Album Review: Queens of the Stone Age - Villains

  • By: OGP
  • Rabu, 6 September 2017
  • 1961 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Matador Records

Nilai: 7.5/10

Josh Homme perlahan mulai menapaki diri sebagai calon penerus tahta agung kerajaan rock n roll. Tahun demi tahun, ia kian matang lewat serentetan proses kreatif bermusik. Tak jarang segelintir orang menjajarkan dirinya bertengger kokoh bersama kesatria-kesatria rock n roll segenerasinya seperti Dave Grohl dan Trent Reznor. Maka tak salah kalau dirinya pun disematkan dengan julukan ‘Elvis Presley dari kegelapan’. Ya, persona yang mulai dibangun Homme akhir-akhir ini mulai kentara dengan kesan sang raja rock n roll tersebut.

Citra bengal, glamor, serta karismatik menjadi satu padu kelengkapan paket yang dimiliki seorang Homme. Antara Homme dan Presley, keduanya hanya terpaut di jalur dimensi yang berbeda. Jika Presley selayaknya turun dari cahaya, maka sebaliknya Homme lahir dari liang kegelapan yang pekat gulita. Homme adalah iblis licik yang coba menyamar menjadi malaikat.

[bacajuga]

Mendengar nama Queens of the Stone Age, tentu seketika terbesit imaji tentang sekomplotan pria-pria bengal nan jahat dari gurun bersenjatakan raungan hard rock menggelegar, muncul dari liang pasir sembari menyamun para pelewat jalan. Dipimpin oleh Homme sebagai komandan di garda terdepan, mereka kemudian membekuk para tawanan itu sambil menggaungkan irama blues metal secara kejam. Tak lama para tawanan malang itu pun seakan terhipnotis oleh sekelebat musik yang dimainkan sembari mengangguk-anggukan kepala ria dan seraya tak lupa mengepalkan gestur tangan ala devil horn tanda menikmati hentakan sang perampok ulung.

Kini kampiun hard rock itu kembali menebar jala di belantara industri musik. Mereka dengan sigap melayangkan umpan bertitel Villains di gurun tandus bernama desert rock, zona habitat mereka. Tanpa basa-basi repertoar dibuka oleh dengungan track “Feet Don’t Fail Me” yang menggema catchy. Perkenalan intro panjang itu pun sukses dijejali dengan riff  khas glam mumpuni. Track pembuka ini mengingatkan kembali era glam rock yang sempat diusung oleh sang inisiator David Bowie.

Maju ke track lainnya terdapat nomor groovy khas. “The Way You Used to Do” seolah mengajak para pendengar untuk turun langsung ikut berdansa di tengah-tengah terjangan hard rock milik mereka. Di lagu ini pula, Homme membuktikan kapasitasnya sebagai musisi dengan sepenuhnya berlagak angkuh seperti halnya Elvis Presley di hadapan khalayak. Berkat campur tangan Mark Ronson, sang produser, opus Villains disulap menjadi sebuah album hard rock/stoner bernuansa groovy khas bluesy ala Motown yang padat. Sentuhan danceable dari Homme, cukup membahana dengan iringan nada lembut dan kasar dari vokalnya langsung.

Sementara itu, di nomor “The Evil Has Landed” dengan sigap Homme menampar alunan blues berbahaya yang terdengar manis sekaligus gelap. Seiring berjalannya lagu, ia konstan memainkan lagu di mid-tempo, namun mendadak berubah penuh kejutan ketika mencapai titik outro lagu. Raungan gitar Homme meledak klimaks berpindah kasar ke dentuman psikedelik yang jahat. Alhasil lagu ini terdengar seperti bebunyian rock n’ roll primitif nan menggoda.

Merangkak maju perlahan, terdapat beberapa track-track padat menarik lainnya. Sebut saja “Head Like a Haunted House”, “Un-Reborn Again” hingga “Domesticated Animals”. Ketiga lagu tersebut mampu memainkan perannya masing-masing di kedalaman repertoar yang tersaji. Riff tegas dengan kesan angkuh dibalut sesempurna mungkin oleh Homme dkk.  

Secara keseluruhan, Villains merupakan karya QOTSA yang paling groovy serta layak konsumsi untuk telinga para awam. Homme dkk patut berterima kasih kepada sosok Mark Ronson. Berkat tangan dinginnya, Ronson mampu mengubah musik heavy nan liar menjadi suguhan boogie bagi penikmatnya. Pemilihan Ronson sebagai produser bukanlah perkara sembarang. Homme sendiri pernah mengakui bahwa ia terinspirasi dari lagu hits milik Ronson bersama Bruno Mars berjudul “Uptown Funk”. Di nomor populer tersebut, turut diramu baik oleh Ronson selaku produser sekaligus musisi. Homme menyatakan ia ingin mendapatkan ‘sentuhan baru’ di opus Villains. Voila! Homme pun berhasil membuktikannya.

0 COMMENTS

Info Terkait