Album Minute of Midnight Ultah, Linkin Park Rilis Dokumenter

Album Minute of Midnight Ultah, Linkin Park Rilis Dokumenter

  • By:
  • Kamis, 10 June 2021
  • 41 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Selalu ada waktu dan kesempatan untuk merayakan sebuah pencapaian bagi Linkin Park. Kali ini unit nu metal yang sudah aktif sejak 1996 tersebut merayakan ulang tahun lahirnya salah satu album kenamaan mereka, Minutes To Midnight.

Album studio ketiga Linkin Park yang dirilis pada 15 Mei 2007, itu artinya pada 2021 ini album tersebut berusia 14 tahun. Untuk merayakan hari jadi ini, Linkin Park membuat sesuatu yang spesial untuk para penggemar mereka.

Band yang kini dipimpin oleh Mike Shinoda tersebut merilis sebuah dokumenter di kanal YouTube Linkin Park pada 14 Mei lalu. Film yang berdurasi 40 menit itu sebetulnya dirilis pada Mei 2007 sebagai bagian dari DVD bonus edisi khusus. Video ini menampilkan cuplikan ekstensif dari para personel Linkin Park yang sedang melakukan rekaman di studio.

Video tersebut secara umum menggambarkan proses kreatif dari mendiang Chester Bennington, serta personel Linkin Park lainnya macam Rob Bourdon, Brad Delson, Joe Hahn, Dave ‘Phoenix’ Farrell dan Mike Shinoda dalam menindaklanjuti album Meteora yang dirilis tahun 2003.

"Yang kami persiapkan adalah mencoba dan mengembangkan kembali musik kami dari setiap aspek yang agak menakutkan pikir. Kami tidak ingin kehilangan apa pun yang mungkin disukai orang-orang tentang kami, tetapi kami juga tidak ingin membuat trilogi; kami tidak ingin membuat album lain yang terdengar seperti yang diharapkan orang,” kata Chester soal proses pembuatan album Minute of Midnight di video dokumenter ini.

Adapun, Minute of Midnight dilepas Linkin Park melalui Warner Bros Records. Album ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, dan album pertama yang tidak diproduseri oleh Don Gilmore, sosok yang memproduseri dua album Linkin Park sebelumnya.

Linkin Park mulai mengerjakan album studio ketiga mereka pada tahun 2003, mengambil jeda untuk tur untuk mendukung Meteora pada tahun 2004. Dalam periode ini, para personel Linkin Park juga membuat beberapa proyek sampingan. Ambil contoh Mike Shinoda yang membentuk grup hip hop Fort Minor, sementara Chester Bennington membentuk Dead by Shine.

Disebutkan bahwa proyek sampingan dari kedua sosok ini bikin album Minute of Midnight jadi tertunda. Linkin Park lantas kembali menggarap album ini dengan mengambil arah musik yang berbeda dari album Meteora. Namun, penyelesaian album ini terus tertunda beberapa kali karena alasan yang tidak diketahui.

Namun secara mendadak, Linkin Park merilis single What I've Done pada April 2007 dan diumumkan sebagai lagu pembuka dari album Minute of Midnight. Album ketiga Linkin Park itu sendiri akhirnya dirilis di Amerika Serikat satu bulan setelah lagu What I've Done dilepas.

Album Minute of Midnight debut di nomor satu Billboard US 200 dan di 15 negara lain, termasuk Inggris juga Kanada. Di Amerika Serikat, album ini terjual lebih dari 623 ribu kopi pada minggu pertama dirilis. Namun terlepas dari kesuksesan komersialnya, Minutes to Midnight menerima tinjauan yang beragam dari para kritikus. Majalah Rolling Stone, bagaimanapun, menamakannya album terbaik ke-25 dari 50 daftar di tahun 2007.

Linkin Park sendiri sempat dilingkupi tanda tanya dari para penggemarnya setelah kepergian Chester Bennington pada 2017 lalu. Masa depan dari Linkin Park sempat dipertanyakan, namun titik cerah diberikan Linkin Park pada tahun 2020.

Baca juga: Linkin Park Sibuk Garap Materi Baru dari Rumah

Pemain bass Dave 'Phoenix' Farrell memberi kabar bahwa mereka tengah membuat materi terbaru, tapi semuanya harus sedikit terhambat lantaran wabah virus COVID-19 yang melanda seluruh dunia.

"Untuk saat ini, saya mencoba berpikir secara global, bahwa kita semua melakukan hal yang sama. Kalian tahu, mencoba untuk tinggal di rumah dan berusaha untuk tetap sehat," ujarnya dalam sebuah sesi wawancara di Dan Really Likes Wine.

"Kami sudah mulai menulis materi baru dan melakukan itu sebelum ini semua (pandemi COVID-19) dimulai, jadi dengan santai, saat ini kami melakukan rapat melalui Zoom untuk makan siang bersama dan saling sapa. Tapi kami tidak dapat berkumpul dan menulis bersama, atau melakukan banyak hal lain. Jadi, bekerja di rumah saja, sambil merampungkan ide-ide yang ada.

Saya telah memainkan banyak beat drum, hanya untuk mencoba sesuatu yang baru, saya telah melakukannya selama setahun terakhir, satu setengah tahun bahkan, dan dengan sengaja membuat beat sebanyak mungkin untuk menciptakan ruang saya sendiri di rumah,” tambahnya lagi.

Pernyataan tersebut semakin menguatkan anggapan bahwa Linkin Park akan kembali menggebrak kancah musik keras dunia melalui materi-materi baru yang tengah digodok oleh para punggawanya.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS