Pearl Jam

Bagaimana “Ten” dari Pearl Jam Membawa Grunge Masuk Ke Arus Utama

  • By:
  • Rabu, 21 October 2020
  • 899 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Bukan jadi rahasia lagi, jika Seattle merupakan sebuah kota yang terkenal melahirkan genre musik fenomenal bernama grunge. Kelahiran genre musik grunge tersebut merupakan hasil karya dari kelompok musisi lokal yang akhirnya memiliki pengaruh yang besar terhadap industri musik dunia. Kelompok musik tersebut bernama Nirvana. Namun, Nirvana bukanlah satu-satunya band grunge yang populer dari kota tersebut, di antaranya ada Pearl Jam. Pearl Jam juga merupakan band lokal asal Seattle yang mengusung musik grunge dan memiliki peranan penting dalam mengibarkan bendera genre musik tersebut ke audiens yang lebih luas.

Perjalanan karier musik Pearl Jam dimulai dengan penuh lika-liku. Awalnya, Stone Gossard dan Jeff Ament merupakan anggota band bernama Green River di pertengahan tahun 1980-an. Secara umum, band yang mengusung musik grunge ini bisa dibilang sebagai band yang sukses, karena cukup aktif tampil dari panggung ke panggung. Namun di tahun 1987 band tersebut memutuskan untuk bubar, karena perbedaan visi yang ada di dalam tubuh mereka. Selanjutnya, Stone Gossard dan Jeff Ament melanjutkan perjalanan musik mereka. Kini bersama Andrew Wood, mereka bertiga mendirikan sebuah band bernama Mother Love Bone. Band tersebut cukup meraih kesuksesan, hingga akhirnya di tahun 1989 berhasil menarik perhatian Polygram Records. Bersama label rekaman tersebut, mereka berhasil menelurkan sebuah album di tahun 1990 berjudul Apple. Sayangnya, Andrew Wood meninggal dunia akibat overdosis heroin empat bulan sebelum saat album tersebut rilis.

Kematian Andrew Wood cukup membuat luka yang dalam bagi Stone Gossard dan Jeff Ament, hingga akhirnya mereka memutuskan mengubur band tersebut bersama mendiang Andrew Wood. Stone Gossard bersama Jeff Ament sempat memilih untuk berpisah dan fokus dengan kariernya masing-masing, hingga akhirnya dipertemukan kembali bersama seorang gitaris, Mike McCready. Mereka bertiga mulai merekam demo permainan musik mereka dan berharap segera menemukan drummer dan vokalis untuk mengisi kekosongan di tubuhnya. Mereka bertiga memberikan hasil demo tersebut dan juga ajakan untuk bergabung ke mantan drummer Red Hot Chili Peppers, Jack Irons. Sayangnya, Jack Irons menolak ajakan tersebut namun masih membantu untuk mencarikan vokalis, hingga akhirnya demo tersebut ia kirim ke salah satu temannya, Eddie Vedder di California. Eddie Vedder yang tertarik dengan musik yang ia dengar mulai merekam ulang untuk memasukan vokal dirinya ke dalam demo tersebut untuk dikirim kembali ke Seattle. Stone, Jeff, dan Mike yang terpukau dengan jangkauan vokal Eddie Vedder mulai menghubungi sang vokalis untuk mengajaknya bergabung. Ini lah jadi awal mula perjalanan musik Pearl Jam.

Mengisi posisi drum, akhirnya Pearl Jam merekrut Dave Krusen. Pergerakannya yang cukup aktif, membuat Pearl Jam mendapatkan kesempatan untuk menjadi musisi pembuka dari konser Alice In Chains di Seattle pada akhir tahun 1990. Menghadirkan penampilan yang berkualitas, tidak lama dari konser tersebut, akhirnya Pearl Jam mendapatkan kontrak rekaman bersama Epic Records. Setelah mendapatkan kontrak tersebut, Pearl Jam langsung masuk ke dapur rekaman di tahun 1991 untuk merekam album perdananya yang berjudul Ten. Di tengah-tengah proses rekaman, tampaknya nasib buruk masih menghampiri band asal Seattle ini. Dave Krusen meninggalkan posisinya sebagai penabuh drum di tubuh Pearl Jam karena masuk ke panti rehabilitasi. Posisi tersebut akhirnya digantikan oleh Matt Chamberlain. 

Pada bulan Agustus 1991, Pearl Jam akhirnya resmi merilis album Ten. Berisikan 11 lagu, tema album ini menceritakan tentang permasalahan hidup yang kelam, seperti depresi, kesendirian, pembunuhan dan bunuh diri. Tema tersebut sebenarnya cukup sering diangkat oleh band-band grunge lainnya, namun entah mengapa album ini cukup kurang diminati di pasaran pada masa awal perilisannya. Hingga akhirnya di tahun 1992, barulah album ini memberikan eksposur lebih kepada Pearl Jam. Di tahun tersebut, Pearl Jam berhasil mendapatkan penghargaan Gold dari sisi penjualan dan menduduki posisi dua di tangga album versi Billboard. Kesuksesan album ini lahir berkat single-single yang laku dipasaran, seperti Alive, Even Flow, dan Jeremy. Perihal lagu Alive, Eddie Vedder sempat menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan sebuah bentuk autobiografi tentang dirinya yang selama ini tumbuh bersama seorang ayah tiri yang baru dirinya ketahui setelah dewasa. Selain itu, lagu ini juga menceritakan tentang kekerasan seksual yang dialami oleh Eddie Vedder semasa remaja. 

Kesuksesan album Ten di pasaran, menjadikan Pearl Jam sebagai salah satu band yang berpengaruh untuk membawa grunge ke khalayak luas. Keberhasilan tersebut juga membuat Pearl Jam bersanding dengan kelompok musik grunge lainnya, seperti Nirvana, Alice in Chains, dan Soundgarden, yang sudah lebih dulu menembus pasar musik arus utama di Amerika Serikat. Namun, kesuksesan yang dirasakan oleh Pearl Jam ini membuat panas di atmosfer skena grunge. Kurt Cobain pernah menyatakan jika album Ten dari Pearl Jam ini merupakan bukan karya seni dengan semangat grunge. Kurt merasa elemen gitar yang terlalu penuh layaknya musik-musik rock klasik yang glamor tidak merepresentasikan semangat grunge


Berkat album Ten, Pearl Jam pun berhasil untuk mendapatkan kesempatan bermain musik di acara televisi, Saturday Night Live dan MTV Unplugged. Nama Pearl Jam juga masuk ke dalam daftar musisi yang mengisi festival musik musim panas Lollapalooza di tahun 1992 dan berbagi panggung bersama Red Hot Chili Peppers, Soundgarden, Ministry, dan kelompok musik alternatif yang tenar di zaman tersebut.

0 COMMENTS