Arctic Monkeys, Coldplay, hingga The Clash Sumbang Vinyl Langka untuk Amal

Arctic Monkeys, Coldplay, hingga The Clash Sumbang Vinyl Langka untuk Amal

  • By:
  • Minggu, 25 April 2021
  • 121 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Aksi terpuji dilakukan oleh beberapa band kenamaan dunia macam Arctic Monkeys, Coldplay, Sonic Youth, IDLES, The Who, hingga The Clash. Mereka adalah beberapa musisi yang ikut menyumbang vinyl langka karya mereka untuk kegiatan pameran amal.

Acara pameran amal ini diadakan oleh Helium London, galeri seni yang berbasis di London Inggris, dengan bantuan Pavement Licker sebagai kurator. Bertajuk Pressing Matters, pameran amal ini akan menampilkan para seniman yang menciptakan karya seni dari vinyl langka hingga peralatan untuk dipresentasikan selama satu bulan dan kemudian dilelang.

Pameran ini akan diadakan di 5 Carlos Place di London, markas besar MATCHESFASHION, dari 4-29 Mei 2021. Kemudian dari tanggal 24-29 Mei, karya-karya tersebut akan dilelang di laman Helium London. Semua hasil lelang ini akan disumbangkan ke lembaga amal Music Support, yang memberikan dukungan kesehatan mental kepada para pekerja industri musik.

Berbicara tentang acara tersebut, pendiri sekaligus CEO Helium London Jennifer McCormick berkata: “Menjelajahi dunia dalam pemulihan bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan luar biasa dengan rasa takut dihakimi sehingga banyak orang yang melindungi ketenangan mereka dari pengetahuan umum."

"Pameran ini menjadi sebuah cara untuk bertemu paling indah dari kehidupan pribadi dan pekerjaan saya untuk memberi dukungan kepada Support Music. Pameran ini menyatukan bakat fenomenal dan menjalin hubungan kreatif baru yang semuanya bersatu dalam meruntuhkan penghalang seputar kecanduan dan kesehatan mental," jelasnya.

Selain itu, pameran amal ini bertujuan untuk mendukung rekan-rekan sesama musisi yang mungkin mengalami kesulitan, bahkan lebih dari sebelumnya, karena dampak pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung membikin industri musik terdampak.

Baca juga: Manajer Arctic Monkeys Ungkap Kabar Terkait Warna Musik Baru dari Alex Turner dan Kawan-kawan

Salah satu pendiri Music Support, Matt Thomas, berkata: Kata-kata tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada semua orang yang telah datang bersama dan menyumbangkan vinil atau waktu untuk proyek luar biasa ini yang akan memungkinkan kami untuk menjangkau dan melayani lebih banyak orang di saat ini sangat sulit bagi industri musik."

"Support Music didirikan untuk memberikan dampak langsung yang positif dan 5 tahun kemudian kami terus memberikan layanan yang relevan, kepada lebih banyak orang, di seluruh bagian industri musik yang lebih luas, dari sebelumnya. Ini sangat pas untuk perayaan ulang tahun ke-5. Terima kasih," ujarnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Helium London (@helium_london)

Menilik daftar musisi yang menyumbangkan karya-karya langkanya, ada pula nama-nama musisi besar lainnya ikut ambil bagian seperti Yungblud, Sleaford Mods, Charli XCX, The Rolling Stone, hingga Slowthai. Selain band-band yang berasal dari Inggris, ada pula unit veteran punk asal California Amerika Serikat, Blink-182, yang ikut andil dalam acara ini.

Adapun, di tahun 2020 lalu Arctic Monkeys merilis album live bertajuk Live at the Royal Albert Hall pada 4 Desember 2020. Album live ini diambil dari rekaman aksi panggung mereka saat tampil di Tranquility Base Hotel & Casino Tour di Royal Albert Hall pada 2018.

Sama seperti keuntungan yang didapatkan dari hasil konser saat itu, Arctic Monkeys juga menyumbangkan semua keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan album live tersebut kepada sebuah lembaga non-profit bernama War Child.

“Pada 7 Juni 2018 kami memainkan pertunjukan khusus di London's Royal Albert Hall. Semua hasil dari malam itu disumbangkan ke War Child untuk mendukung pekerjaan penting yang mereka lakukan melindungi, mendidik & merehabilitasi anak-anak yang mengalami trauma konflik dan kengerian akibat perang,” tulis Arctic Monkeys di Twitter.

"Situasi yang buruk di tahun 2018 sekarang sangat menyedihkan dan anak-anak itu serta keluarga mereka membutuhkan bantuan kami lebih dari sebelumnya. Untuk memungkinkan War Child mengurangi defisit pendanaan dan melanjutkan pekerjaan berharga mereka, kami merilis album live, yang direkam pada malam itu. Semua hasil penjualan akan langsung disumbangkan kepada mereka," lanjut Arctic Monkeys.

Selain album live dan kegiatan amal ini, Arctic Monkeys sempat mempersiapkan musik baru untuk proyek yang sedang mereka garap. Namun proses tersebut terpaksa harus berhenti akibat adanya protokol kesehatan COVID-19 yang mengharuskan mereka membatasi kegiatan bersama-sama.

Kabar tersebut baru saja diungkap oleh manajer dari Arctic Monkeys, Ian McAndrew pada bulan Desember lalu. Di sebuah wawancara oleh media musik internasional Ian McAndrew menjelaskan tentang rencana-rencana yang tengah dipersiapkan oleh Arctic Monkeys.

Menurut sang manajer, Arctic Monkeys sedang memfokuskan diri mereka untuk mempersiapkan sebuah warna musik baru yang sesuai untuk mewakili tahun 2021 setelah kurang lebih satu tahun lamanya dunia dibelenggu oleh ketakutan atas virus corona.

Jika sesuai rencana, tahun 2021 Arctic Monkeys akan merilis sebuah karya baru setelah terakhir kali mereka merilis album Tranquility Base Hotel & Casino di tahun 2018. Terkait album terakhir Arctic Monkeys yang dirilis pada tahun 2018 silam tersebut sempat tersiar kabar bahwa materi yang digarap untuk album tersebut awalnya ditulis untuk album solo sang frontman, Alex Turner. Kabar tersebut benar adanya, karena secara keseluruhan album ini memang ditulis oleh Alex Turner tanpa ada ikut campur dari anggota Arctic Monkeys lainnya.

Bahkan sang gitaris di dalam tubuh Arctic Monkeys, James Cook, merupakan seseorang yang awalnya mengusulkan hal tersebut, namun akhirnya menarik kembali usulnya dan mulai mengisi permainan gitar untuk melengkapi materi album Tranquility Base Hotel & Casino.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS