Ash-Shur Representasikan Kekacauan 2020 Melalui “Beware of Cosma”

Ash-Shur Representasikan Kekacauan 2020 Melalui “Beware of Cosma”

  • By:
  • Minggu, 31 January 2021
  • 329 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Meskipun dunia memiliki pergerakan yang melambat di tahun 2020, tidak berarti memupus semangat para penggiat musik, terutama di Tanah Air. Ash-Shur merupakan salah satu band Indonesia yang tetap semangat berkarya di tengah masa pandemi Covid-19 yang melanda di tahun 2020. Dalam merespon kondisi dunia di tengah pandemi, Ash-Shur merilis album debutnya pada akhir Desember lalu bertajuk Beware of Cosma. Album debut dari Ash-Shur ini berisikan 8 lagu dan sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming musik. 

Ash-Shur merupakan sebuah band asal Bandung yang mengusung gypsy rock. Genre tersebut memang bukanlah sebuah genre yang asing dalam sejarah musik Indonesia. Namun, kehadiran Ash-Shur seakan membangunkan kembali genre yang telah lama tertidur tersebut. Sebelum kembali dipopulerkan oleh Ash-Shur, musik bergenre gypsy rock sempat populer di Indonesia pada era 1970-an. 

Ash-shur terbentuk di tahun 2016 di Bandung dengan beranggotakan Andi William (gitar, vokal), Galih Dwi Rizki (gitar), Daniel Pratama (bass), dan Gifran Aria (drum). Melalui musiknya, Ash-Shur mencoba untuk mengutarakan tentang keresahan dan rasa bahagia yang mereka rasakan selama di perjalanan hidupnya. Untuk album Beware of Cosma, Ash-Shur menganggapnya sebagai sebuah representasi fase hidup yang diolah ke dalam sebuah nada. Representasi hidup jadi tema utama dari Ash-Shur dalam menggarap materi untuk album debutnya ini.

Menurut Ash-Shur, di dalam sebuah kehidupan ada fase yang membuat kabur batasan antara baik dan buruk, kanan atau kiri. Melalui Beware of Cosma, Ash-Shur mencoba untuk mengutarakan kekhawatiran tersebut serta jadi sebuah penanda bagi diri mereka masing-masing serta penggemarnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalani hidup. Kewaspadaan itu perlu hadir karena mengingat alam semesta bekerja secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi arahnya mau ke mana. Maka, Ash-Shur merancang Beware of Cosma sebagai sebuah batas terakhir di antara fase yang kabur tersebut.

Ash-Shur sendiri telah menulis materi untuk album debutnya ini sejak tahun 2017. Satu tahun setelah band gypsy rock asal Bandung itu terbentuk. Namun proses penggarapan materi tersebut harus terkendala karena aktivitas dan kesibukan dari setiap anggota di dalam tubuh Ash-Shur. Hingga akhirnya, seluruh materi yang tersaji di Beware of Cosma ini baru bisa dirampungkan di tahun 2020. Tema utama dari Beware of Cosma yang dekat dengan kekhawatiran dan rasa waspada ini jadi sebuah hal yang sesuai untuk merepresentasikan tahun 2020 menurut pandangan mereka. 

Dalam proses produksinya, Ash-Shur juga berkolaborasi dengan Wangi Gitaswara untuk mengisi vokal dalam beberapa lagu. Ash-Shur juga mengundang Rezki Delian untuk ikut serta berkolaborasi dalam mengisi bagian perkusi pada beberapa lagu di album Beware of Cosma. Melalui kolaborasi tersebut, Ash-Shur juga bisa merepresentasikan rasa ketakutan dan kesenangan lebih luas karena hadirnya pihak-pihak yang berada di luar unit gypsy rock tersebut. Untuk visual yang terpampang sebagai artwork sampul albumnya sendiri, Ash-Shur juga memberi gambaran yang sesuai dengan tema utama dari album debutnya ini.

Ash-Shur juga menginformasikan, bahwa album Beware of Cosma ini juga tersedia dalam format kaset dan CD. Rilisan fisik dari album debut Ash-Shur ini dijual dalam versi bundling maupun terpisah. Sebelum merilis album debut, Ash-Shur sempat merilis single debutnya secara luas pada Maret 2020. Single perdana dari Ash-Shur yang bisa dinikmati oleh para penikmat musik ini hadir dengan judul I See The Tree.

0 COMMENTS