AC/DC

AC/DC dan Bring Me The Horizon Ikut Kegiatan Amal, Sumbang Merchandise Menarik

  • By:
  • Kamis, 28 January 2021
  • 101 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

AC/CD dan Bring Me The Horizon (BMTH) menutup tahun 2020 dengan sesuatu yang spesial. Bukan, ini bukan tentang mereka yang merilis karya baru atau berkolaborasi, melainkan AC/DC dan Bring Me The Horizon ikut dalam kegiatan amal.

Ya, AC/DC dan BMTH mendaftar untuk kegiatan amal yang diselenggarakan oleh Yayasan Teenage Cancer Trust. Kegiatan ini diberi tajuk Christmas Rocks yang bertepatan dengan perayaan Natal.

Konsep kegiatan ini adalah menjual tiket undian seharga 5 poundsterling yang bisa dibeli oleh orang-orang. Nah, setiap satu tiket akan diundi yang pemenangnya bakal mendapatkan hadiah dari band-band yang mendaftar untuk memberikan hadiah termasuk AC/DC.

Untuk AC/DC, unit veteran heavy metal asal Australia ini memberikan album terbaru mereka Power Up yang sudah ditandatangani. Sementara itu, BMTH memberikan pesan melalui video dari para personel band dan copy vinyl dari album teranyar mereka Post Human: Survival Horror dan cetakan Parasite Eve yang sudah ditandatangani.

Ada pula band-band kenamaan lain seperti Architects dan The Damned yang menyumbangkan bundel merchandise. Undian ini berlangsung dari 17 Desember hingga 3 Januari 2021, dengan pemenang diambil secara acak oleh Music Glue setelah ditutup. Hadiah kemudian dibagikan secepat mungkin setelah pengundian berakhir.

AC/DC dan Album Terbarunya

Apa yang dilakukan AC/DC dengan berpartisipasi di dalam kegiatan alam terjadi setelah mereka merilis album baru Power Up pada November 2020. Ini menjadi album studio ke-18 bagi AC/DC selama berkarier lebih dari 4 dekade.

Album baru ini sekaligus membuktikan bahwa AC/DC bisa bangkit dari serangkaian masalah yang sempat datang seperti kepergian salah satu pendirinya, Malcolm Young, karena masalah kesehatan hingga persoalan hukum. Tempat Malcolm kini sudah digantikan oleh Stevie Young yang merupakan keponakannya.

Sebagai rangkaian merilis album Power Up yang rencananya bakal hadir pada 13 November 2020, AC/DC melepas single utamanya Shot In The Dark. Sejak dirilis pada 23 Oktober lalu hingga hari ini, lagu tersebut sudah disaksikan lebih dari 8,5 juta kali di kanal YouTube AC/DC.

Kepada Music Week pada 28 Oktober, vokalis Brian Johnson mengungkapkan harapan AC/DC terhadap album Power Up agar bisa menjadi inspirasi bagi generasi baru. Harapan ini muncul setelah sejumlah video menunjukkan anak-anak muda generasi kiwari banyak memainkan Shot In The Dark.

"Sungguh luar biasa, mereka langsung memainkan lagu ini. Saya harap album Power Up melahirkan sekelompok anak yang ingin belajar gitar. Mungkin musik rock n' roll menjadi tidak mainstream, tapi setidaknya diputar lebih banyak di radio dibandingkan dengan sebelumnya, ayo kita buat seperti itu. Ini akan keren,” ujar Johnson.

Terlepas dari itu semua, album Power Up adalah sebuah tribute yang dipersembahkan AC/DC untuk mendiang Malcolm Young. Di pertengahan 2014, Malcolm memutuskan pensiun karena menderita demensia. Setelah berjuang melawan penyakitnya, Malcolm meninggal pada 2017.

Meski tak lagi berada di sisi AC/DC, rekaman dari album Power Up menampilkan sejumlah riff dan ide lagu dari Malcolm yang tidak terpakai pada masa penggarapan album Black Ice pada 2008 bersama saudara sekaligus gitaris utama AC/DC, Angus Young.

"Saya tahu Mal tidak bersama kami lagi, tapi dia ada di sana bersama kami dalam semangat. Band ini adalah anaknya, hidupnya. Dia selalu mengatakan 'Kamu harus terus maju'. Dia juga selalu berkata, 'Jika Anda seorang musisi, itu seperti berada di kapal Titanic. Band itu tenggelam bersama kapalnya (dirinya). Begitulah cara dia memandang AC/DC," tutur Angus Young.

Permainan gitar Malcolm pada akhirnya memang tidak dimasukkan ke dalam lagu-lagu di album Power Up, namun kehadirannya tetap bisa terasa dengan cara berbeda. AC/DC memutuskan untuk menyertakan nama Malcolm sebagai penulis lagu di semua lagu pada album Power Up.

"Bahkan dengan gelar penulis lagu yang kami berikan, Power Up cukup meringkas keberadaannya. Saat dia memainkan gitar, dia adalah salah satu bagian besar dari kami. Sederhananya, saat gitar dimainkan, terdengar seperti ada dua orang yang bermain," jelas Angus.

"Saya pikir Malcolm akan menyukainya. Dia akan menyukai kenyataan bahwa kami masih aktif bermain musik. Dia selalu ada di sana, bekerja sampai dia tak bisa bekerja lagi. Dia siap dan mau melakukannya, begitulah saya selalu melihatnya. Saya yakin dia akan bahagia melihat kami masih ada di sini."

0 COMMENTS