grohl sukses masif secara komersial serta jadi salah satu bintang rock terbesar di segala penjuru planet. Selain itu, ia kadang masih mengisi pos drum di berbagai proyek seperti Them Crooked Vultures, Queens of the Stone Age, dan Probot.

2. Phil Collins

Tak ada yang mampu mengimbangi pesona magis seorang Peter Gabriel ketika sedang berada di panggung. Bersama unit rock progresif kenamaan, Genesis, ia dan awak-awaknya pun perlahan jadi elemen penting dalam penyebaran rock progresif di dunia. Namun harapan itu sempat sirna , ketika Gabriel memutuskan keluar dari band asal Inggris tersebut.

Genesis tak perlu bersusah payah untuk mencari vokalis baru. Phil Collins, yang mengawali karier sebagai penabuh drum di Genesis, didapuk menjadi pengganti Gabriel. Collins pun ditunjuk sebagai vokalis utama. Hasilnya? Genesis lebih sukses secara komersial setelah Collins mengambil alih posisi vokalis. Selain itu, karier solo seorang Collins pun terbilang cemerlang.

3. Ringo Starr

Nama Ringo Starr dikenal sebagai penggebuk drum dari band rock legendaris sepanjang masa, The Beatles. Karya-karya band kebanggaan Liverpool, Inggris itu turut memengaruhi segala musisi di lanskap rock hingga sampai saat ini. Meski selalu berada di belakang personel-personel The Fab Four lainnya, hal itu tak lantas membuatnya gentar untuk menyumbangkan suara.

Di beberapa lagu Beatles, Starr turut menyumbang vokal untuk beberapa track-track keren seperti “Yellow Submarine”, “With a Little Help from My Friends”, “Don’t Pass Me By” hingga “I Wanna Be Your Man”. Selepas The Beatles bubar, Starr memilih untuk menjadi solois. Tak tanggung-tanggung, Star telah menceploskan sebanyak sembilan belas album penuh sepanjang kariernya. Angka yang tergolong produktif untuk sekaliber musisi sejati.

4. Iggy Pop

Apa yang terlintas di dalam benak ketika mendengar nama Iggy Pop? Tentu terbayang imaji tentang sosok nyentrik nan bengal bertelanjang dada di panggung bukan? Ya, pria bernama asli James Newell Osterberg, Jr. itu kerap dijuluki sebagai Godfather of Punk. Namun di balik nama besar Iggy Pop, banyak yang tak menyadari kalau Osterberg dulunya adalah seorang drummer.

Sebelum sukses di karier solonya, Iggy Pop pernah menjabat posisi drummer di dua band berbeda, yakni The Iguanas dan The Prime Movers. Band asal Michigan, tempat tanah kelahiran Iggy itu, mengusung kental musik garage rock primitif. Maka tak heran, agresivitas ‘garage rock’ yang dibawa Iggy pun berlanjut di The Stooges. Hingga saat ini Iggy Pop masih cukup produktif dan bertaji dalam menelurkan karya. Terakhir dirinya melepaskan album penuh berjudul Post Pop Depression (2016).

5. Karen Carpenter

Penabuh drum selalu identik dengan pria. Namun kemunculan sosok wanita revolusioner seperti Karen Carpenter, mampu meruntuhkan stereotip mengenai profesi drummer. Kini peran penabuh drum tak lagi hanya didominasi oleh kaum adam semata, wanita juga turut ambil bagian sebagai pemukul instrumen tersebut. Bersama sang kakak, Richard, duo bersaudara ini sukses mencatatkan nama The Carpenters di belantika internasional.

Semenjak Karen meninggal dunia di tahun 1983, sebagai tanda penghormatan kepada dirinya, label rekaman A&M akhirnya merilis satu-satunya album solo milik Karen di tahun 1996. Materi-materinya berasal dari rekaman solo di periode 1979-1980, yang diproduseri oleh Phil Ramone. Di album solonya tersebut, Karen seolah mampu membuktikan kapasitas jika dirinya tak hanya lihai dalam menggebuk drum, tapi juga merdu dalam berolah vokal.

6. Bobby Gillespie

Di tanah Skotlandia, nama Bobby Gillespie tak ubah-ubahnya seorang pahlawan lokal. Berkat sumbangsih dirinya, jalur musik independen zona Britania Utara pun mulai dilirik dunia. Gillespie sendiri memiliki style yang unik sebagai vokalis sekaligus frontman. Bersama unit rock Primal Scream, ia dan bandnya seolah jadi pembuka jalan bagi band-band muda nan potensial untuk melanglang buana ke industri musik dunia.

Namun jauh sebelum mengecap kesuksesan masif bersama Primal Scream, Gillespie merupakan seorang drummer dari salah satu band rock Skotlandia berpengaruh lainnya bernama The Jesus and Mary Chain. Gaya bermain drum Gillespie sendiri mengingatkan akan sosok penabuh drum wanita The Velvet Underground, Maureen Tucker. Bersama Reid bersaudara di The Jesus and Mary Chain, Gillespie merilis satu album berjudul Psychocandy (1985).

7. Taylor Hawkins

Sama seperti halnya Dave Grohl, Taylor Hawkins mulai membuntuti sang pentolan band sebagai drummer yang merangkap sekaligus menjadi vokalis. Karier Hawkins selaku drummer tentu terbilang cemerlang. Ia pertama kali bergabung dengan Foo Fighters di tahun 1997 lalu. Bersama Grohl, ia telah melesakkan karya sebanyak sembilan album penuh. Dan lebih dari itu, Foo Fighters saat ini adalah band rock terbesar di dunia.

Disinyalir sekadar mengisi waktu luang di luar kesibukan bersama Foo Fighters, Hawkins pun sempat membentuk proyek bernama Taylor Hawkins and the Coattail Riders. Kali ini ia mendapuk diri sebagai vokalis. Tak disangka-sangka, Hawkins memiliki teknik vokal layaknya mendiang Freddie Mercury. Selama menukangi proyekannya tersebut, Hawkins telah melontarkan dua album penuh, album berjudul sama dengan nama band (2006) dan Red Light Fever (2010). Selain itu, ia juga baru saja melepaskan album mini KOTA (2016).

8. Jack White

Bagi sebagian penggemar musik, menyebut nama Jack White tentu identik dengan sosok gitaris berbakat. Tak jarang ekspertis musik pun menyematkan White sebagai salah satu gitaris terbaik di generasinya. Namun tahukah? Sebelum dikenal sebagai vokalis sekaligus gitaris dari duo The White Stripes, dulunya Jack White adalah seorang penggebuk drum untuk unit country rock bernama Goober & the Peas.

Walau karier band pertamanya itu terbilang singkat, White tetap melanjutkan hasratnya sebagai drummer di band rock lainnya. White pun membentuk komplotan blues rock, The Dead Weather. Sama seperti halnya ketika ia meraungkan instrumen gitar dengan ciamik, White pun tak kalah hebat menggebuk drum dengan skill yang tergolong luar biasa.

0 COMMENTS

Info Terkait