Portal Music

Jamrud

Ada Pelangi di Perjalanan Karier Jamrud

  • By:
  • Minggu, 25 October 2020
  • 1696 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Agustus 1999 menjadi waktu yang kelam untuk Jamrud. Kabar duka datang dari salah satu personel mereka, Fitrah Alamsyah, yang meninggal dunia. Penyebab kematian Fitrah karena overdosis obat-obatan terlarang bikin pukulan semakin telak mendarat kepada Jamrud.

Setelah kabar mengejutkan itu, badai seolah belum mau berhenti menghantam Jamrud. Satu tahun berlalu selepas kepergian sang drummer, Jamrud kembali kehilangan personelnya, Sandy Handoko, dengan penyebab yang sama seperti Fitrah: Over dosis (OD).

Personel Jamrud yang tersisa saat itu, Krisyanto (vokal), Aziz Mangasi Siangian (gitar), Ricky Teddy (bass), dan Herman (drum pengganti Fitrah), menemui sejumlah permasalah seperti gelombang protes dari para penggemar.

Citra sebagai band pengguna obat-obatan terlarang, hingga muncul anggapan bahwa para personel Jamrud tidak mengingatkan Fitrah serta Sandy untuk berhenti menggunakan obat-obatan terlarang.

Akan tetapi, kenyataan tidak sesuai dengan opini publik. Aziz, Krisyanto dan kawan-kawan Jamrud lain mengaku tidak pernah bosan untuk mengingatkan Fitrah dan Sandy agar bisa lepas dari belenggu obat-obatan terlarang.

Jalan hidup sudah digariskan, Jamrud harus menjalani fragmen kehilangan kawan lama, rekan satu band. Sebuah kehilangan dan pukulan berat, kata Aziz kala itu mengakui tewasnya dua personel Jamrud. Terlebih, Fitrah dan Shandy telah menjadi bagian dari perjuangan awal Jamrud meniti karier di industri musik Indonesia.

Fondasi awal Jamrud sudah ada sejak pengujung 80-an, ketika Aziz, Ricky Teddy, Agus, dan Oppi membentuk band bernama Jamrock. Seiring waktu, perubahan personel terjadi dengan bergabungnya Krisyanto, Fitrah, dan Sandy.

Di awal terbentuk, Jamrock hanya membawakan lagu-lagu milik orang lain hingga akhirnya mereka merekam demo lagu dan mengirimkan materi tersebut ke label rekaman milik Log Zhelebour (Log). Disambut positif, Jamrock mendapat kontrak untuk rekaman di Logiss Records.

Dari sini, nama Jamrock diubah menjadi Jamrud dengan berbagai pertimbangan alasan. Kerja sama pertama Jamrud dengan Log menghasilkan album pertama pada 1996 dengan tajuk Nekad. Karya Jamrud mendapat sambutan hangat dengan bukti penjualan 150 keping album Nekad dalam waktu singkat.

Kesuksesan itu dilanjutkan dengan rilisnya album kedua bernama Putri pada 1997 yang terjual hingga 250 ribu kopi. Satu tahun kemudian, Jamrud merilis album ketiga dengan tajuk Terima Kasih. Lagu-lagu di album ini macam Berakit-rakit dan Terima Kasih membuat penjualan album menembus 750 ribu kopi.

Album itu pun membawa Jamrud mendapat penghargaan sebagai Group Rock Terbaik di AMI Awards 1999. Di momen kesuksesan itu, sederet badai menghampiri yang klimaksnya adalah kepergian Fitrah dan Sandy karena overdosis obat terlarang.

Tewasnya Sandy saat itu berbarengan dengan pengerjaan album keempat Jamrud dengan judul Ningrat. Bahkan, Sandy sempat mengikuti rekaman untuk lagu Surti dan Tejo. Album Ningrat sendiri akhirnya rilis pada akhir Desember 2000.

Di dalam album ini, terdapat lagu yang didedikasikan untuk Fitrah dengan judul Fuck Off. Setelah kepergian Fitrah disusul dengan tewasnya Sandy, maka lagu ini pun didedikasikan untuk mereka berdua.

Dengan kondisi ditinggal dua personelnya, Azis, Ricky, dan Krisyanto tetap berupaya mengibarkan musik Jamrud dengan menggandeng Suherman Husin sebagai drummer. Meski dalam proses pembuatan album Ningrat diterpa sederet masalah, Jamrud justru menuai banyak kesuksesan melalui album ini.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

????afiefdarms

A post shared by Indonesian Rock (@jamrud_official) on

Adanya single Surti-Tejo dan Pelangi di Matamu, album keempat Jamrud itu terjual hingga 2 juta keping di Indonesia. Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, Jamrud menemui hal indah setelah badai yang menerpa mereka.

Melalui Album Ningrat ini pula Jamrud meraih 5 penghargaan di AMI Award 2000. Kesuksesan album Ningrat membuat Log Zhelebour membawa Jamrud rekaman di Studio 301 Sydney, Australia dan merilis album Sydney 090102 pada 2002.

Jamrud merilis dua album selanjutnya pada 2004 dengan judul BO 18+ dan All Access In Love pada 2006. Namun setelah merilis 7 album, Krisyanto justru memutuskan keluar dari Jamrud. Krisyanto kemudian merilis album solo pertamanya berjudul Mimpi (2009).

Di tahun yang sama, Jamrud yang menambah tiga personel Jaja Donald Amdonal (vokal), Mochamad Irwan (gitar), dan Danny Rachman juga merilis album dengan formasi baru bertajuk New Performance.

Jamrud sudah bertekad mengubah image agar Jamers (panggilan penggemar Jamrud) tidak lagi membandingkan Jamrud era Krisyanto dengan era Jamrud bersama vokalis baru. Perubahan Jamrud saat itu memang sangat mencolok dari konsep musik, lagu, hingga logo Jamrud yang lebih metal.

Perjalanan Jamrud tanpa Krisyanto berlanjut dengan lahirnya album Bumi & Langit Menangis pada 2011. Namun, kabar saat itu menyebut Log mendapat tekanan dari para penggemar Jamrud untuk membawa kembali Krisyanto.

Akhirnya Krisyanto sendiri mengumumkan kembali bergabung dengan Jamrud pada Oktober 2011. Kembalinya pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini ditandai dengan perilisan album Bumi + Bumi & Langit Menangis pada 2012.

Jamrud yang sudah kembali diperkuat Krisyanto, melanjutkan karier mereka dengan merilis album ke-11 pada 2013 dengan nama Saatnya Menang. Lagu-lagu mereka di album ini seperti Ajari Aku, Kau Jahanam, Aku Bajingan, Genggam Tanganku, dan Ingin Kembali, kembali menjadi hits.

Jamrud kemudian merilis album bertajuk Akustikan dengan format musik yang berbeda pada 2015. Jamrud tampil sederhana tanpa distorsi yang garang dengan menampilkan aransemen akustik dan musikalitas berkelas.

Pada 2017, Jamrud memutuskan berpisah dengan Loggis Records dan merilis kembali album bertajuk 80's. Di album ini, Jamrud menampilan konsep nostalgia dengan musik 90-an dan mengajak para pendengarnya kembali ke album-album awal mereka.

Kejutan baru-baru ini diberikan Jamrud kepada para penggemarnya dengan merilis single baru berjudul Hanya Teman pada Agustus lalu. Lagu ini disebut-sebut menjadi gerbang pembuka dari album terbaru Jamrud yang kabarnya akan dirilis pada akhir 2020.

2 COMMENTS
  • Vendysharmoni

    Ralat Min, di paragraf ke 3 Suherman Husin pengganti Sandy bukan Fitrah harusnya, lalu judul album setelah Krisyanto comeback itu Energi + Dari Langit Dan Bumi ????

  • Vendysharmoni

    Ralat Min, di paragraf ke 3 Suherman Husin pengganti Sandy bukan Fitrah harusnya, lalu judul album setelah Krisyanto comeback itu Energi + Dari Langit Dan Bumi ????