At The Gates Rilis Single Baru ‘The Paradox’ Buat Album Ketujuh

At The Gates Rilis Single Baru ‘The Paradox’ Buat Album Ketujuh

  • By:
  • Senin, 28 June 2021
  • 47 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam rangka menuju album barunya, At The Gates terus melanjutkan perilisan single secara berkala. Unit death metal asal Swedia tersebut baru saja merilis single baru yang akan masuk ke dalam album barunya nanti bertajuk The Nightmares of Being.

Pertama kali At The Gates mengumumkan hadirnya album baru mereka ini pada awal April lalu. Kini At The Gates meluncurkan lagu baru yang akan masuk ke album ini berjudul The Paradox. Lagu ini sama-sama bernuansa gelap seperti single pertama yang dirilis At The Gates berjudul Spectre of Extinction.

Menilik dua single teraktual mereka, terlihat jelas bahwa At The Gates sedang membawa nuansa musik berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya. Di dua single baru itu pula, At The Gates terlihat memasukkan unsur paduan suara (choirs) sebagai bentuk hal baru dari musik mereka.

Baca juga: At The Gates Pastikan Album Baru Terasa Lebih Imersif

"Kemanusiaan adalah paradoks terbesar. Kita sebagai manusia selalu menginginkan pembenaran untuk hal-hal besar: kematian, makna hidup, dll. Pengetahuan kita tentang makhluk fana membuat kita menjauh dari manusia, karenanya paradoks. Kami menciptakan mekanisme pertahanan untuk melindungi kami dari pemikiran tentang kematian, agama, isme yang berbeda, dll," kata vokalis At The Gates, Tomas Lindberg.

"Ini pertama kalinya produser kami Jens Bogren mendengar lagu ini, dia berkata, 'Ini monster!' Ini menyentuh beberapa bagian inti dari suara At The Gates, tetapi dibangun lebih jauh, di atas itu, beberapa getaran klasik NWOBHM/Mercyful Fate dimasukkan untuk ukuran yang baik. Ini adalah lagu death metal, tetapi memiliki momen progresifnya. Selamat menikmati," lanjutnya.

At The Gates juga sudah merilis video musik untuk single The Paradox. Sama seperti lagunya, video musik yang digarap At The Gates memiliki kesan yang gelap. Hal ini selaras dengan pernyataan Lindberg yang menyebut bahwa tema keseluruhan dari video musik dan lagu The Paradox adalah soal pesimisme.

"Ini menjadi video musik yang sangat menyenangkan untuk direkam, karena kami mencoba membuat sebagian besar "efek khusus" dengan cara manual dan tidak hanya untuk ditambahkan dalam pengeditan. Oleh karena itu kami cukup kelalahan dan berkeringat karena kamu harus menghancurkan batu bara, tanah, yang memakan waktu lebih dari seminggu. Kami benar-benar menginginkan emosi apokaliptik yang menindas untuk video ini. Dan Patric Ullaeus, sebagai masternya, berhasil mewujudkannya."

Tomas Lindberg juga menjelaskan bahwa album ketujuh At The Gates yang berjudul The Nightmares of Being akan rilis di awal Juli mendatang. Album ketujuh yang akan dirilis oleh At The Gates ini akan menjadi album kedua semenjak kepergian Anders Björler yang hengkang dari pelopor aliran musik Gothenburg death metal ini. 

Anders Björler merupakan salah satu pendiri dan gitaris di dalam tubuh At The Gates yang memutuskan keluar di tahun 2017. Guncangan yang ada di dalam tubuh At The Gates ini sebetulnya bukan sekali ini saja terjadi. Bahkan bisa dianggap layaknya sebuah tradisi yang pasang dan surut. Dimulai di tahun 1996, At The Gates kala itu yang genap berumur 6 tahun harus rela menerima kenyataan bahwa band pelopor death metal di Swedia tersebut harus dibubarkan. 

Hal tersebut lagi-lagi bersinggungan dengan Anders Björler yang kali ini ditemani oleh saudara kandungnya Jonas. Keduanya memutuskan untuk keluar dari At The Gates. Padahal kala itu, band death metal asal Swedia tersebut sedang berada di atas angin berkat suksesnya album ketiga dan keempat mereka, Terminal Spirit Disease serta Slaughter of the Soul yang cukup populer di industri musik mancanegara.

At The Gates juga mendapatkan kesempatan untuk bisa mengadakan tur di Amerika Serikat sekaligus heavy rotation untuk MTV berkat video klip mereka, Blinded By Fear di tahun 1995. Setelah semua urusan tu dan materi promosi yang harus dijalani At The Gates saat itu selesai, Björler bersaudara tersebut memutuskan untuk keluar di tahun 1996 dan para anggota At The Gates lainnya merasa bukan hal yang tepat untuk tetap berkarya tanpa Anders dan Jonas Björler. Sehingga At The Gates resmi bubar.

Lebih dari 10 tahun berlalu, akhirnya At The Gates kembali muncul ke permukaan. Di tahun 2007, At The Gates mengumumkan bahwa mereka tengah mempersiapkan tur konser reuni yang akan diadakan pada pertengahan tahun 2008. Akhirnya konser reuni At The Gates tersebut pun terselenggara di beberapa festival musik dunia, seperti Roskilde Festival, Ruisrock, Wacken Open Air, Graspop Metal Meeting, Sweden Rock Festival, Gods of Metal, Hellfest Summer Open Air, dan Bloodstock Open Air.

At The Gates juga melanjutkan tur reuninya ke Jepang dan berbagi panggung bersama The Dillinger Escape Plan, Into Eternity, Pig Destroyer, dan Mayhem di tahun 2008. At The Gates menutup rangkaian konser reuninya di Yunani pada bulan September 2008 dan anggota yang terlibat kembali untuk menjalani kehidupan masing-masing. Hingga akhirnya di tahun 2014, At The Gates mengumumkan kembalinya mereka ke jagat musik dunia secara serius. Keseriusan tersebut dibuktikan oleh At The Gates yang merilis album berjudul At War with Reality di tahun 2014. 

Kini, di album barunya The Nightmares of Being, At The Gates mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. 

"Tema keseluruhan berkaitan dengan topik pesimisme, dan saya telah menyelam jauh ke dalam para filsuf pesimis," Lindberg, yang kami wawancarai tentang juga menjadi guru sekolah, sebelumnya mengatakan tentang tema yang ada di The Nightmare of Being.

"Mencoba memahami cara memandang dunia ini. Ini bukan album negatif, lebih merupakan pintu gerbang ke ide-ide baru bagi saya pribadi, mencoba perspektif yang berbeda. Anda bisa menyebut album ini sebagai pengantar pesimisme sebagai sebuah konsep, saya kira. Ini adalah album yang sangat gelap, tapi tidak negatif," lanjutnya.

 

Image source: Instagram/At The Gates

0 COMMENTS