Kasper New Normal

Adaptasi Kebiasaan Baru Bareng Trio Kasper!

  • By: NND
  • Selasa, 28 July 2020
  • 150 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

New normal, atau “adaptasi kebiasaan baru”, emang lagi sering banget kita dengar belakangan ini. Mewabahnya pandemi mengharuskan kita beradaptasi, salah satu bentuknya adalah mkenormalan/kelazimenjalankan tatanan kenormalan baru dalam kehidupan bermasyarakat.

Menjalani kenormalan baru tentu menghadirkan cukup banyak perubahan--nongkrongnya berubah, kerja ke kantor juga berubah, nge-band dan main pun demikian. Oleh karena itu, rasanya cocok nih kalau kita ngobrol lagi sama anak-anak Kasper, nih. Mumpung udah lama ngga cerita-cerita juga, jadi sekalian catch-up. Yuk cari tahu apa aja yang mereka lakukan dalam menyambut new normal ini. Selengkapnya baca di bawah, ya!

SMID: Hello Kasper! Udah lama nih kita ngga ngobrol! Apa kabarnya kalian? Sehat-sehat semua, kan?

Kasper: Kabar baik, kawan. Sudah lama juga, ya. Terakhir itu awal-awal karantina, kan? Tidak terasa sudah menjalani karantina empat bulan lebih. Kita semua sehat, terima kasih.

Lips: Hey, OMG akhirnya ketemu lagi ya! Kangen deh! Kabarku baik juga, dong.

DJ: ‘Sup fam? Doin’ good sih sejauh ini. Self-quarantine is tough tapi harus dijalanin, jadi ngga bisa komplen juga. At least we’re safe and sound.

SMID: Sekarang kan lagi sering banget nih denger istilah “New normal”. Nah, kita mau tau dong gimana aja cara kalian menyambut new normal ini?

Kasper: Betul, kalau saya sih sejauh ini di rumah saja. Rambut makin gondrong jadinya, tapi masih belum berani ke salon. Gitaran saja sih, cover-cover lagu keren sama ngulik lagu baru seperti biasa. Itu yang saya lakukan untuk menyambut new normal. Oh, saya juga jadi sering nongkrong sama tetangga saya sambil tetap jaga jarak, yang lain juga begitu pasti, jadi mendekatkan diri lagi sama orang sekitar seperti keluarga inti. Saya yakin Lips dan DJ juga punya caranya masing-masing, tapi yang sama dari kita adalah bikin playlist. Kami bertiga sudah menyusun tiga playlist berbeda, yang bisa kalian semua dengar di akun Spotify kami.

SMID: Playlist? Wah seru juga, tuh. Jadi masing-masing kalian nyusun playlist gitu ya. Lagu-Lagunya apa aja?

Lips: Lagu-lagunya sesuai selera kami, sih. Kalau Kasper playlist-nya diisi sama grup-grup alternative rock dan punk. Maklum, gitaris! Kalau aku... pop, pop, dan pop! Super seru!  Nah, si DJ beragam tuh, dari elektronik, rock, hip-hop sampe pop dan R&B juga. Intinya sih kita mau nunjukin aja secara jujur, musik-musik yang kita dengerin dan yang jadi influens kita waktu aku, Kasper dan DJ ngeband bareng. Seru lho nyusun playlist, kalian harus coba deh kalau belum sempet!

DJ: Emang betul kalo banyak yang bikin playlist selama masa pandemi ini. But you know what else yang banyak dijajal orang selama ini? Bisnis-bisnis online! Social media penuh sama orang jualan--ada foods and beverages yang enak dan unik, second hand fashion yang bikin ngiler, and many more. I love it! Pandemic sucks sih... but at least cuan tetap jalan. Justru yang gue liat, orang-orang jadi lebih produktif, kreatif dan inovatif, and for that, we salute you.

SMID: Wah iya, ya. Ada playlist, ada bisnis online... intinya orang-orang itu beradaptasi sih sama pandemi ini. Buat kalian sendiri, new normal ini tuh apa sih?

Kasper: Ya. adaptasi kebiasaan baru memang selalu ada dari dulu sampai sekarang. Menurut saya pribadi, pada dasarnya kebiasaan baru itu memang merupakan sebuah adaptasi, dan adaptasi itu terus-menerus terjadi di kehidupan manusia. Sekarang, karena adanya pandemi, adaptasinya terjadi secara mendadak dan masif, jadi lebih terasa perubahannya.

DJ: gue setuju tuh, fam. Adapting is what we do as a human, udah menjadi dasarnya kita sebagai manusia untuk berlaku demikian. Intinya, pandemic or not, we’re bound to adapt. Mumpung sekarang transisi atau perubahannya bener-bener terasa, banyak yang menggunakan masa-masa karantina kemarin sebagai a moment to reflect on things, anything sih sebenarnya.

Lips: Yup, bener banget. Karantina panjang kemarin pasti banyak bikin kita semua untuk mikirin bener-bener apapun yang terjadi sama kehidupan--keluarga, teman, karir, hobi, dan lain sebagainya. Mungkin, di kenormalan baru ini, udah jadi saatnya untuk kita merealisasikan hal-hal yang lahir dari semua refleksi itu. New normal, new you!

SMID: Bener juga tuh. Karantina bikin kita semua merefleksikan diri, dan new normal jadi waktunya untuk mulai lagi. Gitu kan?

Lips: 100! Mungkin itu sih arti new normal buat kita. Aku sih selalu yakin kalau semua fenomena yang terjadi kemarin ga melulu melahirkan hal-hal negatif, meskipun kita nggak bisa dipungkiri bahwa banyak yang jadi korban. Terbaik yang bisa kita lakukan adalah untuk terus menjalani hidup lebih baik lagi. Pelajaran aja sih, dan new normal itu jadi waktunya kita tampilin perubahan kita.

SMID: Terakhir kita ngobrol itu awal-awal masa karantina, sekarang kita udah masuk masa adaptasi kebiasaan baru. Ngapain aja sih kalian selama adaptasi kebiasaan baru ini?

Lips: Kalau dari aku... yang pasti harus terus mengikuti protokol yang udah ditetapkan, sih. Tapi aku ngga boong deh, kangen banget sama travelling! Kemarin aku bosen banget di rumah doang jadi mulai ngumpulin travelling kits yang udah lama nggak dipake. Untung ada banyak Superfriends yang siap membantu secara online! Thanks guys! Oh iya, buat kalian yang udah mulai ke kantor atau ada keperluan dan harus keluar, gak ada salahnya untuk selalu tampil kece, tapi jangan lupa protokol ya! Safety first, beb.

DJ: The new normal is going well. Sekarang setidaknya gue udah bisa balik lagi ke salah satu hobby favorit gue nih, fam... nonton bola! Yup, EPL, atau liga Inggris. Walaupun Liverpool yang menang... bukan Arsenal, tapi at least a portion of my old life is back. Gue yakin yang lain juga begitu, sudah mulai bisa kembali menjalankan yang hal-hal mereka suka, meski belum totally 100% berfungsi as it is kayak dulu sebelum pandemi.

Kasper: Kalau boleh jujur, aktivitas sehari-hari selama pandemi, new normal, dan waktu sebelum pandemi buat orang seperti saya itu tidak begitu berbeda. Mungkin yang beda itu cara berpikirnya saja.  Saya itukan sukanya diam di rumah dan ngulik-ngulik lagu di gitar, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa saya pun juga terdampak atas pandemi dan tatanan new normal. Simpelnya, manggung; kita masih belum juga bisa manggung sekarang-sekarang ini, dan itu masuk akal. Kita tidak komplain perihal ini. Jadi untuk melepas kerinduan, saya sering main gitar di depan rumah, biar berasa ada penonton seperti di atas panggung. Hahaha.

SMID: Tadi kalian sempet bilang “New normal, new you”... Kalau dari Kasper sendiri, ada yang baru juga dong pastinya?

DJ: Hahahaha! Good one! Kalau perihal ini, cukup pantengin aja terus Instagram kita, ya. Well be sure to tell you if something new is coming up. Makanya, medsos jangan dipake buat nge-stalk gebetan doang, fam. Mending ikutin aja aktivitas-aktivitas kita. Seru-seru kok. Terjamin! Hehehehe.

Lips: Iya! Karena pandemi, semua turun ke sosmed. Nah jangan keseringan genit, ya! Mending pantau terus update band kita. Percaya deh, kita udah kangen banget mau manggung. Kalau lampu hijau, kita akan langsung ngabarin kalian semua. Miss you guys a lot!

Kasper: Saya sudah belajar banyak banget lagu baru yang siap di-cover. Kalau kita semua sudah bisa main bareng, dijamin karaoke bakal jadi lebih seru lagi. Mungkin jeda pandemi ini bisa jadi istirahat sementara, jadi ketika mulai lagi, semua bakal jadi lebih seru. Yang pasti, kita sudah tidak sabar!

SMID: Mantap! Oke deh kalau begitu. Thanks buat waktunya ya, guys! Kapan-kapan kita ngobrol lagi. Stay safe!

Kasper, DJ, Lips: Bye! Stay safe!

0 COMMENTS