Anna McClellan Bicara Tentang Hubungan Manusia dan Puisi di Album Ketiga

Anna McClellan Bicara Tentang Hubungan Manusia dan Puisi di Album Ketiga

  • By:
  • Minggu, 28 February 2021
  • 90 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Baru saja merilis album penuh keduanya di tahun 2018, Anna McClellan memilih untuk menutup tahun 2020 dengan merilis album ketiganya. Dirilis melalui Father/Daughter Records, Anna McClellan menamai album barunya ini dengan nama I Saw First Light. I Saw First Light merupakan karya kedua Anna McClellan yang dirilis melalui Father/Daughter Records. 

Melalui album ketiganya, Anna McClellan mencoba untuk mencari korelasi antara hubungan manusia dengan penulisan sebuah musik. Menurut Anna McClellan melalui album barunya, dirinya menemukan bahwa dalam pembuatan sebuah musik, sering kali ditemukan bahwa lagu ditulis untuk seseorang atau menggambarkan tentang sebuah hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Tema bahagia atau kesedihan merupakan tema yang umum dalam sebuah penulisan lagu, tergantung dari perasaan yang dimiliki oleh sang penulis. Dengan mengemukakan soal pandangan personalnya melalui musik, Anna McClellan merasa bahwa hal tersebut merupakan sebuah sisi seni dari karya-karyanya.

Nama I Saw First Light juga diambil dari apa yang ditangkap oleh mata Anna McClellan selama proses pengerjaan album ketiganya ini. Diakui oleh sang musisi folk asal Nebraska, Amerika Serikat ini bahwa dirinya sering kali harus begadang saat mengerjakan album I Saw First Light. Kalimat “first light” sendiri diartikan sebagai sebuah cahaya fajar yang sering Anna McClellan lihat di pagi hari, di sela-sela pengerjaan album ketiganya ini. Selain itu, “first light” juga dianggap Anna McClellan sebagai sebuah kebangkitan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari manusia.

Anna McClellan menganggap bahwa kebangkitan di pagi hari merupakan sebuah arahan yang cocok untuk merepresentasikan album ketiganya yang dirancang untuk jadi sebuah karya personal. Bagi Anna McClellan, kebangkitan yang dialaminya adalah siklus tidur yang dialaminya. Demi bangkit, dirinya harus memulai hari dengan terbangun dari tidurnya dan gambaran untuk memulai semua dari awal meskipun melelahkan dan membosankan adalah yang dirinya coba utarakan melalui album I Saw First Light.

Anna McClellan juga mencoba untuk menembus batasan musik umum melalui album ketiganya ini. Kerap kali sebuah musik dibatasi atau diidentifikasi ke dalam sebuah genre. Namun Anna McClellan mencoba untuk memasukkan segala bentuk genre musik yang tepat untuk mewakili karya-karyanya. Untuk album ketiganya ini, Anna McClellan mencoba untuk memberikan pengalaman musik yang berbeda dengan memasukkan aspek-aspek musikal dari genre rock, folk, musik latin, hingga pop. Anna McClellan juga mengakui bahwa karya yang dirinya buat tidak bisa masuk ke dalam kategori genre musik tertentu. Anna McClellan mengakui mencoba untuk mengikuti sebuah istilah “dichterliebe” dari bahasa Jerman yang berarti mengawinkan puisi dengan musik. 

Untuk waktu pengerjaan albumnya sendiri, materi-materi dasar dari album I Saw First Light telah ditulis oleh Anna McClellan sejak 3 tahun lalu. Tepatnya setelah sang musisi berhasil merilis album keduanya, Yes and No di tahun 2018. Anna McClellan mengundang beberapa temannya yang merupakan kolaborator tetap untuk proyek musiknya ini dalam mengolah materi-materi yang dibuat. Selama 2 minggu, Anna McClellan bersama teman-temannya fokus mengolah materi secara intensif sebelum akhirnya merekam seluruh materi albumnya. Untuk menyelesaikan album I Saw First Light, Anna McClellan dibantu oleh Ryan McKeever yang berperan sebagai salah satu produser dan teknisi untuk proyek musik ini. Bersama Ryan McKeever, Anna McClellan berdua merekam kebutuhan instrumen, seperti drum, bass, keyboard, serta gitar untuk album I Saw First Light. Selanjutnya Anna McClellan juga mengajak Megan Siebe untuk mengisi strings section pada album ini.

0 COMMENTS