Band Everlook Merilis Album Debut Bertajuk ‘Story’

Band Everlook Merilis Album Debut Bertajuk ‘Story’

  • By:
  • Selasa, 18 May 2021
  • 181 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Musisi-musisi Indonesia terus menunjukkan bahwa mereka bisa tetap berkarya meski dihadang pandemi COVID-19 yang tak juga rampung, salah satunya dilakukan oleh band folk-rock indie asal Jakarta, Everlook.

Di tengah situasi pandemi, Everlook resmi merilis album debut bertajuk Story pada Maret 2021. Album pertama Everlook ini dilepas di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, dan lainnya.

Berisikan 12 nomor dengan nuansa folk-rock, Everlook berusaha menampilkan dua sisi realita kehidupan manusia di album Story, yaitu sisi baik yang penuh dengan warna, kebahagiaan, juga suka cita. Sementara sisi lain menggambarkan kehidupan gelap yang dipenuhi rasa hampa dan putus asa.

Sang vokalis Everlook, Erka, menambahkan bahwa album ini menggambarkan situasi kehidupan yang sulit di masa pandemi COVID-19.

"Jadi ini penggambaran dua sisi kehidupan yang kontradiktif dari album pertama kami (Story) bertujuan untuk mempersembahkan beragam kisah dari berbagai situasi senang dan sulit terutama di masa pandemi seperti ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan gitaris Everlook, Danau Antariksa. Situasi sulit beberapa waktu ke belakang membuat ruang gerak terbatas. “Situasi saat ini memang sulit, bahkan untuk tahu bagaimana kabar orang terdekat kita hanya bisa berbicara melalui telepon atau chatting," ujarnya.

"Di acara seperti perkawinan atau pergaulan yang biasanya dipenuhi dengan kebahagiaan dan cinta pun masih ada sisi sulit dan gelapnya, dibatas oleh protokol ini dan itu. Kita lebih sering terhubung dengan dunia maya. Jadi saya berharap 'Story' ini dapat menemani dan mewakili berbagai macam emosi yang kita rasakan setiap hari baik yang positif maupun negatif sebagai bagian dari perasaan manusia," jelas Danau.

Everlook sendiri membuat bagian pertama dari album Story bercerita tentang sesuatu keindahan percintaan, ekspresi tulus, dan energi positif kehidupan. Oleh karena itu album dibuka dengan Intro dan Running Out of Time. Diikuti lagu berikutnya Hold On, My Love, dan Ekepupu.

Lantas pada bagian kedua di album ini, Everlook menggambarkan perspektif yang lebih realistis dan pragmatis dari berbagai emosi melalui Prayer of a Lover. Dilanjutkan dengan lagu yang terinspirasi dari kehidupan keluarga Erka, Come Again/Castaway. Bagian ke-2 ini membawa pendengar dalam suasana yang berbeda dengan menyisipkan interlude. 

Kemudian untuk bagian akhir dari album Story, Everlook berpesan kepada pendengarnya untuk menerima setiap perasaan yang hadir, menafsirkannya kembali, dan perlahan menyadari emosi atau perasaan manusia yang rumit.

Adapun, Everlook yang terbentuk pada November 2019 memproduksi album debutnya melalui kolaborasi bersama D27 Studio dan WestEnd Jakarta Records.

Sebelum resmi merilis album debutnya, Everlook secara perlahan suda memperkenalkan lagu mereka melalui platform YouTube. Salah satu lagu yang ada di album Story, Prayer of a Lover, diunggah Everlook pada September 2020.

"Dari perspektif seseorang yang merasa berbeda di dunia yang tampaknya normal ini, Prayer of a Lover menggambarkan pergulatan kacau yang membuat orang yang rentan terpecah belah. Di antara kesepian dan persahabatan, di antara hal-hal yang mudah dan rumit, dan di antara cinta untuk seseorang, dan diri mereka sendiri," tulis Everlook di deskripsi lagu mereka.

"Lagu ini didedikasikan untuk orang-orang yang telah dan masih berjuang untuk kebahagiaan mereka setiap hari," ujar mereka.

Selain Prayer of a Lover, Everlook juga mengunggah lagu berbahasa Indonesia, Berikan Akhir, pada November 2020. Meski tak masuk ke dalam album debut mereka, lagu ini merupakan salah satu nomor dari EP Everlook sebelumnya.

Lagu Berikan Akhir ini disebut sebagai lagu yang bercerita tentang seseorang yang menyangkal, percaya bahwa cinta dan hubungan tidak mengenal jarak. Pada saat yang sama, orang tersebut memahami bahwa hubungan juga membutuhkan usaha, bukan hanya perasaan tidak peduli seberapa kuatnya hubungan itu.

"Ternyata, dia gagal untuk memahami bahwa tidak peduli betapa berartinya seseorang bagi dia, dia tidak dapat mengontrol apa yang dia rasakan untuknya. Akhirnya, dia menerima bahwa kekasihnya meninggalkannya. Balada yang disukai banyak orang, termasuk kami sendiri," tulis Everlook.

 

Image source: Instagram/Everlook

0 COMMENTS