Bagaimana Hologram Sukses Bangkitkan Kembali Musisi Legendaris

  • By: NTP
  • Kamis, 1 February 2018
  • 2041 Views
  • 5 Likes
  • 1 Shares

Pada gelaran Coachella 2012, muncul seorang figur yang telah meninggal selama hampir dua dekade. Bersama Snoop Dogg, Tupac Amaru Shakur (Lesane Parish Crooks) tampil membawakan Hail Mary" dan "2 of Amerikaz Most Wanted." Tupac tampil dalam bentuk non-fisik, ia bukan hantu, tapi sebuah citraan hologram.

Pemanfaatan teknologi lawas yang dieksekusi dengan metode termutakhir kini memungkinkan para musisi legendaris bangkit dari kubur. Studio visual Digital Domain merangkai citraan hologram Tupac selama empat bulan dengan banderol US$400 ribu

Setelah Tupac, nama besar lainnya seperti Elvis Presley, Billie Holiday, Michael Jackson, Ol’ Dirty Bastard (Wu-Tang Clan), Eazy-E (N.W.A), Roy Orbison, dan Ronnie James Dio tampil sebagai citraan berformat hologram. Hologram penyanyi ikonis Whitney Houston dikabarkan tengah dibangun.

Para musisi yang masih hidup seperti M.I.A dan Janelle Monae pun tampil dalam citraan hologram, keduanya tampil di sebuah peluncuran mobil dalam format visual serupa.

Teknologi ini tidak hanya digunakan di dunia hiburan dan industri musik, Perdana Menteri India Narendra Modi juga berkampanye dalam citraan hologram pada pertengahan 2014. Pendiri Wikileaks, Julian Assange menghadiri konferensi Nantucket Project, Massachusests, saat ia tertahan di kedutaan besar Ekuador, London, Inggris untuk menghindari panggilan kepolisian Swedia.

Walau kini popularitas teknologi ini menyurut, penggunaannya sempat dipandang menggiurkan oleh industri teknologi-informasi dan konser. Bagi pihak yang ingin menampilkan hologram musisi legendaris, mereka harus meminta izin dan memenuhi syarat yang diajukan pemegang hak waris.

Sebelum Coachella 2012, Dr. Dre mengajukan izin untuk menggunakan citraannya pada Afeni Shakur, ibunda Tupac. Ia kemudian membayar firma teknologi AV Concepts sebanyak US$400 ribu untuk membangun citraan Tupac dari rekamannya. Mantan senior editor MTV, James Montgomery menyatakan bahwa konser hologram akan menjamur di Las Vegas, jika saja ongkos produksinya semakin terjangkau.

Konser non-penampil fisik dan visual digital sebetulnya bukan metode baru bagi musisi. Memasuki milenium baru, Gorillaz menggunakan metode itu untuk menyembunyikan tampilan fisik para personelnya.

Memasuki dekade 2010, logika dan metode ini ditarik ke titik maksimumnya oleh Hatsune Miku, persona humanoid berbasis perangkat lunak, sekaligus penyanyi dengan koleksi 100 ribu lagu dan jutaan penggemar di seluruh dunia. Menurut penciptanya, CEO Crypton Future Media, Hiroyuki Itoh menganggap sistem open license non-komersial membuat Miku digemari penggunanya karena mereka bisa menyumbang tampilan, suara serta desainnya.

Pada paruh awal dekade 2010, teknologi ini perlahan digunakan pada beberapa acara khusus. Perusahaan pengembang teknologi ini juga mendapat suntikan dana besar. Menurut laporan The Culture Trip, pendiri Hologram USA, Alki David menanam investasi sebesar US$12 juta dengan perusahaan Uwe Mass setelah menonton hologram Tupac di Coachella.

Metode hologram ini sebetulnya berasal dari teknik Pepper’s Ghost (ditemukan oleh John Henry Pepper pada 1862), yaitu proyeksi citra dua dimensi pada sebuah kaca yang memantulkannya ke area tertentu. Teknik ini dikawinkan dengan proyektor termutakhir; tur Eropa Dio diciptakan dengan resolusi 5K (5.000 piksel) dan dipantulkan dalam 4K (4.000 piksel). Kekurangan teknik ini, penonton harus menonton dari sisi depan pantulan karena dibatasi dua dimensi metode.

Metode ini menjadi alternatif bagi industri musik yang kehilangan keutungan dari penjualan album, yang akhirnya ditambal penghasilan konser. Citraan hologram bisa menggenjot penghasilan dari katalog musisi legendaris. Menurut 1834 Magazine, Warner menjual box set diskografi Dio sebagai pernak-pernik tur.

“Kehadiran mereka terasa spesial. Rasanya seperti sihir dan hal ini menginspirasi imajinasi kita. Saat penyanyi dan musisi favorit kita sudah tiada, kita merasa kehilangan mendalam. Kita hidup diiringi musik, di rumah, mobil, atau acara keluarga. Saat diberi kesempatan menonton mereka, untuk yang pertama kali atau kesekian kali, rasanya sangat luar biasa,” ujar David.

Seperti perkembangan teknologi lain, konser hologram juga menembus beberapa batas sosial. Penampilan Tupac di Coachella dianggap mulai menabrak prinsip Uncanny Valley, di mana citraan digital atau robot menjadi mengerikan ketika terlalu mirip dengan manusia. Batas kepantasan seperti membangkitkan almarhum untuk tampil demi keuntungan juga menjadi pertimbangan.

“Butuh waktu sepuluh tahun setelah kematiannya untuk melihat wajahnya di layar LED. Saya harus memasang kacamata kuda agar tidak teringat atas ketidakhadirannya,” ujar personel TLC, T-Boz, saat diwawancara Pitchfork soal gagasan untuk menghidupkan Lisa ’Left-Eye’ Lopes melalui hologram.

Aspek hukum dan hak kekayaan intelektual juga menjadi permasalahan tersendiri. Baru-baru ini anak-anak Roy Orbison menuntut Hologram USA karena menghalangi usaha mereka untuk menjalin kerjasama dengan rekan bisnis baru, serta kegagalan Hologram USA memenuhi kontrak.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Hologram USA meminta izin menggunakan citraan Orbison pada anak-anaknya dengan tenggat waktu penyerahan purwarupa selama sembilan bulan. Akhirnya anak-anak Orbison mengirimkan pemutusan kontrak pada Oktober 2016, lantaran purwarupa tak kunjung datang.

Di akhir 2017, mereka menjalin kerjasama dengan BASE Hologram dan mengumumkan tur hologram Orbison di AS serta Australia. David kemudian mengancam akan menuntut BASE Hologram, dengan menyatakan bahwa kontrak mereka dengan pewaris Orbison masih berlangsung. Kasus ini masih berlangsung di pengadilan kota New York.

Hal paling ironis dari fenomena ini, tentunya ketidakhadiran sang musisi dan penampil untuk mengutarakan pendapat atas penggunaan karyanya.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
426 views
superbuzz
1165 views
supericon
4134 views
superbuzz
1743 views
supernoize
7039 views