Album Power Trip Meledak Setelah Riley Gale Wafat

Album Power Trip Meledak Setelah Riley Gale Wafat

  • By:
  • Jumat, 4 December 2020
  • 604 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Siapa tak mengenal Power Trip Band thrash metal yang telah melampaui semua harapan di lima tahun terakhir ini berhasil menuai tribute #1 di Apple Music justru pasca Riley Galey san vokalis wafat. Sebelumnya, Power trip sempat melejit pasca mereka melepas album bertajuk Manifest Decimation pada tahun 2013. Album ini dirilis di bawah naungan Southern Lord Record dan ilustrasi album mereka dikerjakan oleh seorang pelukis asal Italia Paolo Girardi. 

Album musik pertama Power Trip berisikan 8 track didalamnya. Raw, downstroke catchy riff dan reverb diramu sangat baik terutama dalam vokal dan sound drumnya. Selain itu, intro lagu pembuka Manifest Decimation juga sangat apik hingga dilanjutkan pada track berikutnya yaitu mosh-pit. Lagu Cross Breaker yang memiliki sentuhan hardcore hingga ditutup dengan lagu Hammer of Doubt dikemas secara elegan tanpa celah. 

Power trip menjadi sangat dibicarakan terlebih selah mereka meluncurkan album kedua yaitu Nightmare Logic pada tahun 2017 dengan single andalan Executioner’s Tax (Swing of The Axe). Band yang dinahkodai oleh Pada Riley Gale (vokal), Blake Ibanez (gitar), Nick Stewart (gitar), Chris Whetzel (bass) dan Chris Ulsh (drum) dan yang terakhir menggantikan drummer asli Marcus Johnson, yang keluar pada 2009 ini menduduki chart Billboard dan mendapat beberapa penghargaan untuk lagu Executioner’s Tax (Swing of The Axe). 

Pada bulan kedua di tahun 2020 ini, Power Trip melakukan tour ke Asia salah satunya singgah di Bali. Gigs Power Trip di Bali saat itu diorganisir oleh NK13 yang merupakan salah satu kolektif custom culture motor. Hal ini terwujud karena sang bassist seorang pengendara Harley Davidson yang juga dekat t dengan NK13. 

Power Trip terus mendulang kesuksesan akan karya-karya mereka hingga pada bulan Agustus 2020 muncul kabar mengejutkan. Kabar mengatakan sang vokalis Power Trip, Riley Gale telah meninggal dunia pada hari Senin 24 Agustus 2020 lalu di usia 34 tahun. Saat itu band Thrash metal ini belum membocorkan informasi mengenai penyebab kematian Tiley Gale. Pernyataan resmi mengenai meninggalnya sang vokalis diumumkan secara resmi pada Selasa 25 agustus 2020. 

Berikut pernyataan dari Management Power Trip mengenai berita berpulangnya sang Vokalis. 

Penggemar Power Trip yang terhormat di seluruh dunia. Dengan kesedihan terberat kami harus mengumumkan bahwa vokalis utama dan saudara kami Riley Gale meninggal dunia tadi malam.Riley adalah seorang teman, saudara, seorang putra. Riley adalah seorang rockstar yang atraktif dan spesial, dan seorang yang rendah hati dan teman yang suka memberi. Dia menyentuh begitu banyak kehidupan melalui liriknya dan melalui hatinya yang baik dan pemurah. Dia memperlakukan semua orang yang dia temui sebagai seorang teman dan dia selalu menjaga teman-temannya. Kami akan merayakan hidup Riley dan nggak pernah melupakan karya-karya hebat dari musik, amal, dan cinta yang dia tinggalkan. Kalian, para penggemar, sangat berarti baginya, ketahuilah betapa istimewanya kalian. Jika kalian memiliki memori Riley, tolong bagikan, sekecil apa pun, seperti yang kami ingat kepadanya.

Harap hormati keinginan kami untuk menjaga privasi selama ini. Sebagai pengganti bunga, silahkan kirim sumbangan ke Dallas Hope Charities. 

Tertanda, Keluarga Tercinta Riley

Pesan ini didapat melalui akun Twitter resmi Power Trip (@powertriptx) pada tanggal 26 Agustus 2020.

Kabar mengejutkan ini tentu saja membuat heboh dunia musik rock pada saat itu. Seluruh penggemar merasa kehilangan dan tak menyangka Riley Gale pergi secepat ini. Terlebih pihak manajemen tidak mengumumkan secara jelas perihal penyebab kematian sang vokalis. 

Riley Gale adalah vokalis sekaligus orang yang ikut mendirikan Power Trip dapa usia 22 tahun. Saat itu Riley bekerja di kantor sembari kuliah hingga pada tahun 2013 Trip menandatangani kontrak pertama mereka dengan Southern Lord Record dan melahirkan album pertama. 

Riley Gale dikenal sebagai sosok yang kritis dan politis. Beberapa lagu yang ia ciptakan merupakan ungkapan hati sekaligus kesedihannya terhadap isu kemanusiaan yang beredar. 

Power Trip terhitung sudah dua kali mengunjungi Indonesia. Pertama saat menjadi co-headliner di JogjaROCKarta Festival tahun 2019 dan kedua di Depok Fantasy Waterpark awal Februari 2020 lalu. Kedua penampilan Power Trip ini sangat mengagumkan dan memberikan kesan positif bagi pengunjung. Hal ini tentu saja meninggalkan memori yang sulit dilupakan.Sosok fontman mereka, Riley Gale yang komunikatif dan sangat bersahaja akan menjadi kenangan tersendiri untuk pada penggemar musik rock di seluruh dunia.

Kabar terbaru dari power trip pasca kepergian Riley Gale yaitu album terakhir Power Trip Nightmare Logic (2007) menduduki posisi pertama di Chart Apple Music. Semetara dalam kategori metal, Nightmare Logic menduduki posisi pertama disusul oleh album mereka Decimation Manifest yang ada di posisi kedua. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan bai Power Trip sekaligus persembahan terakhir untuk mendiang Riley Gale. 

Sebuah project Power Trip yaitu album terbaru mereka yang mendekam di studio awal tahun harus tertunda. Belum dikonfirmasi seberapa jauh band tersebut dalam proses kerjanya. Hingga ada 2018 Power Trip merilis single independen berjudul ‘Hornet’s Nest’.

0 COMMENTS