All Time Low Rilis Komik Berjudul “Young Renegades”

All Time Low Rilis Komik Berjudul “Young Renegades”

  • By:
  • Senin, 15 February 2021
  • 262 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sempat jadi salah satu penggiat skena dan salah satu pihak yang ikut serta mempopulerkan pop punk di pertengahan tahun 2000-an, All Time Low kini mulai mencoba peruntungan di luar musik. Meskipun tidak 100 persen keluar dari jalur musiknya. Di tahun 2021 ini All Time Low merilis sebuah novel grafis atau komik berjudul Young Renegades. Inspirasi untuk komik atau novel grafis milik All Time Low ini diambil dari album All Time Low yang rilis di tahun 2017 berjudul Last Young Renegade.

Kabar terkait novel grafis milik All Time Low ini pertama kali mereka informasikan melalui sebuah cuitan di Twitter pada akhir Januari lalu. Dalam cuitan tersebut, All Time Low menginformasikan bahwa mereka telah membuka sesi pre order untuk novel grafis Young Renegades beserta piringan hitam dalam edisi terbatas serta ragam merchandise eksklusif lainnya kepada para penggemarnya. Komik atau grafis novel ini merupakan rilisan pertama All Time Low dalam ranah literatur.

Dalam menggarap komik Young Renegades, All Time Low bekerja sama dengan beberapa nama veteran di dunia komik, di antaranya adalah Tres Dean, seorang penulis untuk Z2 Comics, Robert Wilson IV salah satu kreator Heartthrob, serta orang ilustrator, Megan Huang. Alex Gaskarth, frontman untuk All Time Low mengungkapkan bahwa saat dirinya dan rekan-rekannya menggarap album Last Young Renegade, mereka sepakat untuk membuat album tersebut berbeda. All Time Low menginginkan jika album Last Young Renegade merupakan sebuah hal baru dan tidak ingin diasosiasikan dengan karya-karya All Time Low sebelumnya. Bahkan sang frontman pun mengatakan bahwa All Time Low pun memiliki konsep visual dan universe sendiri untuk album Last Young Renegade yang telah dirilis di tahun 2017 tersebut. 

Berasal dari konsep universe yang telah dibangun melalui album Last Young Renegade, pembuatan komik Young Renegades menjadi terkesan lebih mudah menurut All Time Low. Kemudahan tersebut hadir karena All Time Low Lebih dulu memiliki gambaran konsep dari kehidupan dan dunia yang ingin dibangun melalui novel grafis tersebut. Selain itu, All Time Low juga jadi punya medium baru untuk menceritakan tentang dunia yang mereka konsepkan lebih mendalam. All Time Low juga mencoba untuk membangun mitos melalui ide-ide yang lebih dulu tertuang dalam karya mereka di Last Young Renegade

Alex Gaskarth juga mengungkapkan bahwa bekerja dengan mereka yang lebih profesional di bidang komik dan novel grafis merupakan pengalaman yang menyenangkan. Hal tersebut juga membantu All Time Low untuk dapat terinspirasi dan mengasah talenta kreatif yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Sinopsis dari novel grafis Young Renegades ini menceritakan tentang kedua teman sekolah yang terpisah selama 10 tahun dan kembali bertemu di sebuah konser rahasia milik All Time Low. Pertemuan tersebut membawa aspek nostalgia sekaligus juga membuat kedua karakter yang ada di Young Renegades memahami tentang betapa indahnya musik yang mereka sukai. 

Masa-masa remaja dan masa sekolah merupakan sebuah ide atau konsep yang lekat dengan All Time Low. Pasalnya, band pop punk asal Amerika Serikat ini pertama kali dibentuk di tahun 2003, ketika seluruh anggotanya masih duduk di bangku sekolah menengah ke atas. Di masa awal kariernya, All Time Low sering kali tampil di atas panggung sambil membawakan lagu-lagu dari Blink 182 dan band-band genre pop punk lainnya. Serius bermusik, di akhir tahun 2003 All Time Low berhasil merilis sebuah EP berisi empat lagu dan dilanjutkan dengan EP kedua berjudul The Three Words to Remember in Dealing with the End EP setelah mereka bergabung dengan label rekaman Emerald Moon Records di tahun 2004. Di tahun 2005 sebelum berpisah dengan Emerald Moon Records, All Time Low pun sempat merilis album perdana mereka berjudul The Party Scene.

Setelah keluar dari Emerald Moon Records, nama All Time Low semakin populer di kalangan skena lokal. Bahkan banyak label rekaman independen yang ingin mengajak All Time Low untuk bergabung. Di tahun 2006 akhirnya All Time Low bergabung dengan Hopeless Records menjelang kelulusan mereka. Seusai lulus dari bangku sekolah, All Time Low pun kembali merilis EP di bawah Hopeless Records, berjudul Put Up or Shut Up dan mulai menggelar tur konser sebagai materi promosi dari EP tersebut. Di sela-sela tur tersebut juga diketahui bahwa All Time Low sedang menulis materi untuk album kedua mereka. 

Di tahun 2007, seusai merampungkan tur EP mereka, All Time Low mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung Vans Warped Tour. selanjutnya, mereka juga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tampil di Inggris secara live pertama kalinya sebagai supporting act untuk Plain White T's. Di tahun yang sama, akhirnya All Time Low merilis album kedua mereka, So Wrong, It’s Right. Salah satu single dari album tersebut, Dear Maria, Count Me In berhasil membawa nama All Time Low dikenal secara mainstream. Single tersebut merupakan pencapaian perdana dari All Time Low di ranah mainstream dan mendapatkan tempat di chart Billboard Pop 100. Berawal dari situ juga, akhirnya All Time Low berhasil mendapatkan kesempatan untuk tampil di MTV untuk acara TRL yang kala itu memiliki rating yang tinggi. MTV cukup membantu meningkatkan popularitas All Time Low. Pasalnya, All Time Low pun juga sempat masuk ke beberapa program yang disiarkan MTV, seperti Discover and Download, Big Ten, dan MTV Hits.

Image courtesy of Maj.l / Shutterstock

0 COMMENTS