Portal Music

Billie Eilish

Alasan Di Balik Terpilihnya Billie Eilish Sebagai Pengisi Soundtrack James Bond

  • By:
  • Minggu, 22 November 2020
  • 62 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Menjadi musisi yang dipilih untuk mengisi suara pada soundtrack film James Bond merupakan sebuah hal yang cukup penting sebagai salah satu pencapaian dalam kariernya. Hal tersebut jadi demikian karena James Bond atau 007 merupakan salah satu franchise film yang telah berjalan cukup lama dan hingga saat ini masih terus aktif diproduksi. Billie Eilish adalah nama yang kini berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengisi soundtrack film terbaru James Bond yang berjudul No Time To Die. Rencananya film tersebut akan rilis di tahun 2021 dengan nama-nama seperti Daniel Craig dan Rami Malek yang berperan sebagai aktor pada film tersebut.

Sebetulnya, tidak jarang hadir polemik saat nama musisi pengisi soundtrack film James Bond ini keluar. Biasanya polemik ini terjadi berkat animo para penggemar film James Bond yang merasa memiliki kandidat lain yang lebih cocok, serta dari penggemar sang musisi tersebut. Namun, untuk Billie Eilish, Hans Zimmer selaku penanggung jawab untuk arahan musik di film tersebut merasa kolaborasi antara Billie Eilish dan kakaknya, Finneas, merupakan pilihan terbaik dalam mengisi lagu tema utama untuk film No Time To Die. Perlu diketahui bahwa lagu-lagu yang terpilih sebagai lagu tema utama di berbagai film James Bond tersebut kebanyakan ditulis oleh para musisi yang menyanyikannya. Begitu pula bagi Billie Eilish. 

Diungkapkan bahwa Billie Eilish menulis lagu No Time To Die di umurnya yang masih 18 tahun. Pertama kali Hans Zimmer mendengarkan lagu tersebut, dirinya merasa bahwa lagu yang dikarang Billie Eilish adalah pilihan yang tepat. Hans Zimmer merasakan tidak hanya komposisinya yang sesuai untuk tema film James Bond, namun juga memiliki aspek personal dari sang pengarang lagunya sendiri. Komposisi musiknya yang dramatis namun simpel jadi katalis yang memiliki kesinambungan dengan perkembangan film James Bond terbaru dengan nuansa yang lebih gelap. Meskipun mendapat dukungan dari Hans Zimmer, nyatanya lagu karangan Billie Eilish ini hampir gagal untuk mendapatkan tempatnya di dalam produksi film No Time To Die.

Para penanggung jawab lainnya yang berkontribusi untuk film No Time To Die menolak pemilihan lagu tersebut dengan alasan bahwa lagu karangan Billie Eilish ini tidak cocok untuk disandingkan dengan film James Bond. Namun Hans Zimmer berhasil meyakinkan para pihak lainnya, bahwa nantinya akan ada penyesuaian arahan yang dirinya berikan kepada Billie Eilish dan Finneas sesaat mereka telah menyaksikan preview dari film James Bond yang akan rilis pada April tahun 2021 tersebut. 

Hans Zimmer juga menyatakan bahwa dirinya senang karena beberapa tahun ke belakang, tren lagu James Bond tidak hanya sekadar berperan sebagai lagu tema saja. Namun para musisi yang ikut terlibat dalam pembuatannya, seperti Billie Eilish juga berhasil mengaplikasikan sisi personalnya secara apik yang membuat lagunya jadi lebih kuat secara keseluruhan. Hal tersebut dilihat Hans Zimmer sebagai sebuah bentuk kontribusi penuh komitmen yang melengkapi kekuatan filmnya nanti.

Kehadiran Billie Eilish sebagai pengisi lagu soundtrack film James Bond sendiri dinilai sebagai sesuatu hal yang baru. Pasalnya, untuk mengisi soundtrack ini rata-rata para musisi di baliknya telah memiliki daftar portofolio panjang dalam kariernya sebagai musisi. Selain itu, nama Billie Eilish juga dianggap mampu merangkul kalangan penonton yang lebih muda untuk setidaknya memiliki rasa penasaran terhadap film terbaru James Bond yang dikenal sebagai film yang hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa atau mereka yang tumbuh bersama film-film James Bond terdahulu

Selain Billie Eilish, polemik tentang lagu James Bond yang cukup besar jadi perbincangan hadir juga di tahun 2015. Perbincangan ini hadir lantaran kala itu nama Thom Yorke dari Radiohead harus tersingkir oleh Sam Smith yang terpilih sebagai penyanyi soundtrack film James Bond berjudul Spectre. Berbeda dari Billie Eilish yang hanya merasakan perbedaan pendapat dari sisi internal. Perbincangan perihal mana yang lebih baik di antara Thom Yorke dan Sam Smith ini cukup mencuat di internet, terutama di platform media sosial. Para penggemar dari kedua musisi tersebut kerap terlihat saling beradu argumen dalam menentukan, mana karya yang lebih cocok untuk bersanding dengan nama James Bond yang cukup legendaris tersebut.

Sebelum mendapatkan popularitas besar seperti saat ini, Billie Eilish lebih dulu terkenal melalui karya-karyanya yang diunggah secara mandiri di internet, melalui platform Soundcloud. Ocean Eyes, merupakan salah satu single yang berhasil menarik perhatian media mainstream, terutama radio yang membantu mengangkat namanya sebagai musisi independen kala itu. Tertarik dengan potensi yang ada dari kombinasi Billie Eilish dan Finneas, Apple Music menghubungi pasangan kakak beradik tersebut untuk dalam membantu mereka mendistribusikan single Ocean Eyes ke kalangan yang lebih luas. Dari perjanjian kerja sama antara Apple Music dan Billie Eilish, penyanyi asal Los Angeles, Amerika Serikat ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan lainnya dalam mempromosikan dirinya. Salah satunya adalah kesempatan untuk bekerja sama dengan brand fashion ternama Chanel. 

Nama Billie Eilish semakin kuat dan terdengar hingga seluruh penjuru dunia berkat album perdananya, When We All Fall Asleep, Where Do We Go? yang dirilis pada tahun 2019 di bawah Darkroom Records, sebuah anak perusahaan dari Interscope Records. Untuk album ini, Billie Eilish tidak mencoba untuk menutupi sisi personalnya sebagai seorang remaja hendak beranjak dewasa dengan perjalanan hidupnya yang penuh dinamika. Sudut pandang tentang kehidupan anak muda masa kini, penggunaan obat-obatan terlarang, patah hati, bunuh diri, dan kesehatan jiwa berperan jadi tema yang melengkapi album perdananya tersebut. Konsep dan narasi lagu yang apa adanya tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang sebaya dengan Billie Eilish. Selain itu, album ini juga berhasil menyabet 5 penghargaan di ajang Grammy Awards 2020.

0 COMMENTS