Album Bintang Kehidupan Nike Ardilla Dirilis dalam Format Piringan Hitam

Album Bintang Kehidupan Nike Ardilla Dirilis dalam Format Piringan Hitam

  • By:
  • Sabtu, 30 January 2021
  • 180 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Nike Ardilla mungkin sudah tiada, namun karya musiknya masih bisa dinikmati hingga sekarang. Terlebih label rekaman Musica Records merilis album Bintang Kehidupan milik mendiang Nike Ardilla dalam format fisik piringan hitam atau vinyl pada Minggu (27/12).

Hal ini dilakukan sebagai peringatan ulang tahun ke-45 solois asal Bandung itu. Berdasarkan siaran pers yang dikutip dari Antara, album tersebut pertama kali dirilis saat ulang tahun Nike Ardilla pada 1990 silam.

"CD 'kan udah nggak beredar di Indonesia, request-nya tahun lalu. Kita pernah keluarkan album sebelumnya, tahun ini kita keluarkan vinyl," ucap Indrawati Widjaja atau Bu Acin selaku produser Musica Studios.

"Untuk vinyl Musica sengaja ingin mengeluarkan vinyl karena banyak kolektor yang minta untuk merilis lama kita dalam bentuk vinyl," kata Bu Acin dalam konferensi pers virtual dikutip dari Kompascom.

Bila masih hidup, pada tahun 2020 Nike Ardilla genap berusia 45 tahun. Adapun, penyanyi dengan asli Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi itu meninggal pada 19 Maret 1995 akibat kecelakaan mobil.

Musica Studios dalam keterangan resmi, Senin (28/12), mengatakan, album "Bintang Kehidupan dulu berhasil meraih sukses di pasar musik Indonesia dan Asia Tenggara dengan terjual lebih dari 6 juta kopi. Album ini mendapatkan penghargaan dari BASF Awards 1990 sebagai 'The Best Selling Rock Album'.

Pada ajang Asian Song Festival 1991 di Shanghai China, Nike Ardilla berhasil meraih 'The Winner Of New Singers Contest' dengan membawakan lagu Star Of Life (Bintang Kehidupan English Version). Dalam pembuatan album ini, Nike Ardilla dibantu oleh musisi dan pencipta lagu ternama Indonesia seperti Deddy Dores, Pance F Pondaag, Deddy Dhukun, Dommy Allen, dan lain-lain. Selain lagu "Bintang Kehidupan" album ini juga menampilkan radio hits "Khayal", "Terserah" dan "Kelam".

Ada sepuluh total lagu dalam piringan hitam "Bintang Kehidupan", termasuk "Kesal", "Putih", "Salut", "Aneh-Aneh Lucu", "Cinta Hati" dan "Bayang-Bayangmu". Versi piringan hitam ini dijual melalui marketplace Musica dan e-commerce, sementara lagu-lagu dalam album itu juga tersedia di platform musik digital.

Bintang Kehidupan merupakan album solo ketiga Nike Ardilla setelah Hanya Satu Nama (1988) dan Seberkas Sinar (1989). Bintang Kehidupan merupakan salah satu album paling hit milik Nike Ardilla di Indonesia dan Asia Tenggara.

Benderang Nike Ardilla

Nike Ardilla lahir di Bandung pada 19 Maret 1995 ketika usianya masih 19 tahun. Nike Ardilla meninggal usai mobil yang dikendarainya menghantam beton di jalan Raden Eddy Martadinata di kota Bandung.

Sejak kecil, Nike Ardilla memang sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia tarik suara. Bakat menyanyi Nike Ardilla mulai tumbuh sejak masih berumur 5 tahun. Darah seni Nike Ardilla mengalir dari kakeknya, yang merupakan seorang penyanyi keroncong. Ketika berusia 5 tahun, Nike sudah berani tampil menyanyi saat ada acara keluarga di rumahnya.

Nike Ardilla dikenal aktif dalam berbagai kegiatan seni seperti menyanyi sampai dengan menari tarian daerah. Niatnya menekuni panggung tarik suara semakin serius setelah Nike Ardilla berhasil menjadi Juara Harapan I dalam ajang Lagu Pilihanku TVRI dan Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung pada tahun 1985, saat masih berusia 10 tahun.

Pada tahun 1986, Nike Ardilla memasuki dapur rekaman dengan merilis sebuah single berjudul "Lupa Diri", yang kemudian dimuat dalam album kompilasi bertajuk Bandung Rock Power (1987). Pada bulan Juli 1988, saat baru lulus dari bangku Sekolah Dasar, Nike akhirnya merekam album perdananya di bawah naungan JK Records, namun album tersebut gagal dirilis karena usia Nike Ardilla yang masih sangat belia pada saat itu, sedangkan sebagian besar lirik lagunya bertema percintaan.

Dengan masih menggunakan nama Nike Astrina, pada awal 1989, Nike juga memulai karier aktingnya dengan membintangi sebuah film layar lebar berjudul Gadis Foto Model. Dalam film tersebut, Nike juga turut menjadi pengisi jalur suara, yang kemudian dirilis melalui album OST Gadis Foto Model.

Pada bulan Oktober 1989 Nike bergabung dengan Proyek Q Records. Bersama label tersebut, Nike akhirnya berhasil merilis album bertajuk Seberkas Sinar, yang diproduseri oleh Deddy Dores. Dalam album ini, nama Nike yang sebelumnya Nike Astrina diganti menjadi Nike AR (singkatan dari Astrina dan Ratnadilla), tapi penggunaan nama ini pun tidak terlalu lama, dan akhirnya diganti lagi menjadi Nike Ardilla.

0 COMMENTS