All Time Low Resmi Merilis Single Perdana di Tahun 2021

All Time Low Resmi Merilis Single Perdana di Tahun 2021

  • By:
  • Kamis, 15 April 2021
  • 54 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah sebelumnya kembali dengan kabar perilisan novel grafisnya, kini All Time Low akhirnya merilis sebuah karya yang lekat dengan identitasnya sebagai kelompok musisi. Pada tanggal 24 Maret lalu All Time Low resmi merilis sebuah single baru berjudul Once In A Lifetime, setelah sebelumnya rencana perilisannya diumumkan oleh sang vokalis, Alex Gaskarth melalui akun Twitter pribadinya. Single Once In A Lifetime ini merupakan lagu pertama yang dirilis oleh All Time Low untuk tahun 2021.

Alex Gaskarth selaku frontman dan vokalis All Time Low menjelaskan bahwa single Once In A Lifetime ini merupakan karya yang didasari oleh sudut pandang reflektif tentang mengatasi rasa kehilangan. Lirik yang ditulis oleh All Time Low mencoba untuk menceritakan tentang kehilangan yang jadi motivasi atau landasan dalam menjalani kehidupan yang terus-menerus menimpa seseorang. Alex Gaskarth juga menjelaskan bahwa perkembangan realita yang cukup terus mengkhawatirkan kondisinya menjadi landasan bagi dirinya bersama All Time Low untuk serius menggarap lagu Once In A Lifetime ini. 

Alex Gaskarth juga menyatakan bahwa lagu Once In A Lifetime ini merupakan sebuah respon bagi All Time Low dalam menyesuaikan bentuk kehidupan sosial yang baru. Secara garis besar All Time Low menginginkan untuk menghadirkan sebuah sentimen atau perasaan yang nyata dialami oleh seluruh personel band pop punk asal Amerika Serikat ini. Lagu ini jadi bentuk acuan bagi All Time Low bahwa saat permasalahan di dunia ini selesai, kehidupan akan terus berlanjut dan Once In A Lifetime bisa jadi pengingat yang baik untuk menjalani kehidupan dengan sudut pandang yang lebih preventif.

Hadirnya Once In A Lifetime juga jadi momen untuk merayakan kerja sama yang kembali terulang antara All Time Low dengan kehadiran Zakk Cervini dan Andrew Goldstein yang berperan sebagai produser. Ketiganya saling memiliki hubungan yang baik secara profesional. Pasalnya, Zakk Cervini dan Andrew Goldstein juga sempat mengemban tugas sebagai produser dalam penggarapan album ke delapan All Time Low, berjudul Wake Up Sunshine di tahun 2020 lalu. Alex Gaskarth juga mengakui bahwa Once In A Lifetime terasa memiliki semangat yang identik dengan lagu All Time Low dari album sebelumnya berjudul Monsters. Semangat tersebut dipupuk oleh All Time Low untuk menghadirkan progresi yang lebih baik dari arahan kreatif dalam hal bermusik yang dipegang oleh All Time Low. 

Meskipun sudah menyatakan terkait harapan dalam aspek bermusiknya, All Time Low masih belum mengumumkan apakah mereka akan merilis mini album atau album penuh untuk melengkapi konteks cerita yang diangkat dari single Once In A Lifetime. Namun, All Time Low sudah mengumumkan kepastian bahwa mereka akan mulai kembali menjalankan tur konser di tahun 2021 ini. Rencananya All Time Low akan menjalankan tur konser di Inggris Raya bulan September mendatang yang akan terselenggara di London, Manchester, serta Glasgow sembari menunggu rilisnya novel grafis perdana berjudul Young Renegades.

Young Renegades merupakan karya pertama dari All Time Low yang hadir dalam bentuk literatur. Dalam penggarapannya, All Time Low bekerja sama dengan Tres Dean, seorang penulis untuk Z2 Comics, Robert Wilson IV salah satu kreator Heartthrob, serta Megan Huang yang merupakan seorang ilustrator. Kabar pertama kali terkait novel grafis All Time Low ini diungkapkan melalui akun Twitter resmi milik band asal Amerika Serikat tersebut. Dalam cuitannya, dijelaskan bahwa selain novel grafis, para penggemar All Time Low bisa mendapatkan memorabilia lainnya dalam bentuk piringan hitam eksklusif serta poster-poster yang dicetak secara terbatas. 

All Time Low melalui Alex Gaskarth mengakui bahwa konsep rencana untuk membuat novel grafis hadir ketika mereka sedang menggarap album Last Young Renegade di tahun 2017. Kala itu All Time Low menginginkan album Last Young Renegade menjadi sebuah entitas baru di dalam karier mereka baru dan tidak ingin mengasosiasikan album tersebut dengan karya-karya All Time Low sebelumnya. Alex Gaskarth pun sempat mengungkapkan bahwa saat proses penggarapan albumnya, seluruh anggota All Time Low berembuk untuk menghadirkan konsep visual dan universe sendiri dari album ketujuh tersebut. Berkat dasar konsep yang sudah lahir sejak tahun 2017, All Time Low mengakui bahwa proses pembuatan novel grafis Young Renegades menjadi terkesan lebih mudah untuk dijalani. Secara mendalam, All Time Low telah lebih dulu memiliki gambaran konsep tentang kehidupan dan dunia yang ingin dibangun melalui novel grafis tersebut. Sehingga, kolaborator pun dapat menghadirkan dinamika yang lebih jelas dari visual yang ditawarkan. 

Alex Gaskarth juga sempat mengungkapkan bahwa bekerja dengan sosok profesional di bidang komik dan novel grafis merupakan pengalaman yang menyenangkan. Pengalaman tersebut juga membantu All Time Low untuk mendapatkan sumber inspirasi yang beragam dan mengasah talenta kreatif yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Sinopsis dari novel grafis Young Renegades ini menceritakan tentang kedua teman sekolah yang terpisah selama 10 tahun dan kembali bertemu di sebuah konser rahasia milik All Time Low. Pertemuan tersebut membawa aspek nostalgia sekaligus juga membuat kedua karakter yang ada di Young Renegades memahami tentang betapa indahnya musik yang mereka sukai. Cerita tersebut juga cukup menawarkan elemen nostalgia bagi All Time Low, karena masa-masa remaja dan masa sekolah merupakan sebuah masa yang tepat untuk mengeksplorasi kegemaran atau hobi, begitu juga yang dilakukan oleh seluruh anggota All Time Low demi membentuk band di tahun 2003.

Image courtesy of Maj.l / Shutterstock

0 COMMENTS