Ball Park Music Hampir Tak Rilis Lagu “Cherub” karena Durasi Kepanjangan

Ball Park Music Hampir Tak Rilis Lagu “Cherub” karena Durasi Kepanjangan

  • By:
  • Kamis, 11 February 2021
  • 241 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Band pop rock indie asal Australia, Ball Park Music, meraih sukses besar pada 2020. Kendati tahun itu dipenuhi serangkaian kabar duka akibat pandemi corona, Ball Park Music justru sukses merilis album yang memiliki salah satu single tersukses mereka di tangga lagu.

Dengan mengusung nama band mereka sendiri, Ball Park Music merilis album studio keenam mereka pada 23 Oktober 2020 di bawah naungan label independen Prawn Records dan Inertia Music.

Album ini awalnya berjudul Mostly Sunny, tetapi akhirnya diputuskan untuk mencari judul lain pada April lalu setelah Ball Park Music memutuskan bahwa judul awal tidak sesuai dengan keseluruhan tema album. Dalam sebuah wawancara dengan Triple J, keyboardist Paul Furness menguraikan tentang keputusan untuk mengubah tajuk album.

"Ketidakcocokan itu jelas ada di depan mata kami secara tiba-tiba. Mostly Sunny rasanya cocok karena sejumlah alasan. Kami selalu menyukai judulnya karena memiliki ritme yang mirip dengan Good Mood dan terasa seperti kelanjutan," kata Paul.

"Setelah kami menyelesaikan album ini, kami menyadari, album ini sebenarnya bukan kelanjutan dari Good Mood. Itu adalah urusannya sendiri dengan palet emosional yang berbeda," jelasnya.

Pada saat diumumkan dengan nama Mostly Sunny, Ball Park Music sebetulnya juga sudah merilis single perdana dari album ini berjudul Spark Up! pada Maret 2020. Sang penulis lagu sekaligus vokalis Ball Park Music, Sam Cromack, menyebut lagu ini terinspirasi dari pertunjukan yang pernah dilakukan bandnya.

"Itu adalah pertunjukan King Gizz di Brisbane Australia, sangat liar," kata si vokalis Ball Park Music kepada Sally dan Erica di acara triple j Breakfast.

"Saya pergi dengan perasaan sangat baik dan melihat semua orang di atas bahu menjadi gila. Itu di luar kendali, keamanan menyerah begitu saja. Saya memiliki banyak perasaan yang berbeda tentang banyak hal yang berbeda dan ingin memiliki lagu ini yang sedikit marah, semacam 'lepaskan, ikuti saja, libatkan hidup Anda!," tuturnya.

Setelah merilis Spark Up!, Ball Park Music kemudian melepas single kedua dari album keenam mereka berjudul Day & Age pada Juni 2020. Kembali mendapat sambutan hangat, Ball Park Music melanjutkan perilisan single ketiga dengan judul Cherub pada 28 Agustus tahun lalu.

Nah, ada cerita menarik untuk single ketiga ini. Ball Park Music mengaku bahwa mereka sempat ragu untuk merilis single Cherub. Bahkan, menurut Sam Cromack single tersebut hampir tidak akan pernah dirilis oleh Ball Park Music karena berbagai pertimbangan.

Pertimbangan terbesar dari Ball Park Music adalah durasi lagu Cherub sendiri yang dianggap terlalu panjang. Jika dirinci, Cherub memang punya durasi paling panjang di antara 11 lagu yang ada di album keenam ini dengan durasi total 5 menit 28 detik. Sementara dua lagu awal yang dirilis, yaitu Spark Up! berdurasi 4 menit 19 detik dan Day & Age sepanjang 3 menit 50 detik.

Para personel Ball Park Music khawatir jika lagu Cherub dengan durasi lebih dari 5 menit tidak akan laku di pasaran, khususnya bagi radio-radio.

“Bahkan untuk merilis single 'Cherub', terutama karena panjangnya, kami berunding secara besar-besaran, memikirkan [bagaimana] lagu-lagu sepanjang itu bisa beredar di radio dan apa yang tidak,” kata Sam Cromack dilansir NME.

“Semua hal membosankan itu harus dipertimbangkan, tapi begitulah adanya. Kemungkinan besar kami tidak akan pernah merilis lagu ini, meskipun kami menyukainya. Kurasa itulah yang membuatnya tidak bisa dipercaya - perasaan dan tanggapan yang kami dapatkan dari orang-orang tersayang yang hanya mengatakan, 'lagu itu spesial!," lanjutnya.

Apa yang dikhawatirkan oleh Ball Park Music memang tidak terbukti. Justru sebaliknya, single Cherub yang punya durasi paling lama itu, menjadi single Ball Park Music paling sukses dengan menempati posisi keempat di Triple J Hottest 100 2020.

Triple J sendiri merupakan radio milik pemerintah Australia yang sudah mengudara sejak 1975. Triple J merupakan divisi dari perusahaan penyiaran Australia, ABC (Australian Broadcasting Corporation). Oleh karena itu menempati posisi keempat di Triple J Hottest 100 2020 adalah prestasi membanggakan bagi band indie macam Ball Park Music.

“Meskipun kami menyukai lagunya, saya rasa kami tidak memiliki aspirasi yang tinggi untuk itu… Jika ada, itu benar-benar pengingat yang luar biasa tentang apa sebenarnya pembuatan musik, dan Anda harus melakukan apa yang benar untuk Anda," jelas Sam tentang tanggapan terhadap keraguan akan single Cherub.

Secara keseluruhan, album Ball Park Music sendiri mendapat respons yang juga positif. Album ini debut di posisi kedua pada ARIA (Australian Recording Industry Association) Albums Charts. Posisi ini menyamai album ketiga Ball Park Music, Puddinghead, pada 2014 silam.

0 COMMENTS